Surat Luqman Ayat 32

QS. Luqman: 32 · Juz 21 · Makkiyah

وَإِذَا غَشِيَهُم مَّوۡجٞ كَٱلظُّلَلِ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخۡلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ فَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞۚ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا كُلُّ خَتَّارٖ كَفُورٖ

Wa iżā gasyiyahum maujun kaẓ-ẓulali da‘awullāha mukhliṣīna lahud-dīn(a), falammā najjāhum ilal-barri faminhum muqtaṣid(un), wa mā yajḥadu bi'āyātinā illā kullu khattārin kafūr(in).

Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami, selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.

Baca dalam Surat Luqman

Tafsir QS. Luqman: 32

Penjelasan ayat 31–32 sekaligus.

"Tidakkah kamu memperhatikan bahwa kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkanNya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. Dan apabila me-reka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya, lalu tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, maka sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang menging-kari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang tidak setia lagi ingkar." (Luqman: 31-32).

(31) Maksudnya, tidakkah kamu melihat sebagian dari tanda-tanda kekuasaanNya, rahmatNya dan perhatianNya kepada hamba-hambaNya, yaitu menundukkan lautan, di mana kapal da-pat berlayar dengan perintahNya yang bersifat taqdiri (ketetapan) dan kehalusan dan kebaikanNya, ﴿ لِيُرِيَكُم مِّنۡ ءَايَٰتِهِۦٓۚ ﴾ "supaya diperlihat-kanNya kepadamu sebagian dari tanda-tandaNya," karena di dalamnya terdapat manfaat dan pelajaran. ﴿ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّكُلِّ صَبَّارٖ شَكُورٖ ﴾ "Sesung-guhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur," merekalah yang memanfaatkan ayat-ayat tersebut, ﴿ صَبَّارٖ ﴾ "yang sangat sabar," atas segala kesempitan, ﴿ شَكُورٖ ﴾ "lagi banyak bersyukur" atas segala kela-pangan. Penyabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah dan terhadap maksiat serta terhadap takdir-takdirNya, lagi penuh syukur kepada Allah atas segala nikmatNya yang bersifat duniawi dan yang ukhrawi.

(32) Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi manusia pada saat mereka mengarungi lautan dan berkecamuknya ombak seperti gunung berada di atas mereka, yaitu mereka menuluskan doa dan ibadah hanya kepada Allah, ﴿ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمۡ إِلَى ٱلۡبَرِّ ﴾ "lalu tatkala Allah menyelamat-kan mereka sampai di daratan" mereka terbagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok muqtashidah. Maksudnya, tidak bersyukur kepada Allah dengan sempurna, malah mereka adalah orang-orang yang melakukan dosa dan zhalim terhadap diri mereka sendiri; dan satu kelompok lagi kafir terhadap nikmat Allah dan mengingkarinya. Maka dari itu, Dia berfirman, ﴿ وَمَا يَجۡحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا كُلُّ خَتَّارٖ ﴾ "Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang mengkhianati," yaitu para pengkhianat. Di antara pengkhianatan-nya adalah bahwa sebelumnya dia telah berjanji kepada Allah, jika Engkau menyelamatkan kami dari lautan dan kesengsaraannya, maka kami akan menjadi orang-orang yang bersyukur. Namun dia merusak janjinya dan dia tidak memenuhinya, ﴿ كَفُورٖ ﴾ "lagi ingkar" terhadap nikmat-nikmat Allah. Tidaklah pantas bagi orang yang telah diselamatkan oleh Allah dari kesengsaraan (kesempitan) itu melainkan tindakan penuh bersyukur atas nikmat-nikmatNya.

Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada manusia agar bertakwa kepadaNya, takwa yang berarti mematuhi perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, dan menarik perhatian mereka untuk takut kepada Hari Kiamat, yaitu hari yang sangat dahsyat yang pada saat itu setiap orang hanya sibuk dengan diri-nya sendiri, dan ﴿ لَّا يَجۡزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِۦ وَلَا مَوۡلُودٌ ﴾ "seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat pula menolong," bapak-nya sedikit pun; tidak bisa menambah kebaikan-kebaikannya dan tidak pula bisa mengurangi dosa-dosanya, karena sesungguhnya setiap orang sudah selesai amalnya dan sudah pasti balasannya. Jadi, memalingkan pandangan kepada hari yang sangat mengeri-kan ini termasuk hal yang dapat menguatkan sang hamba dan me-mudahkan baginya untuk bertakwa kepada Allah. Ini merupakan bentuk rahmat Allah kepada hamba-hambaNya; Dia memerintah mereka agar bertakwa kepadaNya yang di dalamnya terdapat kebahagiaan mereka, dan menjanjikan pahala kepada mereka atas ketakwaannya, dan Dia mengingatkan mereka dari siksaanNya, membuat mereka takut kepadaNya dengan nasihat-nasihat dan hal-hal yang menakutkan. Maka segala puji bagiMu, wahai Rabb semesta alam. ﴿ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞۖ ﴾ "Sesungguhnya janji Allah adalah benar," maka janganlah kalian meragukannya, dan janganlah kalian mengerjakan pekerjaan orang yang tidak membenarkan (janji). Maka dari itu Allah berfirman, ﴿ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا ﴾ "Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu" karena keindahan, kemerge-lapan dan segala apa yang terdapat di dalamnya berupa fitnah dan cobaan. ﴿ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ﴾ "Dan jangan pula penipu (setan) memper-dayakan kamu dalam (menaati) Allah," yaitu setan yang selalu menipu manusia dan tidak pernah melalaikannya sepanjang waktu. Yang demikian itu, karena Allah سبحانه وتعالى memiliki hak atas hamba-hambaNya, dan Dia pun sudah menjanjikan kepada mereka suatu janji yang mana Dia akan memberikan balasan kepada mereka sesuai dengan amal-amal perbuatan mereka, dan apakah mereka telah menunai-kan hakNya atau mengabaikannya? Ini adalah satu perkara yang wajib diperhatikan dan hendaklah dijadikan oleh seorang hamba sebagai pusat perhatiannya dan modal perniagaan yang diusaha-kannya. Dan di antara rintangan dan hambatan yang menghalangi-nya adalah dunia yang sangat menggiurkan dan setan yang selalu menggoda lagi berbisik. Maka dari itu Allah سبحانه وتعالى melarang hamba-hambaNya untuk tidak diperdaya oleh dunia atau ditipu oleh setan, ﴿ يَعِدُهُمۡ وَيُمَنِّيهِمۡۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا 120 ﴾ "Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkit-kan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka kecuali tipuan belaka." (An-Nisa`: 120).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Luqman: 32

Ayat ini memuat 8 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (3), ghunnah (1), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مَّوۡجٞ كَٱلظُّلَلِTanwin bertemu ك
  • خَتَّارٖ كَفُورٖTanwin bertemu ك

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • غَشِيَهُم مَّوۡجٞMim mati bertemu م
  • فَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞۚMim mati bertemu م
  • مُّقۡتَصِدٞۚ وَمَاTanwin bertemu و

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • فَلَمَّاMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • مُّقۡتَصِدٞۚق mati
  • يَجۡحَدُج mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini