Surat At-Tagabun Ayat 6

QS. At-Tagabun: 6 · Juz 28 · Madaniyah

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُۥ كَانَت تَّأۡتِيهِمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ فَقَالُوٓاْ أَبَشَرٞ يَهۡدُونَنَا فَكَفَرُواْ وَتَوَلَّواْۖ وَّٱسۡتَغۡنَى ٱللَّهُۚ وَٱللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٞ

Żālika bi'annahū kānat ta'tīhim rusuluhum bil-bayyināti fa qālū abasyaruy yahdūnanā, fa kafarū wa tawallau wastagnallāh(u), wallāhu ganiyyun ḥamīd(un).

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka membawa keterangan-keterangan, lalu mereka berkata, "Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?" lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Baca dalam Surat At-Tagabun

Tafsir QS. At-Tagabun: 6

Penjelasan ayat 5–6 sekaligus.

"Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu? Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul mereka (membawa) kete-rangan-keterangan lalu mereka berkata, 'Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami?' Lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha-kaya lagi Maha Terpuji." (At-Taghabun: 5-6).

(5) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sifat-sifatNya yang sem-purna dan agung, yang dengan sifat-sifat tersebut Allah سبحانه وتعالى bisa diketahui dan disembah, segala usaha dicurahkan demi mencari ridhaNya dan menjauhi murkaNya, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menye-butkan apa yang Dia lakukan terhadap umat-umat terdahulu dan masa-masa yang telah berlalu. Di mana orang-orang yang datang kemudian senantiasa membicarakan mereka dan mengisahkan tentang orang-orang shalih. Ketika para rasul mendatangi mereka dengan kebenaran, mereka mendustakan para rasul itu dan me-nentang. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menimpakan akibat buruk perbuatan mereka di dunia dan juga kehinaan. ﴿ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴾ "Dan mereka mem-peroleh azab yang pedih"di akhirat.

(6) Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebab siksaan tersebut seraya berfirman, ﴿ ذَٰلِكَ ﴾ "Yang demikian itu," yakni, siksaan dan aki-bat buruk yang Kami timpakan pada mereka ﴿ بِأَنَّهُۥ كَانَت تَّأۡتِيهِمۡ رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِ ﴾ "adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan," yakni tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى yang jelas, yang menunjukkan kebenaran dan keba-tilan, namun mereka bersikap sombong terhadap para rasul mereka seraya berkata, ﴿ أَبَشَرٞ يَهۡدُونَنَا ﴾ "Apakah manusia yang akan memberi pe-tunjuk kepada kami," maksudnya, mereka tidak memiliki keutamaan atas kami, lantas karena apa Allah سبحانه وتعالى memberikan keistimewaan pada mereka dan tidak memberikannya pada kami? Ini sejalan dengan Firman Allah سبحانه وتعالى dalam surat lain, ﴿ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ 11 ﴾ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya'." (Ibrahim: 11). Mereka menahan karunia dan pemberian Allah سبحانه وتعالى untuk para nabi supaya mereka tidak menjadi utusan Allah سبحانه وتعالى kepada manusia. Mereka bersikap sombong untuk menaati para rasul. Mereka pun diuji dengan penyembahan patung, batu, dan lainnya. ﴿ فَكَفَرُواْ ﴾ "Lalu mereka ingkar" terhadap Allah سبحانه وتعالى ﴿ وَتَوَلَّواْۖ ﴾ "dan berpaling" dari ketaatan-Nya, ﴿ وَّٱسۡتَغۡنَى ٱللَّهُۚ ﴾ "dan Allah tidak memerlukan (mereka)."Allah سبحانه وتعالى tidak menghiraukan mereka, dan kesesatan mereka sama sekali tidak membahayakan Allah سبحانه وتعالى. ﴿ وَٱللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٞ ﴾ "Dan Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji." Maksudnya, Dia-lah Yang Mahakaya, bagiNya kekayaan yang sempurna dan mutlak dari segala hal, Terpuji dalam perkata-an, perbuatan, dan sifat-sifatNya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. At-Tagabun: 6

Ayat ini memuat 5 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (2), ghunnah (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • رُسُلُهُم بِٱلۡبَيِّنَٰتِMim mati bertemu ب

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • كَانَتت mati
  • أَبَشَرٞ يَهۡدُونَنَاTanwin bertemu ي

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • بِأَنَّهُۥNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • حَمِيدٞد di akhir ayat (waqaf)

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini