Surat Az-Zumar Ayat 4

QS. Az-Zumar: 4 · Juz 23 · Makkiyah

لَّوۡ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدٗا لَّٱصۡطَفَىٰ مِمَّا يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ سُبۡحَٰنَهُۥۖ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ

Wa lau arādallāhu ay yattakhiża waladal laṣṭafā mimmā yakhluqu mā yasyā'(u), subḥānah(ū), huwallāhul-wāḥidul-qahhār(u).

Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

Baca dalam Surat Az-Zumar

Tafsir QS. Az-Zumar: 4

"Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendakiNya di antara ciptaanNya. Mahasuci Dia dari itu. Dia-lah Allah, Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." (Az-Zumar: 4).

(4) ﮋ لَّوۡ أَرَادَ ٱللَّهُ أَن يَتَّخِذَ وَلَدٗا ﮊ "Kalau sekiranya Allah hendak meng-ambil "anak," sebagaimana diyakini oleh makhluk-makhluk yang dungu, ﮋ لَّٱصۡطَفَىٰ مِمَّا يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ ﮊ "tentu Dia akan memilih apa yang di-kehendakiNya di antara ciptaanNya." Maksudnya, niscaya Dia memilih salah satu ciptaanNya yang Dia kehendaki dan Dia istimewakan untuk diriNya dan menjadikannya seperti anak dan tidak perlu mengambil istri. ﮋ سُبۡحَٰنَهُۥۖ ﮊ "Mahasuci Dia" dari apa-apa yang didugakan oleh orang-orang kafir atau dari apa-apa yang dinisbatkan kepadaNya oleh orang-orang yang mulhid. ﴿ هُوَ ٱللَّهُ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴾ "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." Yakni, Yang Esa dalam DzatNya, dalam nama-nama dan sifat-sifatNya serta dalam perbuatanNya, maka tidak ada yang serupa sedikitpun denganNya dalam hal itu dan tidak ada pula yang semisal denganNya. Maka kalau ia mempunyai anak, niscaya ia harus serupa denganNya dalam keesaanNnya, karena anak adalah merupakan sebagian dariNya dan bagian dariNya. Yang Maha Mengalahkan seluruh alam atas (langit) dan alam bawah (bumi). Kalau seandainya Dia punya anak, maka anak itu tidak akan dikalahkan dan sudah tentu ia sangat dimanjakan oleh bapak-nya. Padahal keesaan Allah سبحانه وتعالى dan kemahatidakterkalahkanNya itu adalah satu kesatuan. Jadi, yang Esa itu tidak mungkin ada kecuali Maha Mengalahkan; dan yang Maha Mengalahkan itu tidak mung-kin ada kecuali pasti Esa. Yang demikian ini menafikan persekutuan bagiNya dari segala sisinya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Az-Zumar: 4

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: idgham (2), ghunnah (1), qalqalah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • أَن يَتَّخِذَNun mati bertemu ي
  • وَلَدٗا لَّٱصۡطَفَىٰTanwin bertemu ل

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • مِمَّاMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • سُبۡحَٰنَهُۥۖب mati