Surat Az-Zukhruf Ayat 87

QS. Az-Zukhruf: 87 · Juz 25 · Makkiyah

وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَهُمۡ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۖ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ

Wa la'in sa'altahum man khalaqahum layaqūlunnallāhu fa annā yu'fakūn(a).

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, "Allah", maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?,

Baca dalam Surat Az-Zukhruf

Tafsir QS. Az-Zukhruf: 87

Penjelasan ayat 84–89 sekaligus.

"Dan Dia-lah sesembahan di langit dan sesembahan di bumi dan Dia-lah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Dan Mahasuci (Rabb) Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisiNya-lah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembali-kan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang bersyahadat (bersaksi) yang haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya). Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, 'Siapakah yang menciptakan mereka,' niscaya mereka menjawab, 'Allah,' maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah), dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, 'Ya Rabbku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman.' Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah, 'Salam (selamat tinggal).' Kelak me-reka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk)." (Az-Zukhruf: 84-89).

(84) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa hanya Dia semata yang berhak dipertuhankan dan disembah di langit dan di bumi. Semua penghuni langit dan orang-orang beriman yang ada di bumi me-nyembah dan mengagungkanNya serta tunduk pada keagungan-Nya. Mereka memerlukanNya karena kesempurnaanNya, ﴿ تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبۡعُ وَٱلۡأَرۡضُ وَمَن فِيهِنَّۚ وَإِن مِّن شَيۡءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمۡدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفۡقَهُونَ تَسۡبِيحَهُمۡۚ ﴾ "Bertasbih untukNya tujuh langit dan bumi serta apa pun yang ada padanya dan tidaklah segala sesuatu melainkan bertasbih dengan memujiNya." (Al-Isra`: 44). ﴿ وَلِلَّهِۤ يَسۡجُدُۤ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا ﴾ "Dan kepada Allah sujud semua yang ada di langit dan di bumi secara suka rela dan terpaksa." (Ar-Ra'd: 15). Hanya Dia-lah Yang dipertuhankan dan disembah; yang di-sembah oleh seluruh makhluk secara suka rela dan terpaksa. Dan ini sebagaimana Firman Allah سبحانه وتعالى,, ﴿ وَهُوَ ٱللَّهُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَفِي ٱلۡأَرۡضِ ﴾ "Dan Dia-lah Allah di langit dan di bumi." (Al-An'am: 3). Yakni, predikatnya sebagai yang disembah dan dicintai ada pada keduanya. Sedangkan Dia berada di atas ArasyNya, berbeda dengan makhlukNya, sendiri dengan keluhuran, terpuji dengan kesempurnaanNya. ﴿ وَهُوَ ٱلۡحَكِيمُ ﴾ "Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana," Yang Mahabijak-sana terhadap apa yang diciptakan dan Yang Maha Menyempur-nakan apa yang disyariatkan. Allah سبحانه وتعالى tidak menciptakan sesuatu pun melainkan karena suatu kebijaksanaan dan tidak mensyariat-kan sesuatu melainkan untuk suatu hikmah. ﴿ ٱلۡعَلِيمُ ﴾ "Lagi Maha Mengetahui" segala sesuatu, Mengetahui yang rahasia dan tersem-bunyi, tidak ada sebesar biji atom pun yang luput dariNya, baik yang ada di alam atas maupun alam bawah, tidak pula yang lebih kecil atau lebih besar dari biji atom.

(85) ﴿ وَتَبَارَكَ ٱلَّذِي لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴾ "Dan Mahasuci (Rabb) Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan apa yang ada di antara keduanya." ﴿ وَتَبَارَكَ ﴾ "Mahasuci," yaitu Mahatinggi dan Agung, ba-nyak kebaikanNya, luas sifat-sifatNya, agung kerajaanNya, luas ilmuNya, Maha Mengetahui segala sesuatu, hingga Dia sendiri yang mengetahui keghaiban yang tidak satu pun dari makhlukNya tahu; tidak nabi yang diutus dan tidak pula malaikat yang dekat dengan Allah. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ ﴾ "Dan di sisiNya-lah pengetahuan tentang Hari Kiamat." Zharf (kata kete-rangan tempat dan waktu) didahulukan untuk menunjukkan pem-batasan. Yaitu, hanya Dia yang mengetahui kapan tibanya Hari Kiamat. Di antara kesempurnaan kerajaanNya adalah Dia me-nguasai kerajaan dunia dan akhirat. Karena itu Dia berfirman, ﴿ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴾ "Dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan," yaitu di akhirat, Allah سبحانه وتعالى akan menghukumi secara adil di antara kalian.

(86) Di antara kesempurnaan kekuasaanNya adalah, tidak ada satu pun dari makhlukNya yang berkuasa atas sesuatu pun, tidak ada seorang pun yang dapat memberi syafa'at tanpa izinNya, ﴿ وَلَا يَمۡلِكُ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلشَّفَٰعَةَ ﴾ "dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa'at," dengan kata lain, semua yang disembah selain Allah سبحانه وتعالى dari para nabi, malaikat, dan lainnya, tidak berkuasa atas syafa'at dan tidak bisa memberikan-nya tanpa izin dari Allah سبحانه وتعالى dan mereka pun tidak bisa memberi syafa'at kecuali bagi orang yang diridhai Allah سبحانه وتعالى. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ إِلَّا مَن شَهِدَ بِٱلۡحَقِّ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ ﴾ "Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa'at ialah) orang yang bersyahadat (bersaksi) dengan yang haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya)," yakni, mengucapkan dengan lisan, mengakui dengan hati dan mengetahui apa yang dipersaksi-kan tersebut. Disyaratkan persaksiannya harus benar, yaitu bersaksi untuk Allah سبحانه وتعالى dengan keesaan, bersaksi untuk para rasul dengan kenabian dan risalah dan membenarkan apa yang mereka bawa berupa asas dan cabang Agama, hakikat dan syariat Agama. Me-reka itulah orang-orang yang akan bisa mendapatkan faidah dari syafa'at orang-orang yang memberi syafa'at dan mereka adalah orang-orang yang selamat dari siksa Allah سبحانه وتعالى serta beruntung men-dapatkan pahalaNya.

(87) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّنۡ خَلَقَهُمۡ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۖ ﴾ "Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, 'Siapakah yang men-ciptakan mereka?' Niscaya mereka menjawab, 'Allah'." Maksudnya, jika kau bertanya pada orang-orang musyrik tentang tauhid rubu-biyah dan siapakah Pencipta itu, pasti mereka mengakui bahwa Dia-lah Allah سبحانه وتعالى, yang tidak ada sekutu bagiNya, ﴿ فَأَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ ﴾ "Maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)?" Artinya, bagaimanakah mereka bisa dipalingkan dari menyembah Allah سبحانه وتعالى dan ikhlas semata karenaNya? Pengakuan mereka akan tauhid rububiyah mengharuskan mereka bertauhid uluhiyah yang merupakan dalil terbesar atas batilnya kesyirikan.

(88) ﴿ وَقِيلِهِۦ يَٰرَبِّ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ قَوۡمٞ لَّا يُؤۡمِنُونَ ﴾ "Dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, 'Ya Rabbku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman'." Kalimat ini ma'thuf kepada Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ وَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ ﴾ "Dan di sisiNya pengetahuan Hari Kiamat," yaitu, dan di sisiNya-lah pengetahuan tentang apa yang Muhammad a ucapkan seraya mengeluh pada Rabbnya akan kedustaan kaumya karena merasa sedih atas hal itu serta menyesali ketidakberimanan mereka. Allah سبحانه وتعالى mengetahui kondisi ini dan Mahakuasa untuk menyegerakan siksaan untuk mereka, tapi Allah سبحانه وتعالى Mahasabar yang menangguhkan para hamba, karena Allah سبحانه وتعالى mengetahui bahwa mereka akan bertaubat dan kembali (kepadaNya).

(89) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فَٱصۡفَحۡ عَنۡهُمۡ وَقُلۡ سَلَٰمٞۚ ﴾ "Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah, 'Salam (sela-mat tinggal)'," yakni, berpalinglah dari gangguan mereka, baik gang-guan lisan maupun tindakan, serta maafkan mereka, jangan kau sahuti mereka kecuali dengan ucapan salam yang biasa diucapkan oleh orang-orang berakal dan memiliki mata hati untuk orang-orang bodoh, sebagaimana yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى tentang hamba-hambaNya yang shalih, ﴿ وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلۡجَٰهِلُونَ ﴾ "Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka," yakni, sesuai dengan ucapan kebodohan mereka, ﴿ قَالُواْ سَلَٰمٗا ﴾ "mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan." Rasulullah a melaksanakan perintah Rabbnya dan menghadapi gangguan dari kaumnya dan orang lain dengan memaafkan dan berpaling. Dia hanya menghadapinya dengan kebaikan dan tutur kata yang baik. Semoga kesejahteraan serta keselamatan Allah سبحانه وتعالى senantiasa terlimpah pada orang yang dikhususkan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan akhlak yang agung, dengan akhlak itu Rasulullah a menjadi makhluk utama penghuni langit dan bumi. Dengan akhlak itu beliau terangkat tinggi melebihi bintang. Dan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ﴾ "Kelak mereka akan me-ngetahui (nasib mereka yang buruk)," yakni akibat dosa dan kejahatan mereka.

Selesai Tafsir Surat az-Zukhruf. Segala puji dan karunia hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Az-Zukhruf: 87

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (1), ghunnah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • وَلَئِن سَأَلۡتَهُمNun mati bertemu س

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • سَأَلۡتَهُم مَّنۡMim mati bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • لَيَقُولُنَّNun bertasydid
  • فَأَنَّىٰNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini