Surat Az-Zukhruf Ayat 45

QS. Az-Zukhruf: 45 · Juz 25 · Makkiyah

وَسۡـَٔلۡ مَنۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلۡنَا مِن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ءَالِهَةٗ يُعۡبَدُونَ

Was'al man arsalnā min qablika mir rusulinā, aja‘alnā min dūnir-raḥmāni ālihatay yu‘badūn(a).

Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?"

Baca dalam Surat Az-Zukhruf

Tafsir QS. Az-Zukhruf: 45

Penjelasan ayat 40–45 sekaligus.

"Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata? Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat). Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah) ancamkan kepada mereka. Maka sesung-guhnya Kami berkuasa atas mereka. Maka berpegang teguhlah kamu kepada Agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesung-guhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, 'Adakah Kami menentukan ilah-ilah untuk disem-bah selain Allah Yang Maha Pemurah?'" (Az-Zukhruf: 40-45).

(40) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya, Muhammad a, seraya memberi hiburan atas keengganan orang-orang yang men-dustakan, dan tidak mau mengikuti seruan beliau a, dan bahwa-sanya tidak ada kebaikan pada diri mereka dan tidak ada kesucian dalam diri mereka untuk diajak menuju petunjuk, ﴿ أَفَأَنتَ تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ ﴾ "Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar," yaitu orang-orang yang tidak mendengar, ﴿ أَوۡ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ ﴾ "atau (da-patkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta," yakni, orang-orang yang tidak melihat. Ataukah engkau bisa memberi petunjuk pada orang ﴿ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ ﴾ "yang tetap dalam kesesatan yang nyata," yaitu terang dan jelas, karena ia mengetahui kesesatan tapi ridha dengannya. Sebagaimana orang tuli tidak mendengar suara dan orang buta tidak bisa melihat, begitu juga orang yang amat tersesat dengan nyata juga tidak bisa mendapat petunjuk. Fitrah dan akal sehat mereka rusak karena berpaling dari peringatan. Mereka mem-buat-buat keyakinan palsu dan sifat-sifat keji yang menghalangi antara mereka dengan petunjuk yang mengharuskan mereka ter-jerembab dalam kebinasaan.

(41) Tidak tersisa apa pun buat mereka selain azab dan hukuman, baik di dunia ataupun di akhirat. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فَإِمَّا نَذۡهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنۡهُم مُّنتَقِمُونَ ﴾ "Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat)," yaitu, bila Kami mewafatkanmu sebelum Kami memberitahukan azab yang Kami ancamkan pada mereka, maka ketahuilah dengan berita Kami yang benar bahwa Kami benar-benar akan menyiksa mereka yang mendustakan.

(42) ﴿ أَوۡ نُرِيَنَّكَ ٱلَّذِي وَعَدۡنَٰهُمۡ ﴾ "Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami (Allah) ancamkan kepada mereka," berupa azab, ﴿ فَإِنَّا عَلَيۡهِم مُّقۡتَدِرُونَ ﴾ "maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka," tapi hal itu bergantung pada putusan hikmah Allah سبحانه وتعالى, apakah azabnya dipercepat atau ditunda. Inilah kondisimu bersama mereka yang mendustakan.

(43) Sedangkan engkau, ﴿ فَٱسۡتَمۡسِكۡ بِٱلَّذِيٓ أُوحِيَ إِلَيۡكَۖ ﴾ "maka berpegang teguhlah kamu kepada Agama yang telah diwahyukan kepadamu," baik tindakan maupun sifat terhadap sifat yang diperintahkan dan menyeru padanya serta berusaha untuk melaksanakannya pada dirimu sendiri dan pada orang lain. ﴿ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴾ "Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus," yang menghantarkan kepada Allah سبحانه وتعالى dan kepada tempat kemuliaanNya. Inilah yang membuatmu untuk semakin berpegang teguh dan mendapatkan petunjuk bila kau mengetahui bahwa Agama itu adalah benar, adil, jujur, berdiri di atas dasar yang kokoh, sementara yang lain membangun keyakinannya di atas keraguan, dugaan, dan kezhaliman.

(44) ﴿ وَإِنَّهُۥ لَذِكۡرٞ لَّكَ وَلِقَوۡمِكَۖ ﴾ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu," yaitu kebang-gaan bagimu, kebajikan agung serta nikmat yang tidak terkira dan tidak diketahui sifatnya serta mengingatkanmu juga pada kebaikan dunia dan akhirat serta mendorongmu padanya. Juga mengingat-kanmu pada keburukan dan memperingatkanmu darinya. ﴿ وَسَوۡفَ تُسۡـَٔلُونَ ﴾ "Dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab" darinya, apakah kalian menunaikannya sehingga derajat kalian tinggi serta kalian mendapat manfaat, ataukah kalian tidak menunaikannya sehingga menjadi hujjah yang akan melawan kalian serta sebagai suatu kekufuran dari kalian dengan nikmat ini?

(45) ﴿ وَسۡـَٔلۡ مَنۡ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلۡنَا مِن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ءَالِهَةٗ يُعۡبَدُونَ ﴾ "Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, 'Adakah Kami menentukan sesembahan-sesembahan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah'," sehingga orang-orang musyrik memiliki semacam hujjah yang mereka ikuti dari salah seorang rasul tersebut? Bila kau bertanya dan mencari tahu kondisi mereka (para rasul), kau tidak akan mendapatkan satu pun dari mereka yang menyeru untuk menjadikan tuhan lain bersama Allah سبحانه وتعالى. Se-mua rasul dari yang pertama hingga yang terakhir sama menyeru untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, Yang tidak ada sekutu bagiNya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ ﴾ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut'." (An-Nahl: 36). Semua rasul yang diutus Allah سبحانه وتعالى mengatakan pada kaumnya, ﴿ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۚ ﴾ "Sembahlah Allah, tidak ada bagi kalian Tuhan lain selainNya." Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang musyrik tidak memiliki sandaran dalam kesyirikan mereka, bukan berasal dari akal sehat dan juga bukan dari berita para rasul.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Az-Zukhruf: 45

Ayat ini memuat 5 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (2), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِن قَبۡلِكَNun mati bertemu ق
  • مِن دُونِNun mati bertemu د

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • مِن رُّسُلِنَآNun mati bertemu ر
  • ءَالِهَةٗ يُعۡبَدُونَTanwin bertemu ي

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَبۡلِكَب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini