Surat An-Nisa' Ayat 146

QS. An-Nisa': 146 · Juz 5 · Madaniyah

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ وَأَصۡلَحُواْ وَٱعۡتَصَمُواْ بِٱللَّهِ وَأَخۡلَصُواْ دِينَهُمۡ لِلَّهِ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۖ وَسَوۡفَ يُؤۡتِ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَجۡرًا عَظِيمٗا

Illal-lażīna tābū wa aṣlaḥū wa‘taṣamū billāhi wa akhlaṣū dīnahum lillāhi fa ulā'ika ma‘al-mu'minīn(a), wa saufa yu'tillāhul mu'minīna ajran ‘aẓīmā(n).

Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan, dan berpegang teguh pada (agama) Allah, dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

Baca dalam Surat An-Nisa'

Tafsir QS. An-Nisa': 146

Penjelasan ayat 145–147 sekaligus.

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan mengadakan perbaikan dan ber-pegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang yang beriman, dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui." (An-Nisa`: 145-147).

(145) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang tempat kembali orang-orang munafik yaitu bahwa mereka berada pada derajat yang paling rendah dari siksaan dan paling buruk keadaan hukumannya, di bawah seluruh kaum kafir. Karena mereka ini bersekutu dengan kaum kafir dalam kufur kepada Allah dan memerangi RasulNya, namun orang-orang munafik itu melebihi kaum kafir dalam kons-pirasi (makar), tipu muslihat, dan kemampuan untuk memper-gunakan berbagai macam cara dalam memerangi kaum Muslimin dalam bentuk yang tidak disadari dan tidak terlihat jelas. Dan akhirnya mereka akan memperoleh semua kelebihan itu yaitu ber-lakunya hukum-hukum Islam atas mereka dan berhaknya mereka mendapatkan apa yang tidak didapatkan kaum kafir. Dengan itu mereka berhak mendapatkan siksaan yang paling keras dan mereka tidak memiliki tempat untuk menyelamatkan diri dari siksaanNya dan tidak pula penolong yang membela mereka dari sebagian siksaanNya.

(146) Ini umum bagi setiap orang munafik kecuali bagi orang-orang yang diberikan oleh Allah karunia atas mereka dengan penerimaan taubat dari kesalahan dan dosa, ﴿ وَأَصۡلَحُواْ ﴾ "dan meng-adakan perbaikan" karena Allah, lahir maupun batin, berpegang teguh denganNya, bersandar kepadaNya demi memperoleh manfaat untuk mereka dan menolak mudharat menimpa mereka, ﴿ وَأَخۡلَصُواْ دِينَهُمۡ ﴾ "dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka," yaitu Islam, iman, dan ihsan ﴿ لِلَّهِ ﴾ "karena Allah." Mereka mengharapkan Wajah Allah dengan amal-amal mereka, yang lahir maupun yang batin, terlepas dari riya' dan kemunafikan. Barangsiapa yang memiliki sifat-sifat tersebut, ﴿ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۖ ﴾ "maka mereka itu bersama-sama orang yang beriman," yaitu, di dunia, di alam barzakh, dan pada Hari Kiamat. ﴿ وَسَوۡفَ يُؤۡتِ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَجۡرًا عَظِيمٗا ﴾ "Dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar," yang tidak ada yang mengetahui besarnya (seperti apa) kecuali Allah, yaitu balasan baik yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik pada sanubari seorang manusia pun. Perhatikanlah bagaimana Allah mengkhususkan kata "ber-pegang teguh" dan "ikhlas" dengan menyebutkan secara tersendiri, padahal kedua hal itu termasuk dalam FirmanNya, ﴿ وَأَصۡلَحُواْ ﴾ "Dan mengadakan perbaikan," karena berpegang teguh dan ikhlas itu bagian dari perbaikan, dan keduanya sangat dibutuhkan sekali, khususnya pada kondisi yang sangat sulit seperti itu, di mana hati kemungkinan telah dikuasai oleh kemunafikan. Maka tidaklah akan menghilangkannya kecuali dengan berpegang teguh kepada Allah dan konsisten dalam bersandar padaNya serta konsisten dalam berharap kepadaNya demi menolak kemunafikan tersebut, dan keikhlasan itu benar-benar dapat menghilangkan kemunafikan. Allah menyebutkan kedua hal itu karena keutamaan keduanya dan ketergantungan perbuatan lahir maupun batin kepada keduanya dan karena kebutuhan yang sangat kepada kedua hal itu pada kondisi seperti ini. Perhatikanlah tatkala Allah menyebutkan bahwa mereka bersama kaum Mukminin. Allah tidak mengatakan bahwa Dia akan memberikan pahala yang besar kepada mereka, padahal konteks ayat ini adalah untuk mereka, namun Allah berfirman, ﴿ وَسَوۡفَ يُؤۡتِ ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَجۡرًا عَظِيمٗا ﴾ "Dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar," karena kaidah yang mulia ini akan selalu Allah tampakkan padanya dan selalu meng-ulangi bila konteksnya pada beberapa bagian-bagian kecil, lalu Allah menghendaki akibat pahala maupun siksa darinya, dan hal itu menjadi suatu yang diterima bersama antara ia dengan jenis yang termasuk di dalamnya. Allah menyiapkan pahala sebagai balasan dari suatu ketetapan yang umum yang meliputi masalah tersebut atau masalah lainnya, agar tidak diperkirakan adanya pengkhususan hukum dengan perintah yang parsial. Ini adalah di antara rahasia-rahasia al-Qur`an yang indah; maka orang yang ber-taubat dari orang-orang munafik akan bersama kaum Mukminin dan mendapatkan pahala seperti pahala mereka.

(147) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kesempur-naan kekayaanNya dan luasnya kasih sayangNya, rahmatNya dan kebaikanNya dalam FirmanNya, ﴿ مَّا يَفۡعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمۡ إِن شَكَرۡتُمۡ وَءَامَنتُمۡۚ ﴾ "Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?" Dan kenyataannya bahwa Allah memang Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. Dia memberi pahala yang banyak dan kebaikan yang luas kepada orang-orang yang bersabar menanggung beban berat karenaNya dan orang-orang yang tekun beramal. Barang-siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberikan hal yang terbaik darinya. Di samping itu Allah Maha Mengetahui lahiriyah kalian, batin kalian dan perbuatan-perbuatan kalian serta apa yang nampak darinya berupa keikhlasan, kejujur-an, atau hal yang berlawanan dengan itu. Dan Allah menghendaki agar kalian bertaubat, berserah diri, dan kembali kepadaNya. Bila kalian berserah diri kepadaNya, lalu bagaimana mungkin Allah akan menyiksa kalian? Karena sesungguhnya Allah tidaklah mengambil balas dengan menyiksa kalian dan tidak mengambil manfaat dengan menghukum kalian. Akan tetapi seseorang yang bermaksiat tidaklah melakukan kemudharatan kecuali untuk dirinya sendiri, sebagaimana perbuatan seorang yang taat adalah untuk dirinya sendiri, sedang syukur itu adalah ketundukan hati, pengakuannya akan karunia Allah, pujian lisan atas Dzat yang disyukuri, perbuatan anggota tubuh dengan ketaatan kepadaNya, dan tidak mempergunakan kenikmatan dariNya untuk bermaksiat kepadaNya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nisa': 146

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: qalqalah (1).

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • أَجۡرًاج mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini