Surat Luqman Ayat 34

QS. Luqman: 34 · Juz 21 · Makkiyah

إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلۡغَيۡثَ وَيَعۡلَمُ مَا فِي ٱلۡأَرۡحَامِۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسٞ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدٗاۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٖ تَمُوتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرُۢ

Innallāha ‘indahū ‘ilmus-sā‘ah(ti), wa yunazzilul-gaiṡ(a), wa ya‘lamu mā fil-arḥām(i), wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadā(n), wa mā tadrī nafsum bi'ayyi arḍin tamūt(u), innallāha ‘alīmun khabīr(un).

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat dan Dia-lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Baca dalam Surat Luqman

Tafsir QS. Luqman: 34

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengeta-huan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakan-nya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Luqman: 34).

(34) Sudah pasti bahwa sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى, ilmu penge-tahuanNya meliputi apa-apa yang ghaib dan yang nampak, hal-hal yang lahir dan yang batin; dan kadang Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan kepada hamba-hambaNya beberapa perkara-perkara ghaib. Se-dangkan perkara yang lima macam ini termasuk perkara-perkara yang ilmunya tersembunyi dari seluruh manusia. Ia tidak diketahui oleh seorang pun nabi yang diutus sebagai rasul dan tidak pula oleh seorang malaikat muqarrab (yang didekatkan), apalagi oleh yang lainnya. Maka Allah berfirman, ﴿ إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ ﴾ "Sesungguhnya Allah, hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat." Mak-sudnya, Dia mengetahui kapan terjadinya, sebagaimana yang di-firmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴿ يَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرۡسَىٰهَاۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ رَبِّيۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقۡتِهَآ إِلَّا هُوَۚ ثَقُلَتۡ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ لَا تَأۡتِيكُمۡ إِلَّا بَغۡتَةٗۗ ﴾ "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, 'Bilakah terjadi-nya.' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu keda-tangannya kecuali Dia.' Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makh-luk) yang di langit dan bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba." (Al-A'raf: 187). ﴿ وَيُنَزِّلُ ٱلۡغَيۡثَ ﴾ "Dan Dia-lah Yang menurunkan hujan," maksud-nya, hanya Dia semata yang bisa menurunkannya dan mengetahui waktu turunnya, ﴿ وَيَعۡلَمُ مَا فِي ٱلۡأَرۡحَامِۖ ﴾ "dan mengetahui apa yang ada dalam rahim." Dia-lah yang menciptakan apa yang ada di dalam rahim, dan Dia mengetahui hakikatnya, apakah dia laki-laki ataukah pe-rempuan? Maka dari itu malaikat yang bertugas mengurusi rahim ber-tanya kepada Allah, هَلْ هُوَ ذَكَرٌ أَمْ أُنْثَى؟ فَيَقْضِي اللّٰهُ مَا يَشَاءُ. "'Apakah janin ini laki-laki atau perempuan?' Lalu Allah memutus-kan apa yang dikehendakiNya." ﴿ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسٞ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدٗاۖ ﴾ "Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui apa yang akan diusahakannya besok," dari usaha dalam urusan agamanya dan urusan dunianya, ﴿ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٖ تَمُوتُۚ ﴾ "dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati." Tetapi hanya Allah sajalah yang mengetahui semua itu. Setelah Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan hal-hal tersebut (bagi diriNya), maka Dia menyatakan bahwa keluasan ilmuNya meliputi segala sesuatu, seraya berfirman, ﴿ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ ﴾ "Sesungguhnya Allah Maha Menge-tahui lagi Maha Mengenal." Dia meliputi segala sesuatu yang lahir, yang batin, yang tersembunyi, yang tersimpan, dan yang rahasia. Dan di antara hikmahNya yang sempurna adalah Dia merahasiakan lima perkara tersebut dari hamba-hambaNya, karena di dalamnya terkandung banyak maslahat yang sudah pasti tidak bisa diragukan lagi bagi siapa saja yang merenungkannya.

Selesailah tafsir Surat Luqman dengan berkat karunia dan pertolongan dari Allah, dan segala puji hanya bagi Allah.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hadits terkait QS. Luqman: 34

Hukum Tajwid QS. Luqman: 34

Ayat ini memuat 9 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (2), iqlab (1), ghunnah (2), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • عِندَهُۥNun mati bertemu د
  • أَرۡضٖ تَمُوتُۚTanwin bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • نَفۡسٞ مَّاذَاTanwin bertemu م
  • غَدٗاۖ وَمَاTanwin bertemu و

Iqlab

Nun mati atau tanwin sebelum ba berubah bunyi menjadi mim, berdengung.

  • نَفۡسُۢ بِأَيِّTanwin bertemu ب

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّNun bertasydid
  • إِنَّNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • تَدۡرِيد mati
  • تَدۡرِيد mati