Surat Fussilat Ayat 42

QS. Fussilat: 42 · Juz 24 · Makkiyah

لَّا يَأۡتِيهِ ٱلۡبَٰطِلُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ تَنزِيلٞ مِّنۡ حَكِيمٍ حَمِيدٖ

Lā ya'tīhil-bāṭilu mim baini yadaihi wa lā min khalfih(ī), tanzīlum min ḥakīmin ḥamīd(in).

Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur`ān) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Baca dalam Surat Fussilat

Tafsir QS. Fussilat: 42

Penjelasan ayat 40–42 sekaligus.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada Hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari adz-Dzikr ketika ia datang kepada mereka, dan se-sungguhnya ia adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepada-nya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Dzat Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji." (Fushshilat: 40-42).

(40) Ilhad (kufur) terhadap ayat-ayat Allah adalah membe-lokkannya dari yang sebenarnya dengan cara apa pun, apakah de-ngan cara mengingkari, tidak mempercayainya dan mendustakan orang yang membawanya, ataupun dengan cara memalingkan dan mengalihkannya dari maknanya yang hakiki dan menetapkan makna-makna yang sama sekali bukan yang Allah kehendaki. Maka dari itu Allah mengancam siapa yang bersikap ilhad terhadap ayat-ayatNya, bahwa semua itu tidak ada yang tersembunyi dari Allah, bahkan Dia mengetahui lahir dan batin orang itu, dan Dia akan membalasnya atas sikap ilhadNya sesuai dengan apa yang telah dilakukannya. Karena itu di sini Allah berfirman, ﴿ أَفَمَن يُلۡقَىٰ فِي ٱلنَّارِ ﴾ "Maka apa-kah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka" seperti orang yang mulhid terhadap ayat-ayat Allah itu ﴿ خَيۡرٌ أَم مَّن يَأۡتِيٓ ءَامِنٗا يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴾ "lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada Hari Kiamat," dari azab Allah lagi berhak mendapat pahalaNya? Sudah dimaklumi bahwa inilah yang terbaik. Setelah yang haq menjadi jelas (terpisah) dari kebatilan, dan jalan yang dapat menyelamatkan dari azabNya dari jalan yang membinasakan, Dia berfirman, ﴿ ٱعۡمَلُواْ مَا شِئۡتُمۡ ﴾ "Perbuatlah apa yang kamu kehendaki," jika kalian mau, silahkan menempuh jalan kebe-runtungan yang dapat mengantarkan kepada ridha dan surga Rabb kalian, dan jika kalian mau, silahkan menempuh jalan kesesatan yang membuat murka Rabb, yang bisa menceburkan kalian ke negeri kesengsaraan. ﴿ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ ﴾ "Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." Dia akan membalas kalian sesuai dengan kondisi dan perbuatan kalian. Ayat ini sama dengan FirmanNya yang lain, ﴿ وَقُلِ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكُمۡۖ فَمَن شَآءَ فَلۡيُؤۡمِن وَمَن شَآءَ فَلۡيَكۡفُرۡۚ ﴾ "Dan katakanlah, 'Yang benar itu dari Rabb kalian, maka barang-siapa yang menghendaki, silahkan beriman, dan barangsiapa yang meng-hendaki, silahkan kafir'." (Al-Kahfi: 29).

(41-42) Kemudian Allah berfirman, ﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِٱلذِّكۡرِ ﴾ "Se-sungguhnya orang-orang yang mengingkari adz-Dzikr," maksudnya, mengingkari al-Qur`an al-Karim yang mengingatkan manusia akan seluruh kepentingan dunia, agama dan akhirat mereka, yang meninggikan kedudukan siapa saja yang mengikutinya, ﴿ لَمَّا جَآءَهُمۡۖ ﴾ "ketika ia datang kepada mereka" sebagai nikmat dari Tuhan mereka melalui tangan manusia termulia dan tersempurna, ﴿ وَ﴾ "dan," padahal ﴿ إِنَّهُۥ ﴾ "sesungguhnya ia" adalah kitab yang mencakup selu-ruh sifat-sifat kesempurnaan ﴿ عَزِيزٞ ﴾ "yang mulia" yang kokoh dari setiap siapa saja yang menghendaki tahrif atau keburukan terhadap-nya, dan karena itu Allah berfirman, ﴿ لَّا يَأۡتِيهِ ٱلۡبَٰطِلُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ ﴾ "Yang tidak datang kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya," maksudnya, tidak akan didekati oleh setan dari golongan manusia dan dari golongan jin, apakah untuk mencuri, atau menyusupkan sesuatu yang bukan darinya, atau melakukan penambahan atau pengurangan, jadi, ia terpelihara pada saat diturunkan, terpelihara lafazh-lafazh dan makna-maknanya, telah dijamin oleh Allah yang menurunkannya keterpeliharaannya, sebagaimana difirmankan oleh Allah, ﴿ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ 9 ﴾ "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an dan sesung-guhnya Kami benar-benar memeliharanya."(Al-Hijr: 9), ﴿ تَنزِيلٞ مِّنۡ حَكِيمٍ ﴾ "yang diturunkan dari Yang Mahabijaksana" dalam men-ciptakan dan memerintah, Dia menempatkan segala sesuatu secara tepat pada tempatnya dan mendudukkannya pada kedudukannya masing-masing ﴿ حَمِيدٖ ﴾ "lagi Maha Terpuji" atas sifat-sifat kesem-purnaan dan kemuliaan yang dimilikiNya, dan atas keadilan dan pemberian karuniaNya, maka dari itu KitabNya mengandung ke-sempurnaan hikmah (kebijaksanaanNya) dan perolehan berbagai maslahat dan manfaat serta pencegahan terhadap segala hal yang merusak dan berbagai hal yang membahayakan, yang karena semua itu Dia terpuji.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Fussilat: 42

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (1), iqlab (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • تَنزِيلٞNun mati bertemu ز

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • تَنزِيلٞ مِّنۡTanwin bertemu م

Iqlab

Nun mati atau tanwin sebelum ba berubah bunyi menjadi mim, berdengung.

  • مِنۢ بَيۡنِNun mati bertemu ب

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • حَمِيدٖد di akhir ayat (waqaf)

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini