Surat Hud Ayat 101

QS. Hud: 101 · Juz 12 · Makkiyah

وَمَا ظَلَمۡنَٰهُمۡ وَلَٰكِن ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡۖ فَمَآ أَغۡنَتۡ عَنۡهُمۡ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِي يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَيۡءٖ لَّمَّا جَآءَ أَمۡرُ رَبِّكَۖ وَمَا زَادُوهُمۡ غَيۡرَ تَتۡبِيبٖ

Wa mā ẓalamnāhum wa lākin ẓalamū anfusahum famā agnat ‘anhum ālihatuhumul-latī yad‘ūna min dūnillāhi min syai'il lammā jā'a amru rabbik(a), wa mā zādūhum gaira tatbīb(in).

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, pada waktu azab Tuhan-mu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.

Baca dalam Surat Hud

Tafsir QS. Hud: 101

Penjelasan ayat 96–101 sekaligus.

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata, kepada Fir'aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikuti perin-tah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perin-tah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan. Dan mereka selalu diikuti dengan ku-tukan di dunia dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Laknat itu sebu-ruk-buruk tempat yang didatangi. Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang kami ceritakan kepa-damu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang meng-aniaya diri mereka sendiri, karena tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang. Dan sembahan-sembahan itu ti-daklah menambah kepada mereka melainkan kebinasaan belaka." (Hud: 96-101)

(96) ﴿ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا مُوسَىٰ ﴾ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa", bin Imran ﴿ بِـَٔايَٰتِنَا ﴾ "dengan tanda-tanda (kekuasaan) Kami", yang menunjukkan kebenaran agama yang dibawanya seperti tongkat, tangan dan tanda-tanda yang lain yang Allah berlakukan melalui tangan Musa, ﴿ وَسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ ﴾ "dan mukjizat yang nyata." Yakni hujjah yang jelas dan gamblang yang muncul seperti matahari.

(97) ﴿ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ وَمَلَإِيْهِۦ ﴾ "Kepada Fir'aun dan pemimpin-pemim-pin kaumnya", maksudnya tokoh kaumnya, karena mereka diikuti, sedangkan selain mereka adalah pengikut bagi mereka. Mereka tidak tunduk pada mukjizat yang dibawa oleh Musa dan ditunjuk-kannya kepada mereka seperti yang telah dirinci di surat al-A'raf, mereka justru ﴿ فَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ فِرۡعَوۡنَۖ وَمَآ أَمۡرُ فِرۡعَوۡنَ بِرَشِيدٖ ﴾ "mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar." Fir'aun adalah sesat dan menyimpang, dia tidak memerintahkan kecuali kepada kemudaratan murni.

(98) Tidak aneh ketika kaumnya mengikutinya, maka Fir'aun mencelakakan dan membinasakan mereka. ﴿ يَقۡدُمُ قَوۡمَهُۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَأَوۡرَدَهُمُ ٱلنَّارَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡوِرۡدُ ٱلۡمَوۡرُودُ ﴾ "Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi."

(99) ﴿ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِۦ ﴾ "Dan mereka selalu diikuti" di dunia ini ﴿ لَعۡنَةٗ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ ﴾ "dengan kutukan dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Allah, malaikat, dan semua manusia melaknat mereka di dunia dan akhirat. ﴿ بِئۡسَ ٱلرِّفۡدُ ٱلۡمَرۡفُودُ ﴾ "Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang diberikan." Maksudnya, ia adalah sejelek-jelek sesuatu yang terkumpul untuk mereka. Azab Allah dan laknat dunia dan akhirat menumpuk pada mereka.

(100) Tatkala Allah menyebutkan kisah-kisah umat dengan rasul-rasul mereka, maka Allah berfirman kepada RasulNya,﴿ ذَٰلِكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيۡكَۖ ﴾ "Itu adalah sebagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad)", agar kamu memperingatkan manusia dengannya, sebagai bukti kerasulanmu, nasihat dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. ﴿ مِنۡهَا قَآئِمٞ ﴾ "Di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya", belum hilang sama sekali, masih ada bekas-bekas negeri yang me-nunjukkannya. ﴿ و َ ﴾ "Dan" darinya ﴿ ح َ ص ِ ي ْ د ٌ ﴾ "ada (pula) yang telah musnah." Tempat tinggal mereka terkikis habis, tak berbekas dan tidak ada tanda-tandanya.

(101) ﴿ وَمَا ظَلَمۡنَٰهُمۡ ﴾ "Dan Kami tidaklah menganiaya mereka", de-ngan menimpakan berbagai azab kepada mereka, ﴿ وَلَٰكِن ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡۖ ﴾ "tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri", dengan syirik, kufur dan penentangan. ﴿ فَمَآ أَغۡنَتۡ عَنۡهُمۡ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِي يَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَيۡءٖ لَّمَّا جَآءَ أَمۡرُ رَبِّكَۖ ﴾ "Karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun kepada mereka sem-bahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Rabbmu datang." Begitulah semua orang yang berlindung kepada selain Allah, ia tidak dapat melindunginya pada waktu azab itu turun. ﴿ وَمَا زَادُوهُمۡ غَيۡرَ تَتۡبِيبٖ ﴾ "Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka melainkan kebinasaan belaka." Kerugian dan kebinasaan, tidak seperti yang terlintas di benak mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Hud: 101

Ayat ini memuat 8 bacaan bertajwid: ikhfa (4), idgham (1), ghunnah (1), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • وَلَٰكِن ظَلَمُوٓاْNun mati bertemu ظ
  • أَنفُسَهُمۡۖNun mati bertemu ف
  • مِن دُونِNun mati bertemu د
  • مِن شَيۡءٖNun mati bertemu ش

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • شَيۡءٖ لَّمَّاTanwin bertemu ل

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • لَّمَّاMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • يَدۡعُونَد mati
  • تَتۡبِيبٖب di akhir ayat (waqaf)

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini