Surat An-Nisa' Ayat 87

QS. An-Nisa': 87 · Juz 5 · Madaniyah

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۚ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِۗ وَمَنۡ أَصۡدَقُ مِنَ ٱللَّهِ حَدِيثٗا

Allāhu lā ilāha illā huw(a), layajma‘annakum ilā yaumil-qiyāmati lā raiba fīh(i), wa man aṣdaqu minallāhi ḥadīṡā(n).

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?

Baca dalam Surat An-Nisa'

Tafsir QS. An-Nisa': 87

"Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di Hari Kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?" (An-Nisa`: 87).

(87) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang keesaanNya, dan bahwa-sanya tidak ada yang berhak disembah dan tidak ada yang berhak dituhankan kecuali Allah, karena kesempurnaanNya pada Dzat dan sifat-sifatNya, dan karena hanya Dia-lah yang Esa dalam pencipta-an, pengaturan, memberi nikmat, yang lahir maupun yang batin, yang demikian itu menuntut adanya perintah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepadaNya dengan segala bentuk penyembahan, karena memang hanya Dia-lah yang berhak untuk itu, dan Dia memberikan balasan kepada hamba-hambaNya yang telah mela-kukan peribadahan kepadaNya atau yang telah mereka tinggal-kan darinya, oleh karena itu Allah bersumpah terhadap tempat pembalasan yang pasti terjadi, yaitu Hari Kiamat dalam Firman-Nya, ﴿ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ ﴾ "Dia akan mengumpulkan kamu" yaitu dari orang-orang terdahulu hingga orang-orang terakhir, pada tempat yang satu, pada ﴿ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِۗ ﴾ "Hari Kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya," maksudnya, tidak ada kebimbangan dan tidak ada kerancuan dalam bentuk apa pun dengan adanya dalil logika mau-pun dalil dari wahyu (dalil sam'i). Adapun dalil logika yaitu apa yang kita saksikan berupa menghidupkan kembali bumi yang telah mati, terjadinya pencip-taan pertama di mana penciptaan selanjutnya adalah lebih mudah, dan di antara hikmah yang memastikan bahwa Allah tidaklah menciptakan makhluk itu secara sia-sia adalah mereka hidup lalu meninggal. Adapun dalil sam'i yaitu kabar dari Dzat yang paling benar tentang hal tersebut, dan bahkan Dia bersumpah atas perkara itu, karena itulah Allah berfirman, ﴿ وَمَنۡ أَصۡدَقُ مِنَ ٱللَّهِ حَدِيثٗا ﴾ "Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) daripada Allah?" Demikian juga Allah memerintahkan RasulNya ﷺ agar bersumpah atasnya pada tempat lain dalam al-Qur`an, seperti Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن لَّن يُبۡعَثُواْۚ قُلۡ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبۡعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلۡتُمۡۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ 7 ﴾ "Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, 'Tidak demikian, demi Rabbku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepada-mu apa yang telah kamu kerjakan.' Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (At-Taghabun: 7). Dan pada FirmanNya, ﴿ وَمَنۡ أَصۡدَقُ مِنَ ٱللَّهِ قِيلٗا ﴾ "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" (An-Nisa`: 122), adalah sebuah pemberitahuan bahwa perkataanNya, kabar-kabar-Nya dan pembicaraan-pembicaraanNya adalah pada tingkatan kebenaran tertinggi, bahkan yang tertinggi padanya, maka setiap perkataan yang diungkapkan tentang akidah, ilmu, dan perbuatan yang bertentangan dengan apa yang dikabarkan oleh Allah adalah batil, karena bertentangan dengan kabar yang benar dan yakin, dan tidaklah mungkin hal tersebut menjadi benar.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nisa': 87

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ghunnah (1), qalqalah (1).

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • لَيَجۡمَعَنَّكُمۡNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • لَيَجۡمَعَنَّكُمۡج mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini