Surat An-Nur Ayat 38

QS. An-Nur: 38 · Juz 18 · Madaniyah

لِيَجۡزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحۡسَنَ مَا عَمِلُواْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦۗ وَٱللَّهُ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٖ

Liyajziyahumullāhu aḥsana mā ‘amilū wa yazīduhum min faḍlih(ī), wallāhu yarzuqu may yasyā'u bigairi ḥisāb(in).

(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Baca dalam Surat An-Nur

Tafsir QS. An-Nur: 38

Penjelasan ayat 36–38 sekaligus.

"(Cahaya itu) di masjid-masjid yang telah diperintahkan Allah untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya, di sana dia bertasbih kepada Allah, pada waktu pagi dan waktu petang. (Yaitu) laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah me-nambah karuniaNya kepada mereka. Dan Allah memberi rizki ke-pada siapa yang dikehendakiNya tanpa batas." (An-Nur: 36-38).

(36) Maksudnya peribadahan karena Allah dilakukan ﴿ فِي بُيُوتٍ ﴾ "di masjid-masjid," yang agung dan penuh keutamaan, ia ada-lah tempat yang paling Allah cintai, yaitu masjid-masjid ﴿ أَذِنَ ٱللَّهُ ﴾ "yang telah Allah perintahkan," maksudnya Allah menyuruh dan memerintahkan ﴿ أَن تُرۡفَعَ وَيُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُۥ ﴾ "untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya," dua hal ini merupakan himpunan hukum-hukum masjid. Termasuk tindakan memuliakannya adalah, mem-bangunnya, menyapunya, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, menjaganya dari orang-orang gila, anak-anak yang tidak bisa memelihara diri dari najis, dan dari orang kafir, serta harus dijaga dari perkara-perkara yang melalaikan, dan teriakan suara selain dzikir kepada Allah, ﴿ وَيُذۡكَرَ فِيهَا ٱسۡمُهُۥ ﴾ "disebut namaNya di dalamnya," termasuk dalam maknanya adalah seluruh shalat, baik yang wajib ataupun yang sunnah, membaca al-Qur`an, bertasbih, tahlil, dan macam-macam dzikir yang lain, mempelajari ilmu dan mengajarkannya, saling mendiskusikan ilmu, i'tikaf, dan ibadah-ibadah lain yang dilakukan di dalam masjid. Karenanya, memak-murkan masjid itu ada dua macam: Memakmurkan bangunan dan pemeliharaannya secara fisik, dan menyemarakkannya dengan cara berdzikir kepada Allah yaitu dengan cara shalat dan yang lain. Yang terakhir inilah yang paling baik di antara keduanya. Oleh sebab itu, telah disyariatkan pelaksanaan shalat lima waktu dan Shalat Jum'at di masjid, secara wajib menurut pendapat mayoritas para ulama, dan sunnah menurut ulama yang lainnya.

(37) Kemudian Allah memuji hamba-hambaNya yang telah memakmurkan masjid-masjidNya dengan ibadah. Dia berfirman, ﴿ يُسَبِّحُ لَهُۥ ﴾ "Dia bertasbih kepada Allah," secara ikhlas ﴿ بِٱلۡغُدُوِّ ﴾ "pada waktu pagi," yaitu pada permulaan hari ﴿ وَٱلۡأٓصَالِ ﴾ "dan waktu petang," penghujung siang, (maksudnya, yang bertasbih itu adalah) ﴿ رِجَالٞ ﴾ "laki-laki." Allah mengkhususkan dua waktu ini karena kemuliaan keduanya, kemudahan dan kegampangan untuk beribadah kepada Allah pada dua waktu itu. Termasuk dalam hal ini, bertasbih ketika shalat dan lainnya. Oleh karena itu, disyariatkan dzikir pagi dan sore hari dan wirid-wiridnya yang dibaca di pagi hari dan sore hari. Pengertiannya, kaum lelaki bertasbih kepadaNya pada waktu itu. Siapakah kaum lelaki yang dimaksud? Mereka bukanlah orang-orang yang lebih memperhatikan dunia (daripada Rabb me-reka), yang memiliki kelezatan-kelezatan, perniagaan dan usaha-usaha yang menyibukkan (manusia) dari Allah, yaitu ﴿ رِجَالٞ لَّا تُلۡهِيهِمۡ تِجَٰرَةٞ ﴾ "(laki-laki) yang tidak dilalaikan oleh perniagaan." Ini mencakup setiap pekerjaan yang ditujukan untuk mencari timbal-balik, maka jadilah Firman Allah ﴿ وَلَا بَيۡعٌ ﴾ "dan tidak (pula) oleh jual beli," masuk dalam kategori 'Athf al-khash ala al-Am' (menghubungkan kata yang khusus dengan jenis umumnya), karena banyaknya kesibukan dalam perdagangan daripada yang lainnya. Walaupun, para laki-laki itu berdagang dan berjual-beli, yaitu menjalankan urusan yang tidak dilarang, akan tetapi perkara-per-kara itu tidak melalaikan mereka sampai menyebabkan mereka lebih mengutamakan dan mementingkannya daripada ﴿ ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَإِقَامِ ٱلصَّلَوٰةِ وَإِيتَآءِ ٱلزَّكَوٰةِ ﴾ "mengingat Allah, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat," bahkan mereka menjadikan ketaatan dan ibadah kepada Allah sebagai sasaran bidikan dan penghujung tujuan mereka. Maka, setiap urusan yang menghalangi mereka dari tujuan mereka, niscaya akan mereka tampik. Tatkala mengenyampingkan dunia akan berat dirasa keba-nyakan jiwa manusia, sementara kecintaan kepada pekerjaan de-ngan berbagai perniagaannya menjadi urusan yang disukai, maka sangatlah sulit untuk melepaskannya pada umumnya dan tertun-tut untuk bekerja keras untuk mendahulukan hak Allah daripada itu, maka Allah menyebutkan sesuatu yang dapat merangsang ke-padanya, sebagai bentuk ajakan sekaligus ancaman dariNya. Allah berfirman, ﴿ يَخَافُونَ يَوۡمٗا تَتَقَلَّبُ فِيهِ ٱلۡقُلُوبُ وَٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴾ "Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang," karena dahsyatnya kengerian dan membuat hati dan badan merinding dengan kejadian itu. Oleh sebab itu, mereka takut akan hari itu, hingga mudah bagi mereka untuk beramal dan meninggalkan se-suatu yang dapat menyibukkan dirinya.

(38) ﮋ لِيَجۡزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحۡسَنَ مَا عَمِلُواْ ﮊ "Supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan," maksud dari ﮋ أَحۡسَنَ مَا عَمِلُواْ ﮊ "balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan," yaitu amal perbuatan mereka yang baik, karena itu merupakan amalan terbaik yang mereka kerjakan. Pasalnya, mereka (juga) melakukan hal-hal yang mubah dan sebagainya, dan pahala itu tidak berlaku kecuali atas amal per-buatan yang baik. Sebagaimana Firman Allah, ﴿ لِيُكَفِّرَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ أَسۡوَأَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ وَيَجۡزِيَهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ 35 ﴾ "Supaya Allah menghapuskan dari kejelekan yang telah mereka kerjakan dan Allah berikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (Az-Zumar: 35). ﴿ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضۡلِهِۦۗ ﴾ "Dan supaya Allah menambah karuniaNya kepada mereka," tambahan yang banyak dari balasan yang setimpal untuk amal-amal mereka. ﴿ وَٱللَّهُ يَرۡزُقُ مَن يَشَآءُ بِغَيۡرِ حِسَابٖ ﴾ "Dan Allah memberi rizki kepada siapa yang dikehendakiNya tanpa batas," bahkan Allah akan memberikan pahala buat mereka (pahala yang banyak) yang tidak bisa dicapai oleh amalnya, bahkan tidak bisa dicapai oleh angan-angannya. Allah memberikan pahala tanpa hitungan dan takaran. Inilah permisalan mengenai jumlah yang sangat banyak sekali.

Ini merupakan dua perumpamaan yang Allah permisalkan bagi amalan-amalan orang-orang kafir dalam aspek kebatilan dan kesirnaannya, ia menjelma menjadi benda yang tiada berujud serta penyesalan para pelakunya. Allah berfirman,

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. An-Nur: 38

Ayat ini memuat 5 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (2), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِّن فَضۡلِهِۦۗNun mati bertemu ف

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَيَزِيدَهُم مِّنMim mati bertemu م
  • مَن يَشَآءُNun mati bertemu ي

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • لِيَجۡزِيَهُمُج mati
  • حِسَابٖب di akhir ayat (waqaf)

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini