Surat An-Nisa' Ayat 135

QS. An-Nisa': 135 · Juz 5 · Madaniyah

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ بِٱلۡقِسۡطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَوِ ٱلۡوَٰلِدَيۡنِ وَٱلۡأَقۡرَبِينَۚ إِن يَكُنۡ غَنِيًّا أَوۡ فَقِيرٗا فَٱللَّهُ أَوۡلَىٰ بِهِمَاۖ فَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلۡهَوَىٰٓ أَن تَعۡدِلُواْۚ وَإِن تَلۡوُۥٓاْ أَوۡ تُعۡرِضُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا

Yā ayyuhal-lażīna āmanū kūnū qawwāmīna bil-qisṭi syuhadā'a lillāhi wa lau ‘alā anfusikum awil-wālidaini wal-aqrabīn(a), iy yakun ganiyyan au faqīran fallāhu aulā bihimā, falā tattabi‘ul-hawā an ta‘dilū, wa in talwū au tu‘riḍū fa innallāha kāna bimā ta‘malūna khabīrā(n).

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.

Baca dalam Surat An-Nisa'

Tafsir QS. An-Nisa': 135

Kemudian Allah تعالى berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kera-batmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemas-lahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalik-kan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan." (An-Nisa`: 135).

(135) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman agar mereka menjadi ﴿ قَوَّٰمِينَ بِٱلۡقِسۡطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ ﴾ "orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah," al-Qawwam (penegak keadilan) adalah sebuah kata yang menunjukkan makna lebih (Sighah mubalaghah), artinya jadilah kalian penegak keadilan dalam segala kondisi terhadap hak-hak Allah dan hak-hak hamba-hambaNya. Adil terhadap hak-hak Allah adalah tidak memakai nikmat-nikmatNya untuk bermaksiat kepadaNya, akan tetapi se-harusnya dipergunakan dalam ketaatan kepadaNya, sedang adil terhadap hak-hak manusia adalah menunaikan segala hak-hak yang menjadi tanggung jawabmu sebagaimana engkau meminta hak-hak dirimu. Maka Anda (seyogyanya) menunaikan nafkah-nafkah yang wajib dan hutang-hutang, dan bermuamalah terhadap manusia dengan akhlak dan tata krama yang Anda sendiri ingin diperlakukan dengannya, juga dengan penghargaan dan sebagainya. Di antara bentuk-bentuk keadilan yang paling agung adalah adil dalam menilai ucapan (pandangan) dan orang-orang yang memiliki pandangan tersebut, tidak menetapkan untuk salah satu perkataan atau salah satu dari dua orang yang berselisih hanya karena bernisbah kepadanya atau kecondongannya kepada salah satunya, akan tetapi ia harus berlaku adil di antara keduanya, dan di antara keadilan itu adalah menunaikan kesaksian yang ada padamu dalam bentuk apa pun, hingga walaupun atas orang-orang yang dicintai, bahkan atas diri sendiri, karena itulah Allah berfirman,﴿ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَوِ ٱلۡوَٰلِدَيۡنِ وَٱلۡأَقۡرَبِينَۚ إِن يَكُنۡ غَنِيًّا أَوۡ فَقِيرٗا فَٱللَّهُ أَوۡلَىٰ بِهِمَاۖ ﴾ "Menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya," maksudnya, janganlah kalian memper-timbangkan seorang yang kaya karena kekayaannya, dan seorang yang miskin dengan prasangka bahwa hal itu adalah sebagai belas kasih baginya, akan tetapi bersaksilah dengan benar atas siapa pun orangnya. Menegakkan keadilan adalah di antara perkara yang paling agung dan paling menunjukkan akan keberagamaan penegak ke-adilan tersebut dan sikap hati-hatinya serta kedudukannya dalam Islam, maka wajiblah atas orang yang mau menasihati dirinya dan menghendaki keselamatan dirinya agar memperhatikan hal terse-but dengan sebaik-baiknya, dan selalu menjadikannya di hadapan matanya dan tujuan keinginannya, dan agar ia menghilangkan dari jiwanya segala hal yang menghalangi dan merintangi dirinya dari menegakkan keadilan atau mengamalkan keadilan tersebut, dan rintangan yang paling terbesar dalam hal itu adalah mengikuti hawa nafsu, karena itulah Allah سبحانه وتعالى memperingatkan agar meng-hilangkan rintangan tersebut dalam FirmanNya, ﴿ فَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلۡهَوَىٰٓ أَن تَعۡدِلُواْۚ ﴾ "Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran," yaitu janganlah kalian mengikuti syahwat diri kalian yang bertentangan dengan kebe-naran, karena bila kalian mengikutinya, niscaya kalian akan menyimpang dari kebenaran dan kalian tidak diberi taufik kepada keadilan, karena sesungguhnya hawa nafsu itu akan membutakan mata hati orang tersebut hingga ia akan melihat kebenaran itu se-bagai sebuah kebatilan dan kebatilan itu sebagai sebuah kebenaran, atau ia mengetahui kebenaran lalu meninggalkannya demi hawa nafsunya, maka barangsiapa yang selamat dari hawa nafsunya, niscaya ia akan diberi taufik kepada kebenaran dan akan diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Dan tatkala Allah menjelaskan bahwa yang wajib adalah menegakkan keadilan, Allah juga melarang dari perkara yang bertentangan dengan hal tersebut, yaitu penyimpangan lisan dari kebenaran dalam persaksian atau selainnya, dan pembelokan kata dari kebenaran yang dimaksudkan dari segala sisinya atau dari beberapa sisinya, dan termasuk dalam hal itu adalah pembelokan kesaksian dan tidak menyempurnakannya atau penakwilan seorang saksi atas suatu hal yang lain, karena sesungguhnya ini adalah di antara bentuk penyimpangan, karena menyimpang dari kebenaran, ﴿ أَوۡ تُعۡرِضُواْ ﴾ "atau enggan menjadi saksi," yaitu kalian me-ninggalkan keadilan yang ditetapkan pada kalian seperti seorang saksi yang meninggalkan kesaksiannya atau seorang hakim yang meninggalkan pengadilannya yang wajib dilakukan olehnya. ﴿ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا ﴾ "Maka sesungguhnya Allah Maha Menge-tahui segala apa yang kamu kerjakan," yaitu meliputi apa yang kalian kerjakan, mengetahui perbuatan-perbuatan kalian yang tersem-bunyi maupun yang nampak, hal ini mengandung ancaman yang keras kepada orang yang menyimpang dalam berbicara atau meninggalkan yang seharusnya dikerjakan, dan yang lebih utama dan lebih patut lagi adalah orang yang menetapkan hukum dengan kebatilan atau bersaksi dengan saksi palsu, karena sesungguhnya hal tersebut adalah kejahatan yang paling besar, karena dua orang yang pertama telah meninggalkan kebenaran saja, sedang yang terakhir ini meninggalkan kebenaran dan menegakkan kebatilan.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nisa': 135

Ayat ini memuat 7 bacaan bertajwid: ikhfa (4), idgham (1), ghunnah (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • أَنفُسِكُمۡNun mati bertemu ف
  • فَقِيرٗا فَٱللَّهُTanwin bertemu ف
  • أَن تَعۡدِلُواْۚNun mati bertemu ت
  • وَإِن تَلۡوُۥٓاْNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • إِن يَكُنۡNun mati bertemu ي

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • فَإِنَّNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَٱلۡأَقۡرَبِينَۚق mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini