Surat Fatir Ayat 5

QS. Fatir: 5 · Juz 22 · Makkiyah

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ

Yā ayyuhan-nāsu inna wa‘dallāhi ḥaqqun falā tagurrannakumul-ḥayātud-dun-yā, wa lā yagurrannakum billāhil-garūr(u).

Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.

Baca dalam Surat Fatir

Tafsir QS. Fatir: 5

Penjelasan ayat 5–7 sekaligus.

"Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. Orang-orang yang kafir, bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar." (Fathir: 5-7)

(5-6) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ ﴾ "Hai manusia, se-sungguhnya janji Allah" akan adanya kebangkitan dan pembalasan terhadap amal perbuatan ﴿ حَقّٞۖ ﴾ "adalah benar adanya." Maksudnya: Tidak ada keraguan, kebimbangan ataupun ketidakpastian pada-nya. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai dalil sam'i (wahyu) dan berbagai argumen aqli (logis). Jika janjiNya adalah benar, maka bersiap-siaplah untuk menghadapinya dan pergunakanlah segera waktu-waktu kalian yang sangat berharga itu untuk beramal shalih, dan jangan sekali-kali ada yang menghalangi kalian dari yang demikian. ﴿ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا ﴾ "Maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu" dengan segala kelezatan dan kegemerlapan-nya serta segala tuntutannya, sehingga melalaikan kalian dari tujuan kalian diciptakan, ﴿ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ﴾ "dan sekali-kali janganlah setan yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah" yaitu setan, musuh kalian yang sesungguhnya, ﴿ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ ﴾ "maka anggap-lah ia musuh." Maksudnya: Hendaknya permusuhan setan terhadap kalian menjadi perhatian, dan jangan kalian meremehkan serangan-nya yang biasa terjadi setiap waktu, sebab dia bisa melihat kalian sedangkan kalian tidak dapat melihatnya, dan dia selalu mengintai kalian. ﴿ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ﴾ "Karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." Inilah maksud dan yang diinginkannya dari siapa saja yang mengikutinya, yaitu dihinakan sehina-hinanya dengan azab yang sangat dahsyat.

(7) Kemudian Allah menjelaskan bahwa manusia, dilihat dari (sudut pandang) patuh dan tidaknya kepada setan terbagi menjadi dua golongan. Lalu Allah menyebutkan balasan masing-masing golongan, seraya berfirman, ﴿ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴾ "Orang-orang yang kafir" yang mengingkari apa yang dibawa oleh para rasul dan di-jelaskan oleh kitab-kitab suci, ﴿ لَهُمۡ عَذَابٞ شَدِيدٞۖ ﴾ "bagi mereka azab yang keras" di dalam Neraka Jahanam; sangat dahsyat keadaan dan sifat-sifatnya, dan mereka kekal abadi di dalamnya selama-lamanya. ﴿ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴾ "Dan orang-orang yang beriman" dengan hati mereka kepada hal-hal yang Allah serukan untuk diimani, ﴿ وَعَمِلُواْ ﴾ "dan mengerjakan," dengan anggota badan mereka, amal-amal shalih sesuai dengan konsekwensi iman tersebut ﴿ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ ﴾ "bagi mereka ampunan" terhadap dosa-dosa mereka, yang dengannya keburukan dan segala hal yang tidak diinginkan menjadi hilang dari mereka ﴿ وَأَجۡرٞ كَبِيرٌ ﴾ "dan pahala yang besar," yang dengannya segala hal yang diinginkan pasti tercapai.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Fatir: 5

Ayat ini memuat 6 bacaan bertajwid: ikhfa (2), ghunnah (4).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • حَقّٞۖ فَلَاTanwin bertemu ف
  • يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِMim mati bertemu ب

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ٱلنَّاسُNun bertasydid
  • إِنَّNun bertasydid
  • تَغُرَّنَّكُمُNun bertasydid
  • يَغُرَّنَّكُمNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini