Surat As-Saff Ayat 5

QS. As-Saff: 5 · Juz 28 · Madaniyah

وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ يَٰقَوۡمِ لِمَ تُؤۡذُونَنِي وَقَد تَّعۡلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُمۡۖ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ

Wa iż qāla mūsā liqaumihī yā qaumi lima tu'żūnanī wa qad ta‘lamūna annī rasūlullāhi ilaikum, falammā zāgū azāgallāhu qulūbahum, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn(a).

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?" Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

Baca dalam Surat As-Saff

Tafsir QS. As-Saff: 5

"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedang kamu mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah kepadamu?' Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." (Ash-Shaf: 5).

(5) ﴿ وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ ﴾ "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya," seraya mencela mereka atas perbuatan yang mereka lakukan dan menegur dengan keras atas penyiksaan yang mereka lakukan padahal mereka mengetahui bahwa Nabi Musa عليه السلام adalah utusan Allah سبحانه وتعالى, ﴿ يَٰقَوۡمِ لِمَ تُؤۡذُونَنِي ﴾ "Hai kaumku, mengapa kamu menyakitiku," dengan perkataan dan perbuatan, ﴿ وَقَد تَّعۡلَمُونَ أَنِّي رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡكُمۡۖ ﴾ "sedang kamu mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah kepadamu?" Hak seorang rasul adalah dimuliakan, diagungkan dan semua perintah dan hukumnya dilaksanakan segera. Adapun menyakiti utusan Allah سبحانه وتعالى yang kebaikannya terhadap manusia melebihi segala bentuk kebaikan setelah kebaikan Allah سبحانه وتعالى, adalah puncak sikap tidak tahu malu, sembrono dan menyimpang dari jalan yang lurus yang telah mereka ketahui dan mereka tinggalkan. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ ﴾ "Maka tatkala mereka ber-paling," maksudnya, berpaling dari kebenaran sesuai keinginan mereka, ﴿ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ ﴾ "Allah memalingkan hati mereka," sebagai hu-kuman bagi mereka atas penyimpangan yang mereka pilih untuk diri mereka dan keridhaan mereka pada penyimpangan itu. Allah سبحانه وتعالى tidak memberi pertolongan pada mereka untuk mendapatkan petunjuk, karena mereka tidak layak mendapatkan kebaikan. Yang layak bagi mereka hanyalah keburukan. ﴿ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ ﴾ "Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." Maksudnya, orang-orang yang sifat kefasikan terus menempel pada dirinya, dan mereka tidak memiliki niat untuk mencari petunjuk. Ayat mulia ini menunjukkan bahwa kesesatan manusia yang digariskan Allah سبحانه وتعالى bukanlah suatu kezhaliman Allah سبحانه وتعالى dan bukan hujjah manusia atas Allah سبحانه وتعالى. Kesesatan itu timbul disebabkan oleh mereka sendiri. Mereka menutup diri dari pintu hidayah, padahal sebenarnya mereka mengetahui. Allah سبحانه وتعالى pun membalas mereka dengan kesesatan dan penyimpangan, serta dirubah-rubahnya hati mereka, sebagai hukuman bagi mereka dan sebagai keadilan Allah سبحانه وتعالى terhadap mereka. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ وَنُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَنَذَرُهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ 110 ﴾ "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada per-mulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." (Al-An'am: 110).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. As-Saff: 5

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: idgham (1), ghunnah (2).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَقَدد mati

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • أَنِّيNun bertasydid
  • فَلَمَّاMim bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini