Surat An-Naml Ayat 1

QS. An-Naml: 1 · Juz 19 · Makkiyah

طسٓۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡقُرۡءَانِ وَكِتَابٖ مُّبِينٍ

Ṭā Sīn, tilka āyātul-qur'āni wa kitābim mubīn(in).

Ṭā Sīn (surah) ini adalah ayat-ayat Al-Qur`ān dan (ayat-ayat) kitab yang menjelaskan,

Baca dalam Surat An-Naml

Tafsir QS. An-Naml: 1

Penjelasan ayat 1–6 sekaligus.

"Tha Sin. Ini adalah ayat-ayat al-Qur`an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, untuk menjadi petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang (dalam kesesatan). Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi. Dan sesungguhnya kamu telah diberi al-Qur`an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Maha Me-ngetahui." (An-Naml: 1-6).

Makkiyah

"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."

(1) Allah سبحانه وتعالى mengingatkan hamba-hambaNya akan keagung-an al-Qur`an, dan Dia mengisyaratkan kepada al-Qur`an dengan suatu isyarat yang bermakna "ta'zhim" (pengagungan), seraya ber-firman, ﴿ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡقُرۡءَانِ وَكِتَابٖ مُّبِينٍ ﴾ "Ini adalah ayat-ayat al-Qur`an, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan." Maksudnya, ia adalah ayat-ayat yang tertinggi, penjelasan-penjelasan yang terkuat dan keterangan-keterangan yang terjelas dan paling nyata tentang harapan-harapan yang paling tinggi, tujuan-tujuan yang paling utama, amal-amal yang terbaik, dan akhlak yang terluhur. Ayat-ayat yang menunjukkan kepada berita-berita yang benar, perintah-perintah yang baik dan larangan dari segala perbuatan jelek dan akhlak (moral) yang tercela. Ayat-ayat yang sampai pada kejelasan dan keterangannya bagi mata hati yang bercahaya sejelas matahari bagi pandangan mata; ayat-ayat yang menunjukkan kepada iman dan mengajak untuk sampai kepada keyakinan, dan ia menginformasikan tentang perkara-perkara ghaib yang telah berlalu dan yang akan datang (sebagaimana) telah terjadi dan akan terjadi; ayat-ayat yang mengajak untuk mengenal Rabb yang Mahaagung dengan nama-namaNya yang sangat baik dan sifat-sifatNya yang tinggi dan perbuatan-perbuatanNya yang sempurna; ayat-ayat yang mengenalkan kepada kita Rasul-rasulNya, para waliNya dan sifat-sifat mereka hingga seakan-akan kita melihat mereka dengan pandangan mata kita.

(2) Akan tetapi, bersama (semua) ini kebanyakan manusia tidak mengambil pelajaran darinya, dan seluruh orang yang me-nentang tidak berpedoman kepada ayat-ayat tersebut, sebagai penjagaan terhadapnya dari orang-orang yang tidak mengandung kebaikan, dan tidak pula keshalihan ataupun kesucian di dalam hatinya. Sesungguhnya yang mau berpedoman kepadanya hanya-lah orang yang telah diistimewakan dengan iman, sehingga dengan-nya hati mereka menjadi bercahaya dan nurani mereka menjadi bersih. Maka dari itu, Dia berfirman, ﴿ هُدٗى وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُؤۡمِنِينَ ﴾ "Sebagai pe-tunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman," maksudnya, membimbing mereka untuk menelusuri jalan yang lurus, menjelas-kan kepada mereka apa-apa yang semestinya harus mereka lakukan atau yang harus mereka tinggalkan, dan memberikan berita gembira kepada mereka akan pahala dari Allah sebagai akibat atas tindakan (menelusuri) jalan yang lurus tersebut.

(3) Barangkali ada yang mengatakan: Sudah banyak sekali orang yang mengklaim beriman. Apakah diterima dari setiap orang yang mengklaim bahwa dirinya adalah seorang Mukmin? Atau harus ada bukti yang benar? Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى menjelaskan sifat (ciri) orang-orang beriman, seraya berfirman, ﴿ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ ﴾ "(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat," yang wajib dan yang sunnah. Mereka melakukannya sesuai dengan aturan-aturannya yang nampak, berupa rukun-rukun, syarat-syarat, kewajiban-ke-wajiban bahkan sunnah-sunnahnya, dan lengkap dengan amalnya yang batin, yaitu khusyu' yang merupakan jiwa dan substansinya, yaitu dengan merasakan kedekatan Allah dan menghayati apa yang dibaca dan dilakukan oleh orang yang shalat. ﴿ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ ﴾ "Dan menunaikan zakat," yang wajib kepada yang berhak menerimanya, ﴿ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ﴾ "dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat." Mak-sudnya, Keimanan mereka telah mencapai pada tingkat yakin, yaitu ilmu yang sempurna yang sampai ke dalam hati, lagi mendorong untuk beramal. Keyakinan mereka kepada akhirat mengharuskan keseriusan usaha mereka untuk menghadapinya dan mewaspadai segala hal yang bisa menjadi sebab siksaan dan hukuman. Ini ada-lah dasar segala kebaikan.

(4) ﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ ﴾ "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat," dan mereka (malah) mendustakannya serta mendustakan orang yang datang dengan meyakinkannya, ﴿ زَيَّنَّا لَهُمۡ أَعۡمَٰلَهُمۡ فَهُمۡ يَعۡمَهُونَ ﴾ "Kami jadikan mereka memandang indah per-buatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang," dengan penuh rasa bimbang, bingung dan lebih mengutamakan murka Allah daripada keridhaanNya. Kenyataan-kenyataan telah terbalik bagi mereka, sehingga mereka melihat yang batil itu sebagai kebenaran, dan yang benar sebagai kebatilan.

(5) ﴿ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمۡ سُوٓءُ ٱلۡعَذَابِ ﴾ "Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk." Maksudnya, azab yang paling dahsyat, paling buruk dan paling besar. ﴿ وَهُمۡ ﴾ "Dan mereka," di akhirat,﴿ هُمُ ٱلۡأَخۡسَرُونَ ﴾ "adalah orang-orang yang paling merugi." Kerugian dipusat-kan kepada mereka disebabkan mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya di Hari Kiamat kelak. Dan mereka telah merugi pada iman yang telah diserukan oleh para rasul kepada mereka.

(6) ﴿ وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلۡقُرۡءَانَ مِن لَّدُنۡ حَكِيمٍ [عَلِيمٍ]﴾ "Dan sesungguhnya kamu telah diberi al-Qur`an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui." Maksudnya, sesungguhnya al-Qur`an yang turun kepadamu dan yang engkau terima ini adalah turun dari sisi Dzat Yang Mahabijaksana, yang meletakkan segala sesuatu tepat pada tempatnya, dan menurunkannya pada kedudukan-kedudukan-nya, ﴿ خَبِيرٍ ﴾ "Yang Maha Mengetahui" segala rahasia keadaan, yang tersembunyi dan yang tampak. Apabila ia berasal dari Yang Maha-bijaksana lagi Maha Mengetahui, maka sudah dapat dipastikan bahwasanya al-Qur`an itu semuanya adalah suatu hikmah dan kemaslahatan bagi manusia, siapakah yang lebih mengetahui akan kemaslahatan mereka daripada mereka sendiri?

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Naml: 1

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: idgham (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَكِتَابٖ مُّبِينٍTanwin bertemu م

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini