Surat Luqman Ayat 8

QS. Luqman: 8 · Juz 21 · Makkiyah

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلنَّعِيمِ

Innal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun na‘īm(i).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan,

Baca dalam Surat Luqman

Tafsir QS. Luqman: 8

Penjelasan ayat 6–9 sekaligus.

"Dan di antara manusia (ada) orang yang membeli perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan, dan menjadikan jalan Allah itu sebagai olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami maka dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengar-nya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka berilah dia kabar gembira dengan azab yang pedih. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka memperoleh surga-surga yang penuh kenikmatan, mereka kekal di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dia-lah Yang Maha-perkasa lagi Mahabijaksana." (Luqman: 6-9).

(6) Maksudnya, ﴿ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن ﴾ "dan di antara manusia ada orang" dia adalah orang yang sial lagi terlantar (tidak memperoleh per-tolongan) ﴿ يَشۡتَرِي ﴾ "yang membeli," maksudnya, memilih dan senang sebagaimana senangnya orang yang mengeluarkan harga pada sesuatu, ﴿ لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ ﴾ "perkataan yang tidak berguna," maksudnya, perkataan-perkataan yang melalaikan hati, yang menghalang-ha-langinya dari nilai-nilai yang mulia. Termasuk dalam hal ini adalah setiap perkataan yang diharamkan dan setiap perkataan yang tidak berguna nan palsu lagi rendahan dari perkataan-perkataan yang mendorong kepada kekafiran, kefasikan dan maksiat, dan dari per-kataan-perkataan para penolak kebenaran, yang mendebat dengan kebatilan untuk mencampakkan yang benar, dan dari gunjingan, adu domba (memfitnah), dusta, cacian dan celaan, serta dari lagu, tiupan seruling-seruling setan, serta dari wanita-wanita penghibur yang melalaikan, yang tidak ada gunanya dalam agama maupun dunia. Maka golongan manusia semacam ini ﴿ يَشۡتَرِي لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ ﴾ "mem-beli perkataan yang tidak berguna" dari perkataan yang berguna, ﴿ لِيُضِلَّ ﴾ "untuk menyesatkan" manusia ﴿ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ ﴾ "tanpa pengetahuan." Maksud-nya, setelah dia sesat karena perbuatannya, maka dia menyesatkan orang lain. Sebab, penyesatan itu tumbuh dari kesesatan; dan pe-nyesatannya dalam perkataannya itu adalah sikapnya menghalang-halangi manusia dari perkataan yang berguna, amal yang berman-faat, dari kebenaran yang jelas dan jalan yang lurus. Dan semua itu tidak akan bisa terlaksana sehingga dia mencemoohkan petunjuk dan kebenaran, dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan, dia memperolok-oloknya dan juga orang (nabi) yang datang dengannya. Nah, apabila dia telah memadukan antara memuji kebatilan dan menganjurkannya dengan mencampakkan yang haq (yang benar) dan memperolok-oloknya serta ahlinya, maka (sung-guh) dia telah menyesatkan orang-orang yang tidak berilmu, dan dia menipunya dengan perkataan-perkataan yang disampaikannya, yaitu perkataan yang tidak bisa dibedakan oleh orang yang sesat dan dia pun tidak mengenal hakikatnya, ﴿ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ ﴾ "mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan," karena mereka sesat, menyesatkan, memperolok-olokkan ayat-ayat Allah dan mendusta-kan kebenaran yang sudah sangat jelas sekali.

(7) Maka dari itu, Dia berfirman, ﴿ وَإِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا ﴾ "Dan apa-bila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami," supaya dia beriman dan tunduk patuh kepadanya, ﴿ وَلَّىٰ مُسۡتَكۡبِرٗا ﴾ "dia berpaling dengan me-nyombongkan diri." Maksudnya, dia berbalik ke belakang dengan menyombongkan diri terhadapnya dan menolaknya, dan ayat-ayat itu tidak bisa masuk ke dalam hatinya dan tidak pula ia berpenga-ruh padanya, akan tetapi ia membelakanginya, ﴿ كَأَن لَّمۡ يَسۡمَعۡهَا ﴾ "seolah-olah dia belum mendengarnya," bahkan, ﴿ كَأَنَّ فِيٓ أُذُنَيۡهِ وَقۡرٗاۖ ﴾ "seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya" maksudnya, penutup hingga tidak ada suara yang bisa memasukinya. Orang seperti ini sama sekali tidak ada jalan untuk memberinya petunjuk. ﴿ فَبَشِّرۡهُ ﴾ "Maka berilah dia kabar gembira" dengan suatu kabar gembira yang bisa membuat di dalam hatinya rasa sedih dan duka, dan pada raut wajahnya keburukan, kegelapan dan kemuraman, ﴿ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ ﴾ "dengan azab yang pedih," menyakitkan hati dan badan-nya, yang tidak dapat diukur kadarnya dan tidak dapat diketahui betapa hebatnya siksaan itu. Ini adalah berita gembira untuk para pelaku kejahatan. Sungguh berita gembira seperti itu sama sekali tidak ada kenikmatannya.

(8-9) Adapun berita gembira untuk para pelaku kebaikan, maka Allah berfirman, ﴿ إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴾ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih," mereka telah memadukan antara ibadah batin dengan beriman dan (ibadah) lahiriyah dengan Islam dan amal shalih, ﴿ لَهُمۡ جَنَّٰتُ ٱلنَّعِيمِ ﴾ "mereka men-dapatkan surga-surga yang penuh kenikmatan," sebagai berita gembira bagi mereka disebabkan (apa) yang telah mereka persiapkan, dan sebagai hidangan bagi mereka disebabkan amal yang telah mereka kerjakan. ﴿ خَٰلِدِينَ فِيهَاۖ ﴾ "Mereka kekal di dalamnya," maksudnya, di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan, kenikmatan hati, jiwa, dan raga. ﴿ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٗاۚ ﴾ "Sebagai janji Allah yang benar," yang tidak mungkin diingkari, dirubah atau diganti. ﴿ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ﴾ "Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana," sempurna keperkasaanNya, pari-purna kebijaksanaanNya. Dari keperkasaan dan hikmahNya Dia memberikan taufikNya kepada orang yang dikehendakiNya, dan mengabaikan (orang yang Dia kehendaki) sesuai dengan tuntutan ilmu dan hikmahNya pada mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Luqman: 8

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: ghunnah (3).

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّNun bertasydid
  • جَنَّٰتُNun bertasydid
  • ٱلنَّعِيمِNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini