Surat Maryam Ayat 14

QS. Maryam: 14 · Juz 16 · Makkiyah

وَبَرَّۢا بِوَٰلِدَيۡهِ وَلَمۡ يَكُن جَبَّارًا عَصِيّٗا

Wa barram biwālidaihi wa lam yakun jabbāran ‘aṣiyyā(n).

dan banyak yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.

Baca dalam Surat Maryam

Tafsir QS. Maryam: 14

Penjelasan ayat 12–15 sekaligus.

"Hai Yahya, ambillah al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi dia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami, dan kesucian (dari dosa). Dan dia adalah seorang yang bertakwa, dan banyak berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah dia seorang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinyalah pada hari dia dilahirkan, dan pada hari dia me-ninggal dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali." (Maryam: 12-15).

(12) Pembicaraan yang telah lewat menunjukkan kelahiran, masa remaja, dan pertumbuhan Yahya. Pada saat dia sudah men-capai usia yang memungkinkannya untuk memahami arah pem-bicaraan, maka Allah memerintahkannya untuk mengambil kitab dengan penuh kekuatan, maksudnya dengan ketelatenan dan ke-sungguhan. Yaitu dengan bersungguh-sungguh dalam menghafal lafazh-lafazhnya, memahami makna-maknanya dan menaati semua perintah dan larangan-larangannya. Inilah wujud kesempurnaan mengambil kitab dengan penuh kekuatan. Lantas, Yahya menaati perintah Rabbnya, memberi perhatian kepadanya, menghafal dan memahaminya. Lalu Allah meletakkan kecerdasan dan kepandaian pada Yahya yang tidak ditemukan pada orang lain. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴿ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡحُكۡمَ صَبِيّٗا 12 ﴾ "Dan Kami berikan kepada-nya hikmah selagi dia masih kanak-kanak," [maksudnya, mengetahui hukum-hukum Allah serta hikmah-hikmahNya saat masih kecil, dan kekanak-kanakan].

(13) Dan Kami juga memberikan kepadanya ﴿ وَحَنَانٗا مِّن لَّدُنَّا ﴾ "rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami," maksudnya rasa kasih dan sayang, sehingga urusan-urusannya menjadi gampang, kondisinya menjadi baik dan amalan-amalannya juga lurus, ﴿ وَزَكَوٰةٗۖ ﴾ "dan kesucian," maksudnya suci dari kekurangan-kekurangan dan dosa-dosa, maka hatinya bersih dan akalnya pun jernih. Ini meli-puti hilangnya sifat-sifat tercela dan perilaku-perilaku yang nista dari dirinya, dan sebagai tambahan akhlak-akhlak yang baik dan karakter-karakter yang terpuji. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴿ وَكَانَ تَقِيّٗا 13 ﴾ "Dan dia adalah seorang yang bertakwa," maksudnya orang yang melakukan perintah serta meninggalkan larangan.

(14) Siapa saja yang beriman dan bertakwa kepada Allah, maka dia menjadi salah satu wali Allah, dan termasuk salah satu (calon) penghuni surga yang dipersiapkan untuk orang-orang yang bertakwa. Dia mendapatkan pahala dunia akhirat yang Allah tetap-kan sebagai balasan atas ketakwaan. Yahya juga ﴿ ب َ ر ّ َ م ا بِوَٰلِدَيۡهِ ﴾ "banyak berbakti kepada kedua orang tuanya," maksudnya tidak durhaka dan tidak berbuat jelek kepada kedua orang tuanya, bahkan dia berbuat baik kepada keduanya lewat perkataan dan perbuatan. ﴿ وَلَمۡ يَكُن جَبَّارًا عَصِيّٗا 14 ﴾ "Dan bukanlah dia seorang yang sombong lagi durhaka," mak-sudnya, dia bukanlah sosok yang bersifat diktator, tinggi hati untuk beribadah kepada Allah, tidak sombong kepada sesama hamba Allah dan kedua orang tuanya. Bahkan sebaliknya, dia seorang yang selalu bertawadhu', rendah hati, taat dan bertaubat kepada Allah. Jadi, Nabi Yahya telah memadukan antara menunaikan hak-hak Allah dan menjalankan hak-hak makhluk Allah.

(15) Oleh sebab itu, dia dianugerahi keselamatan dari Allah, dalam segala kondisi, sejak permulaan sampai penghujung hayat-nya. Karenanya, Allah berfirman, ﴿ وَسَلَٰمٌ عَلَيۡهِ يَوۡمَ وُلِدَ وَيَوۡمَ يَمُوتُ وَيَوۡمَ يُبۡعَثُ حَيّٗا 15 ﴾ "Kesejahteraan atas dirinyalah pada hari dia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali." Hal tersebut menuntut selamatnya Yahya dari (godaan) setan, kejahatan dan hukuman (siksaan) dalam tiga kondisi ini (kelahiran, kematian dan waktu kebangkitan kembali) pada rentang waktu di antara ketiga peristiwa tersebut. Dia selamat dari neraka dan siksa, dan dia ter-masuk penghuni surga. Maka, semoga curahan shalawat dan salam Allah senantiasa tercurahkan kepada Yahya, kedua orang tuanya dan semua rasul. Dan semoga Allah berkenan menjadikan kita se-kalian termasuk pengikut-pengikut mereka. Sesungguhnya Allah itu Maha Dermawan lagi Mahamulia.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Maryam: 14

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ikhfa (1), iqlab (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • يَكُن جَبَّارًاNun mati bertemu ج

Iqlab

Nun mati atau tanwin sebelum ba berubah bunyi menjadi mim, berdengung.

  • وَبَرَّۢا بِوَٰلِدَيۡهِTanwin bertemu ب

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini