Surat An-Naml Ayat 65

QS. An-Naml: 65 · Juz 20 · Makkiyah

قُل لَّا يَعۡلَمُ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَيۡبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ

Qul lā ya‘lamu man fis-samāwāti wal-arḍil gaiba illallāh(u), wa mā yasy‘urūna ayyāna yub‘aṡūn(a).

Katakanlah, "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah" dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.

Baca dalam Surat An-Naml

Tafsir QS. An-Naml: 65

Penjelasan ayat 65–69 sekaligus.

"Katakanlah, 'Tidak ada seorang pun di langit dan bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah,' dan mereka tidak mengetahui kapankah mereka akan dibangkitkan. Sebenarnya pe-ngetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta darinya. Berkatalah orang-orang yang kafir, 'Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesung-guhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)? Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami da-hulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala.' Katakanlah, 'Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhati-kanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa'." (An-Naml: 65-69).

(65) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwasanya hanya Dia Yang Esa yang mengetahui rahasia langit dan bumi, sebagaimana dije-laskan dalam FirmanNya, ﴿ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلۡغَيۡبِ لَا يَعۡلَمُهَآ إِلَّا هُوَۚ وَيَعۡلَمُ مَا فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِۚ وَمَا تَسۡقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعۡلَمُهَا وَلَا حَبَّةٖ فِي ظُلُمَٰتِ ٱلۡأَرۡضِ وَلَا رَطۡبٖ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ 59 ﴾ "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur me-lainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (Al-An'am:59); dan juga seperti disebutkan dalam FirmanNya yang lain, ﴿ إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلۡغَيۡثَ وَيَعۡلَمُ مَا فِي ٱلۡأَرۡحَامِۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسٞ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدٗاۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٖ تَمُوتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرُۢ 34 ﴾ "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan menge-tahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat me-ngetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesung-guhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Luqman: 34). Hal-hal yang ghaib seperti ini dan yang serupa dengannya, hanya Allah سبحانه وتعالى yang mengetahuinya. Ia tidak diketahui oleh se-orang malaikat yang paling dekat (kepada Allah) dan tidak pula oleh seorang nabi yang diutus. Jika hanya Dia semata yang menge-tahui hal-hal seperti itu, dan pengetahuanNya meliputi seluruh apa yang tersembunyi, tidak nampak dan samar, maka ibadah hanya berhak dipersembahkan kepadaNya semata. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menginformasikan tentang betapa rapuh-nya pengetahuan orang-orang yang mendustakan tentang akhirat, seraya beralih dari sesuatu menuju kepada sesuatu lain yang lebih (dalam) daripadanya, seraya berfirman, ﴿ وَمَا يَشۡعُرُونَ ﴾ "Dan mereka tidak menyadari," maksudnya, mereka tidak mengetahui, ﴿ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ ﴾ "kapan mereka akan dibangkitkan." Maksudnya, kapan kebangkitan, dan kehidupan kembali dari kubur. Maka dari itu mereka tidak siap.

(66) ﴿ بَلِ ٱدَّٰرَكَ عِلۡمُهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴾ "Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana)." Maksudnya, sebenarnya pengetahuan mereka sangat lemah dan sangat kurang, dan belum menjadi keyakinan, tidak pula menjadi pengetahuan yang sampai ke dalam hati. Ini adalah tingkatan pengetahuan yang paling dang-kal dan paling rendah, lemah dan rapuh. Bahkan mereka tidak mempunyai ilmu walaupun sedikit. Dan s e s u n g g u h n y a ﴿ هُمۡ فِي شَكّٖ مِّنۡهَاۖ ﴾ "malahan mereka ragu-ragu tentangnya" maksudnya, (ragu-ragu) tentang akhirat itu, dan dengan adanya keraguan itu ilmu (penge-tahuan) menjadi sirna, sebab ilmu (pengetahuan) itu dengan semua tingkatannya tidak bisa bersatu dengan keraguan, ﴿ بَلۡ هُم مِّنۡهَا ﴾ "lebih-lebih lagi mereka darinya" maksudnya, dari akhirat, ﴿ عَمُونَ ﴾ "buta." Mata hati mereka telah buta darinya, dan di dalam hati mereka tidak ada keyakinan kepada kejadiannya, atau kemungkinan akan terjadi; bahkan mereka mengingkarinya dan menganggapnya tidak mungkin.

(67) Maka dari itu Allah berfirman,﴿ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبٗا وَءَابَآؤُنَآ أَئِنَّا لَمُخۡرَجُونَ ﴾ "Berkatalah orang-orang yang kafir, 'Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguh-nya kita akan dikeluarkan?" Maksudnya, ini sangat tidak mungkin. Mereka menganalogikan kekuasaan Dzat Yang Mahasempurna kekuasaanNya dengan kekuasaan mereka yang sangat lemah.

(68) ﴿ لَقَدۡ وُعِدۡنَا هَٰذَا ﴾ "Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini," maksudnya, dengan kebangkitan, ﴿ نَحۡنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ ﴾ "kami dan juga bapak-bapak kami dahulu," namun ia pun tidak kunjung mendatangi kami, dan kami pun tidak pernah melihatnya sedikit pun darinya. ﴿ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴾ "Ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala." Maksudnya, cerita dan dongeng-do-ngeng mereka yang digunakan untuk melewatkan waktu, padahal ia sama sekali tidak memiliki landasan (bukti) dan tidak pula mem-punyai kebenaran tentangnya. Allah beralih di dalam memberitakan tentang keadaan orang-orang yang mendustakan kepada pemberitaan bahwa mereka tidak mengetahui kapan waktu akhirat itu, kemudian pemberitaan ten-tang kelemahan ilmu pengetahuan mereka tentangnya. Kemudian pemberitaan bahwa pengetahuan mereka itu adalah keraguan, kemudian pemberitaan tentang kebutaan mereka, kemudian pem-beritaan tentang keingkaran mereka dan anggapan mereka bahwa akhirat itu sangat tidak mungkin akan terjadi. Maksudnya, dan disebabkan keadaan dan kondisi seperti itu maka hilanglah rasa takut kepada akhirat dari dalam hati mereka. Maka dari itu mereka berani melakukan maksiat terhadap Allah, dan sangat mudah bagi mereka untuk mendustakan kebenaran dan meyakini yang batil (palsu), dan mereka menghalalkan segala keinginan (syahwat) de-ngan mengorbankan segala bentuk ibadah. Maka dari itu mereka rugi dunia dan akhirat.

(69) Kemudian Allah mengingatkan mereka akan kebenar-an apa saja yang diinformasikan oleh para rasul, seraya berfirman, ﴿ قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴾ "Katakanlah, 'Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa'." Oleh karena itu, kalian tidak akan menemukan seorang yang berdosa yang terus dalam perbuatan dosanya melainkan ke-sudahannya adalah seburuk-buruk kesudahan, dan Allah سبحانه وتعالى telah menimpakan terhadapnya sebagian dari keburukan dan siksaan yang laik dengan keadaannya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hadits terkait QS. An-Naml: 65

Hukum Tajwid QS. An-Naml: 65

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مَن فِيNun mati bertemu ف

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • قُلل mati

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • يُبۡعَثُونَب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini