Surat At-Taubah Ayat 48

QS. At-Taubah: 48 · Juz 10 · Madaniyah

لَقَدِ ٱبۡتَغَوُاْ ٱلۡفِتۡنَةَ مِن قَبۡلُ وَقَلَّبُواْ لَكَ ٱلۡأُمُورَ حَتَّىٰ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَظَهَرَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَهُمۡ كَٰرِهُونَ

Laqadibtagawul-fitnata min qablu wa qallabū lakal-umūra ḥattā jā'al-ḥaqqu wa ẓahara amrullāhi wa hum kārihūn(a).

Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.

Baca dalam Surat At-Taubah

Tafsir QS. At-Taubah: 48

Penjelasan ayat 46–48 sekaligus.

"Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiap-kan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka, 'Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.' Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan be-laka, dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu, sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusak-kan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya." (At-Taubah: 46-48).

(46) Allah تعالى berfirman menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak ikut serta dalam berjihad dari kalangan orang-orang munafik, telah nampak dari mereka indikasi-indikasi tidak ingin berjihad sama sekali, dan bahwa alasan yang mereka ajukan adalah batil, karena alasan yang benar adalah penghalang yang mengha-langi jika seorang hamba telah mengeluarkan upayanya dan ber-usaha melakukan sebab-sebab yang dengannya dia bisa keluar berjihad lalu dia terhalangi oleh penghalang yang syar'i, inilah yang dianggap sebagai alasan. Adapun orang-orang munafik itu sean-dainya ﴿ أَرَادُواْ ٱلۡخُرُوجَ لَأَعَدُّواْ لَهُۥ عُدَّةٗ ﴾ "mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu." Yakni mereka pasti bersiap-siap dan melakukan sarana-sarana yang membantu, akan tetapi karena mereka tidak melakukan persiapan, maka terbuktilah bahwa mereka memang tidak ingin berangkat. ﴿ وَلَٰكِن كَرِهَ ٱللَّهُ ٱنۢبِعَاثَهُمۡ ﴾ "Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka", bersamamu kepa-da jihad, ﴿ فَثَبَّطَهُمۡ ﴾ "maka Allah melemahkan keinginan mereka", dengan qadha dan qadarnya, meskipun Dia telah memerintahkan mereka dan mendorong mereka untuk keluar berjihad dan menjadikan mereka mampu untuk itu, akan tetapi dengan hikmahNya Dia tidak berkenan membantu mereka, Dia membiarkan dan melemahkan niat mereka, ﴿ وَقِيلَ ٱقۡعُدُواْ مَعَ ٱلۡقَٰعِدِينَ ﴾ "dan dikatakan kepada mereka, 'Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu'." Dari kalangan para wanita dan orang-orang yang berhalangan.

(47) Kemudian Allah menyebutkan hikmahNya dalam hal ini. ﴿ لَوۡ خَرَجُواْ فِيكُم مَّا زَادُوكُمۡ إِلَّا خَبَالٗا ﴾ "Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka", yakni kekurangan, ﴿ وَلَأَوۡضَعُواْ خِلَٰلَكُمۡ ﴾ "dan tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu", yakni, mereka akan menyulut fitnah dan keburukan di antaramu dan memecah belah persatuanmu ﴿ يَبۡغُونَكُمُ ٱلۡفِتۡنَةَ ﴾ "untuk mengadakan kekacauan di antara-mu." Yakni mereka berkeinginan keras memicu fitnah dan memacu permusuhan di antaramu. ﴿ وَفِيكُمۡ ﴾ "Sedang di antara kamu ada orang-orang", yang lemah akalnya ﴿ سَمَّٰعُونَ لَهُمۡۗ ﴾ "yang amat suka mendengarkan perkataan mereka." Yakni memenuhi panggilan mereka dan tertipu oleh mereka. Jika mereka berkeinginan keras untuk menelantar-kanmu dan ingin menanamkan keburukan di antaramu, serta me-lemahkan barisanmu di depan musuhmu sedangkan di antaramu ada yang menerima ucapan mereka dan mendengarnya, maka bagaimana menurutmu dengan keburukan yang terjadi dan akibat pahit yang timbul jika mereka berangkat bersama orang-orang yang beriman? Milik Allah-lah hikmah yang sempurna manakala Dia melemahkan niat mereka dan mencegah mereka keluar bersama hamba-hambaNya yang beriman karena kasih sayangNya kepada hamba-hambaNya agar mereka tidak disusupi orang-orang yang tidak berguna malah membahayakan. ﴿ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ ﴾ "Dan Allah mengetahui orang-orang yang zhalim." Maka Dia memberitahu hamba-hambaNya bagaimana mewaspadai mereka dan menjelaskan dam-pak negatif akibat berteman dengan mereka.

(48) Kemudian Allah menyebutkan bahwa mereka telah menanam keburukan sebelumnya, Dia berfirman, ﴿ لَقَدِ ٱبۡتَغَوُاْ ٱلۡفِتۡنَةَ مِن قَبۡلُ ﴾ "Sesungguhnya dari dahulu pun mereka telah mencari-cari kekacau-an." Yakni pada waktu kamu hijrah ke Madinah, mereka berusaha dengan sekuat tenaga, ﴿ وَقَلَّبُواْ لَكَ ٱلۡأُمُورَ ﴾ "dan mereka mengatur berba-gai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu." Yakni mereka memutar otak dan membuat tipu daya untuk membatalkan dakwahmu dan menghinakan agamamu, dan mereka tidak lalai dalam melakukan hal itu. ﴿ حَتَّىٰ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَظَهَرَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَهُمۡ كَٰرِهُونَ ﴾ "Hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya." Maka batallah tipu daya mereka dan terkikislah ke-batilan mereka, maka orang-orang seperti mereka memang pantas diwaspadai oleh hamba-hamba Allah yang beriman dan agar orang-orang Mukmin tidak peduli dengan ketidakberangkatan mereka kepada jihad.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. At-Taubah: 48

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: ikhfa (1), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِن قَبۡلُNun mati bertemu ق

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • ٱبۡتَغَوُاْب mati
  • قَبۡلُب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini