طسٓمٓ
Ṭā Sīm Mīm.
Ṭā Sīm mīm
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
طسٓمٓ
Ṭā Sīm Mīm.
Ṭā Sīm mīm
تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ
Tilka āyātul-kitābil-mubīn(i).
Inilah ayat-ayat Al-Qur`ān yang menerangkan.
لَعَلَّكَ بَٰخِعٞ نَّفۡسَكَ أَلَّا يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ
La‘allaka bākhi‘un nafsaka allā yakūnū mu'minīn(a).
Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu karena mereka tidak beriman.
إِن نَّشَأۡ نُنَزِّلۡ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةٗ فَظَلَّتۡ أَعۡنَٰقُهُمۡ لَهَا خَٰضِعِينَ
In nasya' nunazzil ‘alaihim minas-samā'i āyatan fa ẓallat a‘nāquhum lahā khāḍi‘īn(a).
Jika kami kehendaki, niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.
وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن ذِكۡرٖ مِّنَ ٱلرَّحۡمَٰنِ مُحۡدَثٍ إِلَّا كَانُواْ عَنۡهُ مُعۡرِضِينَ
Wa mā ya'tīhim min żikrim minar-raḥmāni muḥdaṡin illā kānū ‘anhu mu‘riḍīn(a).
Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling darinya.
فَقَدۡ كَذَّبُواْ فَسَيَأۡتِيهِمۡ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ
Faqad każżabū fa saya'tīhim ambā'u mā kānū bihī yastahzi'ūn(a).
Sungguh mereka telah mendustakan (Al-Qur`ān), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَمۡ أَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجٖ كَرِيمٍ
Awalam yarau ilal-arḍi kam ambatnā fīhā min kulli zaujin karīm(in).
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
وَإِذۡ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱئۡتِ ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Wa iż nādā rabbuka mūsā ani'til-qaumaẓ-ẓālimīn(a).
Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu menyeru Musa (dengan firman-Nya), "Datangilah kaum yang zalim itu,
قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَۚ أَلَا يَتَّقُونَ
Qauma fir‘aun(a), alā yattaqūn(a).
(yaitu) kaum Firʻawn. Mengapa mereka tidak bertakwa?"
قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ
Qāla rabbi innī akhāfu ay yukażżibūn(i).
Berkata Musa, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku.
وَيَضِيقُ صَدۡرِي وَلَا يَنطَلِقُ لِسَانِي فَأَرۡسِلۡ إِلَىٰ هَٰرُونَ
Wa yaḍīqu ṣadrī wa lā yanṭaliqu lisānī fa arsil ilā hārūn(a).
Dan (karenanya), sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku, maka utuslah (Jibril) kepada Hārūn.
وَلَهُمۡ عَلَيَّ ذَنۢبٞٞ فَأَخَافُ أَن يَقۡتُلُونِ
Wa lahum ‘alayya żambun fa akhāfu ay yaqtulūn(i).
Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku".
قَالَ كـَلَّاۖ فَٱذۡهَبَا بِـَٔايَٰتِنَآۖ إِنَّا مَعَكُم مُّسۡتَمِعُونَ
Qāla kallā, fażhabā bi'āyātinā innā ma‘akum mustami‘ūn(a).
Allah berfirman, "Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu), maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sesungguhnya Kami bersamamu mendengarkan (apa-apa yang mereka katakan),
فَأۡتِيَا فِرۡعَوۡنَ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Fa'tiyā fir‘auna faqūlā innā rasūlu rabbil-‘ālamīn(a).
Maka datanglah kamu berdua kepada Firʻawn dan katakanlah olehmu, "Sesungguhnya Kami adalah rasul Tuhan semesta alam,
أَنۡ أَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ
An arsil ma‘anā banī isrā'īl(a).
lepaskanlah Bani Isrā`īl (pergi) beserta kami".
قَالَ أَلَمۡ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدٗا وَلَبِثۡتَ فِينَا مِنۡ عُمُرِكَ سِنِينَ
Qāla alam nurabbika fīnā walīdaw wa labiṡta fīnā min ‘umurika sinīn(a).
Firʻawn menjawab, "Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
وَفَعَلۡتَ فَعۡلَتَكَ ٱلَّتِي فَعَلۡتَ وَأَنتَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ
Wa fa‘alta fa‘latakal-latī fa‘alta wa anta minal-kāfirīn(a).
dan kamu telah berbuat suatu perbuatan yang telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.
قَالَ فَعَلۡتُهَآ إِذٗا وَأَنَا۠ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ
Qāla fa‘altuhā iżaw wa ana minaḍ-ḍāllīn(a).
Berkata Musa, "Aku telah melakukannya, sedang aku pada waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.
فَفَرَرۡتُ مِنكُمۡ لَمَّا خِفۡتُكُمۡ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكۡمٗا وَجَعَلَنِي مِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Fa farartu minkum lammā khiftukum fa wahaba lī rabbī ḥukmaw wa ja‘alanī minal-mursalīn(a).
Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhan-ku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
وَتِلۡكَ نِعۡمَةٞ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنۡ عَبَّدتَّ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ
Wa tilka ni‘matun tamunnuhā ‘alayya an ‘abbatta banī isrā'īl(a).
Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Isrā`īl".
قَالَ فِرۡعَوۡنُ وَمَا رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Qāla fir‘aunu wa mā rabbul-‘ālamīn(a).
Firʻawn bertanya, "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
قَالَ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ
Qāla rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, in kuntum mūqinīn(a).
Musa menjawab, "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhan-mu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".
قَالَ لِمَنۡ حَوۡلَهُۥٓ أَلَا تَسۡتَمِعُونَ
Qāla liman ḥaulahū alā tastami‘ūn(a).
Berkata Firʻawn kepada orang-orang sekelilingnya, "Apakah kamu tidak mendengarkan?"
قَالَ رَبُّكُمۡ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ
Qāla rabbukum wa rabbu ābā'ikumul-awwalīn(a).
Musa berkata (pula), "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".
قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ ٱلَّذِيٓ أُرۡسِلَ إِلَيۡكُمۡ لَمَجۡنُونٞ
Qāla inna rasūlakumul-lażī ursila ilaikum lamajnūn(un).
Firʻawn berkata, "Sesungguhnya rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".
قَالَ رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَمَا بَيۡنَهُمَآۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ
Qāla rabbul-masyriqi wal-magribi wa mā bainahumā, in kuntum ta‘qilūn(a).
Musa berkata, "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; (Itulah Tuhan-mu) jika kamu mempergunakan akal".
قَالَ لَئِنِ ٱتَّخَذۡتَ إِلَٰهًا غَيۡرِي لَأَجۡعَلَنَّكَ مِنَ ٱلۡمَسۡجُونِينَ
Qāla la'inittakhażta ilāhan gairī la'aj‘alannaka minal-masjūnīn(a).
Firʻawn berkata, "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".
قَالَ أَوَلَوۡ جِئۡتُكَ بِشَيۡءٖ مُّبِينٖ
Qāla awalau ji'tuka bisyai'im mubīn(in).
Musa berkata, "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?"
قَالَ فَأۡتِ بِهِۦٓ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ
Qāla fa'ti bihī in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).
Firʻawn berkata, "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".
فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانٞ مُّبِينٞ
Fa alqā ‘aṣāhu fa iżā hiya ṡu‘bānum mubīn(un).
Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ
Wa naza‘a yadahū fa iżā hiya baiḍā'u lin-nāẓirīn(a).
Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
قَالَ لِلۡمَلَإِ حَوۡلَهُۥٓ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمٞ
Qāla lil-mala'i ḥaulahū inna hāżā lasāḥirun ‘alīm(un).
Firʻawn berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya, "Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,
يُرِيدُ أَن يُخۡرِجَكُم مِّنۡ أَرۡضِكُم بِسِحۡرِهِۦ فَمَاذَا تَأۡمُرُونَ
Yurīdu ay yukhrijakum min arḍikum bisiḥrih(ī), fa māżā ta'murūn(a).
ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; maka karena itu apakah yang kamu anjurkan?"
قَالُوٓاْ أَرۡجِهۡ وَأَخَاهُ وَٱبۡعَثۡ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ
Qālū arjih wa akhāhu wab‘aṡ fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).
Mereka menjawab, "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),
يَأۡتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٖ
Ya'tūka bikulli saḥḥārin ‘alīm(in).
niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu".
فَجُمِعَ ٱلسَّحَرَةُ لِمِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ
Fa jumi‘as-saḥaratu limīqāti yaumim ma‘lūm(in).
Lalu, dikumpulkanlah ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan pada hari yang maklum,
وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلۡ أَنتُم مُّجۡتَمِعُونَ
Wa qīla lin-nāsi hal antum mujtami‘ūn(a).
dan dikatakan kepada orang banyak, "Berkumpullah kamu sekalian,
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ ٱلسَّحَرَةَ إِن كَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ
La‘allanā nattabi‘us-saḥarata in kānū humul-gālibīn(a).
semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang "
فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالُواْ لِفِرۡعَوۡنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجۡرًا إِن كُنَّا نَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبِينَ
Falammā jā'as-saḥaratu qālū lifir‘auna a'inna lanā la'ajran in kunnā naḥnul-gālibīn(a).
Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, mereka pun bertanya kepada Firʻawn, "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
قَالَ نَعَمۡ وَإِنَّكُمۡ إِذٗا لَّمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ
Qāla na‘am wa innakum iżal laminal-muqarrabīn(a).
Firʻawn menjawab, "Ya, kalau demikian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".
قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلۡقُواْ مَآ أَنتُم مُّلۡقُونَ
Qāla lahum mūsā alqū mā antum mulqūn(a).
Berkatalah Musa kepada mereka, "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".
فَأَلۡقَوۡاْ حِبَالَهُمۡ وَعِصِيَّهُمۡ وَقَالُواْ بِعِزَّةِ فِرۡعَوۡنَ إِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡغَٰلِبُونَ
Fa alqau ḥibālahum wa ‘iṣiyyahum wa qālū bi‘izzati fir‘auna innā lanaḥnul-gālibūn(a).
Lalu mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata, "Demi kekuasaan Firʻawn, sesungguhnya kami benar-benar akan menang".
فَأَلۡقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلۡقَفُ مَا يَأۡفِكُونَ
Fa alqā mūsā ‘aṣāhu fa iżā hiya talqafu mā ya'fikūn(a).
Kemudian, Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
فَأُلۡقِيَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ
Fa ulqiyas-saḥaratu sājidīn(a).
Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah).
قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Qālū āmannā birabbil-‘ālamīn(a).
mereka berkata, "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ
Rabbi mūsā wa hārūn(a).
(yaitu) Tuhan Musa dan Hārūn".
قَالَ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ فَلَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفٖ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ
Qāla āmantum lahū qabla an āżana lakum, innahū lakabīrukumul-lażī ‘allamakumus-siḥr(a), fa lasaufa ta‘lamūn(a), la'uqaṭṭi‘anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la'uṣallibannakum ajma'īn(a).
Firʻawn berkata, "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu, maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya".
قَالُواْ لَا ضَيۡرَۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ
Qālū lā ḍair(a), innā ilā rabbinā munqalibūn(a).
Mereka berkata, "Tidak ada kemudaratan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Innā naṭma‘u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā an kunnā awwalal-mu'minīn(a).
sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".
۞ وَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنۡ أَسۡرِ بِعِبَادِيٓ إِنَّكُم مُّتَّبَعُونَ
Wa auḥainā ilā mūsā an asri bi‘ibādī innakum muttaba‘ūn(a).
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, "Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Isrā`īl) karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli".
فَأَرۡسَلَ فِرۡعَوۡنُ فِي ٱلۡمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ
Fa arsala fir‘aunu fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).
Kemudian, Firʻawn mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.
إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَشِرۡذِمَةٞ قَلِيلُونَ
Inna hā'ulā'i lasyirzimatun qalīlūn(a).
(Firʻawn berkata), "Sesungguhnya mereka (Bani Isrā`īl) benar-benar golongan kecil,
وَإِنَّهُمۡ لَنَا لَغَآئِظُونَ
Wa innahum lanā lagā'iẓūn(a).
dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَٰذِرُونَ
Wa innā lajamī‘un ḥāżirūn(a).
dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga".
فَأَخۡرَجۡنَٰهُم مِّن جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ
Fa akhrajnāhum min jannātiw wa ‘uyūn(in).
Maka, Kami keluarkan Firʻawn dan kaumnya dari taman-taman dan mata air,
وَكُنُوزٖ وَمَقَامٖ كَرِيمٖ
Wa kunūziw wa maqāmin karīm(in).
dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia,
كَذَٰلِكَۖ وَأَوۡرَثۡنَٰهَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ
Każālik(a), wa auraṡnāhā banī isrā'īl(a).
demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Isrā`īl.
فَأَتۡبَعُوهُم مُّشۡرِقِينَ
Fa atba‘ūhum musyriqīn(a).
Maka Firʻawn dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka pada waktu matahari terbit.
فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلۡجَمۡعَانِ قَالَ أَصۡحَٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدۡرَكُونَ
Falammā tarā'al-jam‘āni qāla aṣḥābu mūsā innā lamudrakūn(a).
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul".
قَالَ كـَلَّآۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهۡدِينِ
Qāla kallā, inna ma‘iya rabbī sayahdīn(i).
Musa menjawab, "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhan-ku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".
فَأَوۡحَيۡنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡبَحۡرَۖ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرۡقٖ كَٱلطَّوۡدِ ٱلۡعَظِيمِ
Fa auḥainā ilā mūsā aniḍrib bi‘aṣākal-baḥr(a), fanfalaqa fa kāna kullu firqin kaṭ-ṭaudil ‘aẓīm(i).
Lalu, Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.
وَأَزۡلَفۡنَا ثَمَّ ٱلۡأٓخَرِينَ
Wa azlafnā ṡammal-ākharīn(a).
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.
وَأَنجَيۡنَا مُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ
Wa anjainā mūsā wa mam ma‘ahū ajma‘īn(a).
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ
Ṡumma agraqnal-ākharīn(a).
Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
وَٱتۡلُ عَلَيۡهِمۡ نَبَأَ إِبۡرَٰهِيمَ
Watlu ‘alaihim naba'a ibrāhīm(a).
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrāhīm.
إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَا تَعۡبُدُونَ
Iż qāla li'abīhi wa qaumihī mā ta‘budūn(a).
Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah?"
قَالُواْ نَعۡبُدُ أَصۡنَامٗا فَنَظَلُّ لَهَا عَٰكِفِينَ
Qālū na‘budu aṣnāman fa naẓallu lahā ‘ākifīn(a).
Mereka menjawab, "Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya".
قَالَ هَلۡ يَسۡمَعُونَكُمۡ إِذۡ تَدۡعُونَ
Qāla hal yasma‘ūnakum iż tad‘ūn(a).
Berkata Ibrāhīm, "Apakah berhala-berhala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya)?,
أَوۡ يَنفَعُونَكُمۡ أَوۡ يَضُرُّونَ
Au yanfa‘ūnakum au yaḍurrūn(a).
atau (dapatkah) mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudarat?"
قَالُواْ بَلۡ وَجَدۡنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٰلِكَ يَفۡعَلُونَ
Qālū bal wajadnā ābā'anā każālika yaf‘alūn(a).
Mereka menjawab, "(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian".
قَالَ أَفَرَءَيۡتُم مَّا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ
Qāla afa ra'aitum mā kuntum ta‘budūn(a).
Ibrāhīm berkata, "Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,
أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُمُ ٱلۡأَقۡدَمُونَ
Antum wa ābā'ukumul-aqdamūn(a).
kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,
فَإِنَّهُمۡ عَدُوّٞ لِّيٓ إِلَّا رَبَّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Fa innahum ‘aduwwul lī illā rabbal-‘ālamīn(a).
karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,
ٱلَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهۡدِينِ
Allażī khalaqanī fa huwa yahdīn(i).
(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang menunjuki aku,
وَٱلَّذِي هُوَ يُطۡعِمُنِي وَيَسۡقِينِ
Wal-lażī huwa yuṭ‘imunī wa yasqīn(i).
dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,
وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ
Wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn(i).
dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku,
وَٱلَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحۡيِينِ
Wal-lażī yumītunī ṡumma yuḥyīn(i).
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
وَٱلَّذِيٓ أَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لِي خَطِيٓـَٔتِي يَوۡمَ ٱلدِّينِ
Wal-lażī aṭma‘u ay yagfira lī khaṭī'atī yaumad-dīn(i).
dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".
رَبِّ هَبۡ لِي حُكۡمٗا وَأَلۡحِقۡنِي بِٱلصَّٰلِحِينَ
Rabbi hab lī ḥukmaw wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn(a).
(Ibrāhīm berdoa), "Ya Tuhan-ku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
وَٱجۡعَل لِّي لِسَانَ صِدۡقٖ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ
Waj‘al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn(a).
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
وَٱجۡعَلۡنِي مِن وَرَثَةِ جَنَّةِ ٱلنَّعِيمِ
Waj‘alnī miw waraṡati janatin na‘īm(i).
dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan,
وَٱغۡفِرۡ لِأَبِيٓ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلضَّآلِّينَ
Wagfir li'abī innahū kāna minaḍ-ḍāllīn(a).
dan ampunilah bapakku karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,
وَلَا تُخۡزِنِي يَوۡمَ يُبۡعَثُونَ
Wa lā tukhzinī yauma yub‘aṡūn(a).
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
يَوۡمَ لَا يَنفَعُ مَالٞ وَلَا بَنُونَ
Yauma lā yanfa‘u māluw wa lā banūn(a).
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
إِلَّا مَنۡ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلۡبٖ سَلِيمٖ
Illā man atallāha biqalbin salīm(in).
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
وَأُزۡلِفَتِ ٱلۡجَنَّةُ لِلۡمُتَّقِينَ
Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn(a).
dan (pada hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,
وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ
Wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn(a).
dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat",
وَقِيلَ لَهُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡبُدُونَ
Wa qīla lahum ainamā kuntum ta‘budūn(a).
dan dikatakan kepada mereka, "Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu selalu menyembah(nya)
مِن دُونِ ٱللَّهِ هَلۡ يَنصُرُونَكُمۡ أَوۡ يَنتَصِرُونَ
Min dūnillāh(i), hal yanṣurūnakum au yantaṣirūn(a).
selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?"
فَكُبۡكِبُواْ فِيهَا هُمۡ وَٱلۡغَاوُۥنَ
Fa kubkibū fīhā hum wal-gāwūn(a).
Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,
وَجُنُودُ إِبۡلِيسَ أَجۡمَعُونَ
Wa junūdu iblīsa ajma‘ūn(a).
dan bala tentara iblis semuanya.
قَالُواْ وَهُمۡ فِيهَا يَخۡتَصِمُونَ
Qālū wa hum fīhā yakhtaṣimūn(a).
Mereka berkata, sedang mereka bertengkar di dalam neraka,
تَٱللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ
Tallāhi in kunnā lafī ḍalālim mubīn(in).
"demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
إِذۡ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Iż nusawwīkum birabbil-‘ālamīn(a).
karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam".
وَمَآ أَضَلَّنَآ إِلَّا ٱلۡمُجۡرِمُونَ
Wa mā aḍallanā illal-mujrimūn(a).
Dan tiadalah yang menyesatkan kami, kecuali orang-orang yang berdosa.
فَمَا لَنَا مِن شَٰفِعِينَ
Famā lanā min syāfi‘īn(a).
Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun,
وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٖ
Wa lā ṣadīqin ḥamīm(in).
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,
فَلَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةٗ فَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Falau anna lanā karratan fa nakūna minal-mu'minīn(a).
maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia), niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman".
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sesungguhnya, Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ نُوحٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Każżabat qaumu nūḥinil-mursalīn(a).
Kaum Nūḥ telah mendustakan para rasul.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iż qāla lahum akhūhum nūḥun alā tattaqūn(a).
Ketika saudara mereka (Nūḥ) berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku".
۞ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ لَكَ وَٱتَّبَعَكَ ٱلۡأَرۡذَلُونَ
Qālū anu'minu laka wattaba‘akal-arżalūn(a).
Mereka berkata, "Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?"
قَالَ وَمَا عِلۡمِي بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Qāla wa mā ‘ilmī bimā kānū ya‘malūn(a).
Nūḥ menjawab, "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?
إِنۡ حِسَابُهُمۡ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّيۖ لَوۡ تَشۡعُرُونَ
In ḥisābuhum illā ‘alā rabbī lau tasy‘urūn(a).
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhan-ku, kalau kamu menyadari.
وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Wa mā ana biṭāridil-mu'minīn(a).
Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ مُّبِينٞ
In ana illā nażīrum mubīn(un).
Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".
قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمَرۡجُومِينَ
Qālū la'illam tantahi yā nūḥu latakūnanna minal-marjūmīn(a).
Mereka berkata, "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti hai Nūḥ, niscaya benar-benar kamu akan termasuk orang-orang yang dirajam".
قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوۡمِي كَذَّبُونِ
Qāla rabbi inna qaumī każżabūn(i).
Nūḥ berkata, "Ya Tuhan-ku, sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;
فَٱفۡتَحۡ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُمۡ فَتۡحٗا وَنَجِّنِي وَمَن مَّعِيَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Faftaḥ bainī wa bainahum fatḥaw wa najjinī wa mam ma‘iya minal-mu'minīn(a).
maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, dan selamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku".
فَأَنجَيۡنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِي ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ
Fa anjaināhu wa mam ma‘ahū fil-fulkil-masyḥūn(i).
Maka, Kami selamatkan Nūḥ dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan.
ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا بَعۡدُ ٱلۡبَاقِينَ
Ṡumma agraqnā ba‘dul-bāqīn(a).
Kemudian sesudah itu, Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتۡ عَادٌ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Każżabat ‘ādunil-mursalīn(a).
Kaum ‘Ād telah mendustakan para rasul.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iż qāla lahum akhūhum hūdun alā tattaqūn(a).
Ketika saudara mereka Hūd berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
أَتَبۡنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ءَايَةٗ تَعۡبَثُونَ
Atabnūna bikulli rī‘in āyatan ta‘baṡūn(a).
Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main,
وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمۡ تَخۡلُدُونَ
Wa tattakhiżūna maṣāni‘a la‘allakum takhludūn(a).
dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)?
وَإِذَا بَطَشۡتُم بَطَشۡتُمۡ جَبَّارِينَ
Wa iżā baṭasytum baṭasytum jabbārīn(a).
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِيٓ أَمَدَّكُم بِمَا تَعۡلَمُونَ
Wattaqul-lażī amaddakum bimā ta‘lamūn(a).
Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
أَمَدَّكُم بِأَنۡعَٰمٖ وَبَنِينَ
Amaddakum bi'an‘āmiw wa banīn(a).
Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak dan anak-anak,
وَجَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ
Wa jannātiw wa ‘uyūn(in).
dan kebun-kebun dan mata air,
إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ
Innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar".
قَالُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَوَعَظۡتَ أَمۡ لَمۡ تَكُن مِّنَ ٱلۡوَٰعِظِينَ
Qālū sawā'un ‘alainā awa‘aẓta am lam takum minal-wā‘iẓīn(a).
Mereka menjawab, "Adalah sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,
إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلۡأَوَّلِينَ
In hāżā illā khuluqul-awwalīn(a).
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu.
وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ
Wa mā naḥnu bimu‘ażżabīn(a).
dan kami sekali-kali tidak akan di "azab".
فَكَذَّبُوهُ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Fa każżabūhu fa ahlaknāhum, inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Maka mereka mendustakan Hūd, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sesungguhnya Tuhan-mu, Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Każżabat ṡamūdul-mursalīn(a).
Kaum Ṡamūd telah mendustakan rasul-rasul.
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iż qāla lahum akhūhum ṣāliḥun alā tattaqūn(a).
Ketika saudara mereka Ṣālīḥ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajr(in), in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ
Atutrakūna fīmā hāhunā āminīn(a).
Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ
Fī jannātiw wa ‘uyūn(in).
di dalam kebun-kebun serta mata air,
وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ
Wa zurū‘iw wa nakhlin ṭal‘uhā haḍīm(un).
dan tanam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ
Wa tanḥitūna minal-jibāli buyūtan fārihīn(a).
Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin;
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ
Wa lā tuṭī‘ū amral-musrifīn(a).
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas,
ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ
Allażīna yufsidūna fil-arḍi wa lā yaṣliḥūn(a).
yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan".
قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ
Qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn(a).
Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir;
مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ
Mā anta illā basyarum miṡlunā, fa'ti bi'āyatin in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).
Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar".
قَالَ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ
Qāla hāżihī nāqatul lahā syirbuw wa lakum syirbu yaumim ma‘lūm(in).
Ṣālīḥ menjawab, "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untuk mendapatkan air dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air pada hari yang tertentu.
وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ
Wa lā tamassūhā bisū'in fa ya'khużakum ‘ażābu yaumin ‘aẓīm(in).
Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar".
فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ
Fa ‘aqarūhā fa aṣbaḥū nādimīn(a).
Kemudian, mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,
فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Fa akhażahumul-‘ażāb(u), inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطٍ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Każżabat qaumu lūṭinil-mursalīn(a).
Kaum Lūṭ telah mendustakan rasul-rasul,
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iż qāla lahum akhūhum lūṭun alā tattaqūn(a).
ketika saudara mereka Lūṭ berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?"
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
أَتَأۡتُونَ ٱلذُّكۡرَانَ مِنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Ata'tūnaż-żukrāna minal-‘ālamīn(a).
Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمۡ رَبُّكُم مِّنۡ أَزۡوَٰجِكُمۚ بَلۡ أَنتُمۡ قَوۡمٌ عَادُونَ
Wa tażarūna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qamun ‘ādūn(a).
dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhan-mu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas".
قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ
Qālū la'illam tantahi yā lūṭu latakūnanna minal-mukhrajīn(a).
Mereka menjawab, "Hai Lūṭ, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir"
قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ
Qāla innī li‘amalikum minal-qālīn(a).
Lūṭ berkata, "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".
رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ
Rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya‘malūn(a).
(Lūṭ berdoa), "Ya Tuhan-ku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan".
فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ
Fa najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).
Lalu, Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,
إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ
Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk dalam golongan yang tinggal.
ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ
Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ
Wa amṭarnā ‘alaihim maṭarā(n), fa sā'a maṭarul-munżarīn(a).
Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sesungguhnya Tuhan-mu, benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
كَذَّبَ أَصۡحَٰبُ لۡـَٔيۡكَةِ ٱلۡمُرۡسَلِينَ
Każżaba aṣḥābul-aikatil-mursalīn(a).
Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul;
إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ
Iż qāla lahum syu‘aibun alā tattaqūn(a).
ketika Syuʻayb berkata kepada mereka, "Mengapa kamu tidak bertakwa?
إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
۞ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ
Auful-kaila wa lā takūnū minal-mukhsirīn(a).
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan
وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ
Wazinū bil-qisṭāsil-mustaqīm(i).
dan timbanglah dengan timbangan yang lurus.
وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ
Wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā'ahum wa lā ta‘ṡau fil-arḍi mufsidīn(a).
Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan
وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ
Wattaqul-lażī khalaqakum wal-jibillatal-awwalīn(a).
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu".
قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ
Qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn(a).
Mereka berkata, "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir,
وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ
Wa mā anta illā basyarum miṡlunā wa in naẓunnuka laminal-kāżibīn(a).
dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta.
فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ
Fa asqiṭ ‘alainā kisafam minas-samā'i in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).
Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.
قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ
Qāla rabbī a‘lamu bimā ta‘malūn(a).
Syuʻayb berkata, "Tuhan-ku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan".
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ
Fa każżabūhu fa akhażahum ‘ażābu yaumiẓ-ẓullah(ti), innahū kāna ‘ażāba yaumin ‘aẓīm(in).
Kemudian, mereka mendustakan Syuʻayb, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Wa innahū latanzīlu rabbil-‘ālamīn(a).
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,
نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ
Nazala bihir rūḥul-amīn(u).
dia dibawa turun oleh Ar-Rūḥ Al-‘Amīn (Jibril),
عَلَىٰ قَلۡبِكَ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ
‘Alā qalbika litakūna minal-munżirīn(a).
ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,
بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ
Bilisānin ‘arabiyyim mubīn(in).
dengan bahasa Arab yang jelas.
وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ
Wa innahū lafī zuburil-awwalīn(a).
Dan sesungguhnya Al-Qur`ān itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu.
أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ
Awalam yakul lahum āyatan ay ya‘lamahū ‘ulamā'u banī isrā'īl(a).
Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Isrā`īl mengetahuinya?
وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ
Wa lau nazzalnāhū ‘alā ba‘ḍil-a‘jamīn(a).
Dan kalau Al-Qur`ān itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab,
فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ
Fa qara'ahū ‘alaihim mā kānū bihī mu'minīn(a).
lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.
كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ
Każālika salaknāhu fī qulūbil-mujrimīn(a).
Demikianlah, Kami masukkan Al-Qur`ān ke dalam hati orang-orang yang durhaka.
لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ
Lā yu'minūna bihī ḥattā yarawul-‘ażābal-alīm(a).
Mereka tidak beriman kepadanya hingga mereka melihat azab yang pedih,
فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ
Fa ya'tiyahum bagtataw wa hum lā yasy‘urūn(a).
maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya,
فَيَقُولُواْ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ
Fa yaqūlū hal naḥnu munẓarūn(a).
lalu mereka berkata, "Apakah kami dapat diberi tangguh?"
أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ
Afa bi‘ażābinā yasta‘jilūn(a).
Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami?
أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ
Afa ra'aita im matta‘nāhum sinīn(a).
Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun,
ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ
Ṡumma jā'ahum mā kānū yū‘adūn(a).
Kemudian, datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka,
مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ
Mā agnā ‘anhum mā kānū yumatta‘ūn(a).
niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.
وَمَآ أَهۡلَكۡنَا مِن قَرۡيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنذِرُونَ
Wa mā ahlaknā min qaryatin illā lahā munżirūn(a).
Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melainkan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan;
ذِكۡرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ
Żikrā, wa mā kunnā ẓālimīn(a).
untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zalim.
وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ
Wa mā tanazzalat bihisy-syayāṭīn(u).
Dan Al-Qur`ān itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan.
وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ
Wa mā yambagī lahum wa mā yastaṭī‘ūn(a).
Dan tidaklah patut mereka membawa turun Al-Qur`ān itu dan mereka pun tidak akan kuasa.
إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ
Innahum ‘anis-sam‘i lama‘zūlūn(a).
Sesungguhnya, mereka benar-benar dijauhkan daripada mendengar Al-Qur`ān itu.
فَلَا تَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُعَذَّبِينَ
Falā tad‘u ma‘allāhi ilāhan ākhara fa takūna minal-mu‘ażżabīn(a).
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab.
وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ
Wa anżir ‘asyīratakal-aqrabīn(a).
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,
وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Wakhfiḍ janāḥaka limanittaba‘aka minal-mu'minīn(a).
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.
فَإِنۡ عَصَوۡكَ فَقُلۡ إِنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تَعۡمَلُونَ
Fa in ‘aṣauka faqul innī barī'um mimmā ta‘malūn(a).
Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan"
وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ
Wa tawakkal ‘alal-‘azīzir-raḥīm(i).
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ
Allażī yarāka ḥīna taqūm(u).
Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang),
وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ
Wa taqallubaka fis-sājidīn(a).
dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.
إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ
Innahū huwas-samī‘ul-‘alīm(u).
Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ عَلَىٰ مَن تَنَزَّلُ ٱلشَّيَٰطِينُ
Hal unabbi'ukum ‘alā man tanazzalusy-syayāṭīn(u).
Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٖ
Tanazzalu ‘alā kulli affākin aṡīm(in).
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa,
يُلۡقُونَ ٱلسَّمۡعَ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ
Yulqūnas-sam‘a wa akṡaruhum kāżibūn(a).
mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
وَٱلشُّعَرَآءُ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ
Wasy-syu‘arā'u yattabi‘uhumul-gāwūn(a).
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
أَلَمۡ تَرَ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ يَهِيمُونَ
Alam tara annahum fī kulli wādiy yahīmūn(a).
Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah,
وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ
Wa annahum yaqūlūna mā lā yaf‘alūn(a).
dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ
Illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa żakarullāha kaṡīraw wantaṣarū mim ba‘di mā ẓulimū, wa saya‘lamul-lażīna ẓalamū ayya munqalabiy yanqalibūn(a).
kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal saleh dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezaliman. Dan orang-orang yang zalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.
Terjemahan dari King Fahad Quran Complex; latin dari Kementerian Agama RI. Audio murattal dari everyayah.com. Arti dan suara per kata dari quran.com.
Ayat 1
Hanya tersimpan di perangkat ini, tidak diunggah.