Surat Ar-Rum Ayat 48

QS. Ar-Rum: 48 · Juz 21 · Makkiyah

ٱللَّهُ ٱلَّذِي يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا فَيَبۡسُطُهُۥ فِي ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ يَشَآءُ وَيَجۡعَلُهُۥ كِسَفٗا فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ

Allāhul-lażī yursilur-riyāḥa fatuṡīru saḥāban fayabsuṭuhū fis-samā'i kaifa yasyā'u wa yaj‘aluhū kisafan fataral-wadqa yakhruju min khilālih(ī), fa'iżā aṣāba bihī may yasyā'u min ‘ibādihī iżā hum yastabsyirūn(a).

Allah, Dia-lah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.

Baca dalam Surat Ar-Rum

Tafsir QS. Ar-Rum: 48

Penjelasan ayat 48–50 sekaligus.

"Allah, Dia-lah yang mengirim angin, lalu angin itu meng-gerakkan awan lalu Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila ia mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya tiba-tiba mereka menjadi gembira. Dan sesungguhnya sebelum hujan ditu-runkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa. Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Dia menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya yang demi-kian itu benar-benar akan menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (Ar-Rum: 48-50).

(48-49) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang kesempurnaan ke-kuasaanNya dan kelengkapan nikmatNya, yaitu bahwasanya Dia ﴿ يُرۡسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابٗا ﴾ "mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan" dari bumi, ﴿ فَيَبۡسُطُهُۥ فِي ٱلسَّمَآءِ ﴾ "dan membentangkannya di langit" yakni, membentangkan dan menjadikannya luas, ﴿ كَيۡفَ يَشَآءُ ﴾ "menurut yang dikehendakiNya" menurut keadaan yang Dia kehendaki darinya, ﴿ وَيَجۡعَلُهُۥ ﴾ "kemudian menjadikannya," maksudnya, menjadikan awan yang terbentang luas itu ﴿ كِسَفٗا ﴾ "bergumpal-gumpal," maksudnya, awan yang tebal, sebagiannya menggumpali sebagian yang lain, ﴿ فَتَرَى ٱلۡوَدۡقَ يَخۡرُجُ مِنۡ خِلَٰلِهِۦۖ ﴾ "lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya," maksudnya, dari celah-celah awan itu, sebagai tetesan-tetesan kecil yang bertebaran, ia tidak turun semuanya (sekaligus) karena akan membuat rusak apa yang ditimpanya, ﴿ فَإِذَآ أَصَابَ ﴾ "maka apabila ia me-ngenai," maksudnya, dengan hujan itu, orang ﴿ يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمۡ يَسۡتَبۡشِرُونَ ﴾ "yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira," sebagian menyampaikan berita gembira kepada sebagian yang lain dengan turunnya hujan itu. Yang demikian itu adalah karena sangat butuh dan sangat perlunya mereka kepadanya. Maka dari itu Allah berfirman, ﴿ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلِ أَن يُنَزَّلَ عَلَيۡهِم مِّن قَبۡلِهِۦ لَمُبۡلِسِينَ ﴾ "Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa." Maksudnya, berputus harapan karena ke-terlambatan waktu turunnya. Maksudnya, Setelah hujan itu turun dalam kondisi seperti itu, maka hujan benar-benar menjadi sangat berharga bagi mereka, dan menjadi kebahagiaan, dan kegembiraan.

(50) ﴿ فَٱنظُرۡ إِلَىٰٓ ءَاثَٰرِ رَحۡمَتِ ٱللَّهِ كَيۡفَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَآۚ ﴾ "Maka perhatikan-lah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Dia menghidupkan bumi yang sudah mati," maka ia pun hidup dan subur, serta menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. ﴿ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴾ "Sesung-guhnya yang demikian itu," yang telah menghidupkan tanah sesudah kegersangannya ﴿ لَمُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ﴾ "benar-benar akan meng-hidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." Jadi, kekuasaanNya membuat segala sesuatu tidak ada yang sulit bagiNya, sekalipun dirasa sangat sulit (tidak mungkin) menurut perkiraan makhlukNya, dan sangat rumit dari pema-haman mereka serta akal pikiran mereka menjadi bingung.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Ar-Rum: 48

Ayat ini memuat 7 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (1), qalqalah (4).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • سَحَابٗا فَيَبۡسُطُهُۥTanwin bertemu ف
  • كِسَفٗا فَتَرَىTanwin bertemu ف

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • مَن يَشَآءُNun mati bertemu ي

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • فَيَبۡسُطُهُۥب mati
  • وَيَجۡعَلُهُۥج mati
  • ٱلۡوَدۡقَد mati
  • يَسۡتَبۡشِرُونَب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini