Surat Ar-Rahman Ayat 14
QS. Ar-Rahman: 14 · Juz 27 · Madaniyah
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ
Khalaqal-insāna min ṣalṣālin kal-fakhkhār(i).
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
Baca dalam Surat Ar-RahmanQS. Ar-Rahman: 14 · Juz 27 · Madaniyah
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ
Khalaqal-insāna min ṣalṣālin kal-fakhkhār(i).
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
Baca dalam Surat Ar-RahmanPenjelasan ayat 14–16 sekaligus.
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembi-kar, Dia menciptakan jin dari nyala api. Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (Ar-Rahman: 14-16).
(14) Ini merupakan nikmat-nikmat Allah تعالى yang Dia anu-gerahkan kepada para hambaNya, di mana Dia سبحانه وتعالى memperlihatkan kepada mereka di antara bukti KuasaNya dan keindahan ciptaan-Nya, dengan ﴿ خَلَقَ ﴾ "menciptakan" bapak moyang ﴿ ٱلۡإِنسَٰنَ ﴾ "ma-nusia" yaitu Nabi Adam عليه السلام, ﴿ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ ﴾ "dari tanah kering seperti tembikar," maksudnya dari tanah basah yang telah Dia ko-kohkan sampai kering sehingga kemudian menjadi tanah yang memiliki kekeringan dan suara seperti suara tembikar, yaitu tanah yang terbakar.
(15) ﴿ وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ ﴾ "Dia menciptakan jin" maksudnya, bapak moyang jin, yaitu iblis –semoga Allah melaknatnya– ﴿ مِن مَّارِجٖ مِّن نَّارٖ ﴾ "dari nyala api," maksudnya, dari nyala api yang tulen, atau yang telah bercampur dengan asap. Ini menunjukkan kemuliaan unsur manusia yang diciptakan dari tanah yang merupakan tempat ke-mantapan, berat, dan sarat dengan manfaat. Berbeda halnya dengan unsur jin yaitu api yang merupakan keringanan (enteng), keburukan, dan kerusakan.
(16) Tatkala menjelaskan penciptaan jin dan manusia serta materi untuk menciptakannya, yang mana hal itu merupakan anu-gerah Allah تعالى atas mereka, Dia سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴾ "Maka nikmat Rabb kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.
Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: ikhfa (3).
Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.