Surat An-Nisa' Ayat 171

QS. An-Nisa': 171 · Juz 6 · Madaniyah

يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لَا تَغۡلُواْ فِي دِينِكُمۡ وَلَا تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّۚ إِنَّمَا ٱلۡمَسِيحُ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ وَكَلِمَتُهُۥٓ أَلۡقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرۡيَمَ وَرُوحٞ مِّنۡهُۖ فَـَٔامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۖ وَلَا تَقُولُواْ ثَلَٰثَةٌۚ ٱنتَهُواْ خَيۡرٗا لَّكُمۡۚ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ سُبۡحَٰنَهُۥٓ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدٞۘ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلٗا

Yā ahlal-kitābi lā taglū fī dīnikum wa lā taqūlū ‘alallāhi illal-ḥaqq(a), innamal-masīḥu ‘īsabnu maryama rasūlullāhi wa kalimatuh(ū), alqāhā ilā maryama wa rūḥum minh(u), fa āminū billāhi wa rusulih(ī), wa lā taqūlū ṡalāṡah(tun), inntahū khairal lakum innamallāhu ilāhuw wāḥid(un), subḥānahū ay yakūna lahū walad(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa kafā billāhi wakīlā(n).

Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, ʻIsa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

Baca dalam Surat An-Nisa'

Tafsir QS. An-Nisa': 171

"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah ke-cuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dariNya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya dan janganlah kamu mengatakan, '(Tuhan itu) tiga', berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara." (An-Nisa`: 171).

(171) Allah سبحانه وتعالى melarang Ahli Kitab dari sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dalam beragama, yaitu melampaui batas dan ketentuan yang disyariatkan kepada perkara yang tidak disyariat-kan. Yang demikian itu adalah seperti perkataan kaum Nasrani yang melampaui batas terhadap Isa عليه السلام dan penempatan mereka terhadapnya melebihi dari kedudukan kenabian dan kerasulan kepada kedudukan ketuhanan yang tidak patut diberikan selain kepada Allah. Maka sebagaimana perkara asal-asalan dan lalai itu adalah perkara yang dilarang, maka melampaui batas juga dilarang. Karena itulah Allah berfirman, ﴿ وَلَا تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡحَقَّۚ ﴾ "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar." Firman ini mengandung tiga perkara: Dua perkara di antaranya adalah dilarang, yaitu perkataan dusta terhadap Allah dan perkataan tanpa didasari dengan ilmu mengenai nama-namaNya, sifat-sifatNya, perbuatan-perbuatanNya, syariatNya, dan rasul-rasulNya, dan perkara ketiga adalah yang diperintahkan (kepadanya) yaitu per-kataan yang benar dalam semua masalah tadi. Dan manakala hal ini adalah sebuah kaidah yang global (umum), dan konteks ayat ini adalah tentang Isa عليه السلام, Allah mene-gaskan perkataan yang benar dalam hal itu yang bertentangan dengan klaim (keyakinan) orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, seraya berfirman, ﴿ إِنَّمَا ٱلۡمَسِيحُ عِيسَى ٱبۡنُ مَرۡيَمَ رَسُولُ ٱللَّهِ ﴾ "Sesung-guhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah." Mak-sudnya, (sebagai Rasul Allah) itulah kedudukan paling tinggi dan predikat paling besar dari al-Masih عليه السلام dari derajat kesempurnaan yang didapatkan oleh makhluk, yaitu derajat kerasulan, yang me-rupakan tingkatan yang paling tinggi dan posisi yang paling mulia. Dan bahwa ia adalah ﴿ وَكَلِمَتُهُۥٓ أَلۡقَىٰهَآ إِلَىٰ مَرۡيَمَ ﴾ "(yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam," maksudnya, sebuah kata yang diucapkan oleh Allah, lalu jadilah Isa عليه السلام dengannya. Dan Isa bukanlah kata tersebut, namun Isa عليه السلام dijadikan dengannya. Ini adalah bentuk idhafah (kata majemuk) bernuansa pemuliaan dan penghormatan. Demikian juga FirmanNya, ﴿ وَرُوحٞ مِّنۡهُۖ ﴾ "Dan (dengan tiupan) ruh dariNya," yaitu, di antara ruh-ruh yang diciptakan olehNya, disempurnakan dengan sifat-sifat yang luhur, dan akhlak-akhlak yang sempurna. Allah mengutus RuhNya, Jibril عليه السلام, lalu meniup-kan ke dalam rahim Maryam عليها السلام hingga dia mengandung Isa dengan izin Allah. Dan ketika Allah menjelaskan hakikat dari pen-ciptaan Isa عليه السلام, Allah memerintahkan Ahli Kitab untuk beriman kepadaNya dan kepada Rasul-rasulNya, dan Allah melarang me-reka menjadikanNya ketiga dari yang tiga; salah satunya adalah Isa عليه السلام dan kedua adalah Maryam عليها السلام. Ini adalah pernyataan kaum Nasrani, semoga Allah menjelekkan mereka. Dan Allah memerin-tahkan mereka agar meninggalkan hal tersebut dan mengabarkan bahwa hal itu adalah lebih baik bagi mereka. Karena yang jelas, itu adalah menuju kepada keselamatan dan selain dari itu adalah jalan kehancuran. Kemudian Allah menyucikan DiriNya dari sekutu dan anak seraya berfirman, ﴿ إِنَّمَا ٱللَّهُ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ ﴾ "Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa," yaitu, Dia sendirian dalam ketuhanan yang tidak sepa-tutnya ibadah itu dilakukan kecuali untuk DiriNya semata. ﴿ سُبۡحَٰنَهُۥٓ ﴾ "Mahasuci Allah" yaitu bersih (dari kekurangan) dan suci ﴿ أَن يَكُونَ لَهُۥ وَلَدٞۘ ﴾ "dari mempunyai anak." Karena sesungguhnya,﴿ لَّهُۥ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ ﴾ "segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaanNya." Seluruhnya adalah milik Allah yang butuh kepadaNya, maka sangat mustahil sekali Allah mempunyai sekutu di antara mereka atau anak. Dan tatkala Allah memberitakan bahwa Dia adalah Raja bagi alam langit dan bumi lalu Allah mengabarkan bahwa Dia mengurus kemaslahatan buat mereka, dunia maupun akhirat, dan Allah سبحانه وتعالى memeliharanya (dan memberikan balasan kepada mereka) atasnya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nisa': 171

Ayat ini memuat 11 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (5), ghunnah (2), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • ٱنتَهُواْNun mati bertemu ت
  • وَٰحِدٞۖ سُبۡحَٰنَهُۥٓTanwin bertemu س

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَرُوحٞ مِّنۡهُۖTanwin bertemu م
  • خَيۡرٗا لَّكُمۡۚTanwin bertemu ل
  • إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖTanwin bertemu و
  • أَن يَكُونَNun mati bertemu ي
  • وَلَدٞۘ لَّهُۥTanwin bertemu ل

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّمَاNun bertasydid
  • إِنَّمَاNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • ٱبۡنُب mati
  • سُبۡحَٰنَهُۥٓب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini