Surat Ar-Rum Ayat 26

QS. Ar-Rum: 26 · Juz 21 · Makkiyah

وَلَهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ كُلّٞ لَّهُۥ قَٰنِتُونَ

Wa lahū man fis-samāwāti wal-arḍ(i), kullul lahū qānitūn(a).

Dan kepunyaan-Nya-lah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk.

Baca dalam Surat Ar-Rum

Tafsir QS. Ar-Rum: 26

Penjelasan ayat 25–27 sekaligus.

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradatNya. Kemudian apabila Dia me-manggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur). Dan kepunyaanNya-lah siapa saja yang ada di langit dan bumi. Semuanya hanya kepadaNya tunduk. Dan Dia-lah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan 'menghidupkan-nya kembali' itu adalah lebih mudah bagiNya. Dan bagiNya-lah sifat yang Mahatinggi di langit dan bumi; dan Dia-lah Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana." (Ar-Rum: 25-27).

(25) Maksudnya, di antara tanda-tandaNya yang sangat besar adalah bahwa langit dan bumi ini tegak, terpancang dan kokoh karena perintahNya, hingga keduanya tidak goyah, dan langit tidak jatuh menimpa bumi. Jadi kekuasaanNya sangat besar yang denganNya Dia menahan langit dan bumi sehingga tidak binasa, dan dengannya pula Dia kuasa apabila Dia menyeru ma-nusia dengan satu seruan dari bumi, maka dengan seketika mereka keluar. ﴿ لَخَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ أَكۡبَرُ مِنۡ خَلۡقِ ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ 57 ﴾ "Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (Ghafir: 57).

(26) ﴿ وَلَهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ ﴾ "Dan kepunyaanNya-lah siapa saja yang ada di langit dan bumi," semuanya adalah ciptaanNya, dan hamba-hambaNya. Dia-lah yang berwenang mengendalikan mereka tanpa ada pesaing, penolong ataupun penentang; semua mereka tunduk kepada keagunganNya, patuh kepada kesempurnaanNya.

(27) ﴿ وَهُوَ ٱلَّذِي يَبۡدَؤُاْ ٱلۡخَلۡقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَهُوَ ﴾ "Dan Dia-lah yang mencipta-kan manusia dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidup-kan)nya kembali, dan ia." Maksudnya, dan Dia menghidupkannya kembali sesudah kematian mereka ﴿ أَهۡوَنُ عَلَيۡهِۚ ﴾ "adalah lebih mudah bagiNya," daripada memulai penciptaan mereka. Ini bila dilihat dari kacamata akal dan pikiran. Maka apabila Dia kuasa memulai penciptaan yang kalian akui itu, maka kekuasaanNya untuk meng-ulangi (menghidupkan kembali) yang lebih mudah itu adalah tentu lebih mudah dan lebih mudah lagi! Setelah Allah menjelaskan tanda-tandaNya yang sangat luar biasa yang bisa diambil pelajarannya oleh orang-orang yang meng-ambil pelajaran, diingat oleh orang-orang Mukmin dan diambil analisa oleh orang-orang yang mendapat petunjuk, maka Allah menjelaskan perkara yang sangat besar dan tuntutan yang sangat agung, seraya berfirman, ﴿ وَلَهُ ٱلۡمَثَلُ ٱلۡأَعۡلَىٰ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ ﴾ "Dan bagiNya-lah sifat yang Mahatinggi di langit dan bumi," maksudnya, al-Matsal al-A'la adalah segala sifat kesempurnaan, dan kesempurnaan (secara maksimal) dari sifat tersebut, kecintaan dan inabah yang penuh lagi sempurna di dalam hati hamba-hambaNya yang tulus, dzikir yang mulia dan ibadah dari mereka. Jadi, al-matsal al-a`lâ adalah sifatNya yang tertinggi dan apa yang menjadi konsekuensinya. Maka dari itu para ahli ilmu menggunakan Qiyasul-aulâ (analogi lebih berhak) dalam hak Allah Sang Pencipta, maka mereka menga-takan, "Semua sifat kesempurnaan yang ada pada makhluk, maka Penciptanya lebih berhak memiliki sifat tersebut dengan catatan: Tidak ada seorang pun yang menyekutuiNya. Dan setiap sifat ke-lemahan (kekurangan) yang ada pada makhluk, maka Allah suci darinya." Karena kesucian Sang Khaliq dari sifat lemah tersebut adalah lebih utama dan lebih pantas. ﴿ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ﴾ "Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." Maksudnya, kepunyaanNya-lah keperkasaan yang sempurna, kebijaksanaan yang Mahaluas. Dengan keperkasaanNya Dia menciptakan semua makhluk ini dan Dia menampakkan apa saja yang diperintahkanNya, dan dengan hikmahNya Dia menciptakan dengan rapi, teliti dan sempurna apa yang diciptakanNya, dan benar-benar sangat baik apa yang disyariatkanNya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Ar-Rum: 26

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مَن فِيNun mati bertemu ف

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • كُلّٞ لَّهُۥTanwin bertemu ل

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini