Surat Maryam Ayat 55

QS. Maryam: 55 · Juz 16 · Makkiyah

وَكَانَ يَأۡمُرُ أَهۡلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرۡضِيّٗا

Wa kāna ya'muru ahlahū biṣ-ṣalāti waz-zakāh(ti), wa kāna ‘inda rabbihī marḍiyyā(n).

Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat dan ia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhan-nya.

Baca dalam Surat Maryam

Tafsir QS. Maryam: 55

Penjelasan ayat 54–55 sekaligus.

"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam al-Qur`an. Sesungguhnya dia ada-lah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan dia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan dia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya." (Maryam: 54-55).

(54) Maksudnya, ceritakanlah kisah nabi yang agung ini dalam al-Qur`an yang mulia, yang melahirkan bangsa Arab, bangsa terbaik dan termulia, yang mana penghulu Bani Adam muncul dari mereka (nabi Muhammad). ﴿ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلۡوَعۡدِ ﴾ "Sesungguhnya dia adalah seorang yang benar janjinya," maksudnya, dia tidak pernah berjanji melainkan pasti menepatinya. Ini meliputi janjinya yang dibuat bersama Allah atau janji kepada makhluk. Oleh karena itu, ketika berjanji kepada dirinya sendiri akan bersabar atas (rencana) penyembelihan dirinya oleh sang ayah, dia mengatakan, ﴿ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ 102 ﴾ "Insya Allah, kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (Ash-Shaffat: 102). Dia memenuhi janjinya, dan memberikan kemudahan kepada bapaknya untuk melakukan penyembelihan. Sebuah musibah terberat yang menimpa seseorang. Kemudian Allah memberikan sifat nubuwwah (kenabian) dan risalah (kerasulan), yang merupakan nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hambaNya dan men-jadikannya sebagai insan yang berada di tingkatan tertinggi dari para makhluk.

(55) ﴿ وَكَانَ يَأۡمُرُ أَهۡلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ ﴾ "Dan dia menyuruh keluarganya untuk melaksanakan shalat dan menunaikan zakat," maksudnya, Isma'il melaksanakan perintah Allah pada keluarganya. Dia menyuruh keluarganya melaksanakan shalat yang memuat unsur keikhlasan kepada Dzat yang diibadahi, dan menyuruh keluarganya menge-luarkan zakat yang mengandung perbuatan baik kepada sesama manusia. Jadi, dia telah menyempurnakan dirinya dan menyem-purnakan orang lain. Terutama orang terdekatnya yaitu keluarga. Karena merekalah orang yang paling berhak untuk menerima dakwahnya dibandingkan dengan yang lain. ﴿ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرۡضِيّٗا 55 ﴾ "Dan dia adalah orang yang diridhai di sisi Rabbnya." Ini disebabkan oleh ketaatannya dan kesungguhannya dalam perkara-perkara yang diridhai Allah. Maka, Allah meridhainya dan memasukkannya ke dalam deretan hambaNya yang paling unggul dan waliNya yang dekat dengan Allah. Allah meridhainya, dan dia pun ridha kepada Rabbnya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Maryam: 55

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: ikhfa (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • عِندَNun mati bertemu د