Surat Maryam Ayat 86

QS. Maryam: 86 · Juz 16 · Makkiyah

وَنَسُوقُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرۡدٗا

Wa nasūqul-mujrimīna ilā jahannama wirdā(n).

dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.

Baca dalam Surat Maryam

Tafsir QS. Maryam: 86

Penjelasan ayat 85–87 sekaligus.

"(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada Dzat Yang Maha Pemurah sebagai putusan yang terhormat, dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke Neraka Jahanam dalam keadaan dahaga. Mereka tidak berhak mendapat syafa'at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Rabb Yang Maha Pemurah." (Maryam: 85-87).

(85) Allah تعالى memberitahukan tentang perbedaan men-colok antara dua kelompok; golongan orang-orang yang bertakwa dan kelompok pelaku maksiat. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepadaNya dengan sebab menghindari perbuatan syirik, bid'ah-bid'ah dan aneka macam maksiat, akan dihimpun oleh Allah pada Hari Kiamat dalam keadaan dimuliakan, terhormat lagi diagungkan. Dan tempat kembali mereka adalah ar-Rahman (Dzat Yang Maha Pengasih), tujuan mereka adalah al-Mannan (Dzat Yang Maha Pemberi), sebagai delegasi kepadaNya. Dan seorang utusan, tentunya menyimpan harapan dalam hatinya dan persangkaan baik (optimisme) terhadap yang dituju, sesuatu hal yang sudah diketa-hui bersama. Orang-orang yang bertakwa mendatangi ar-Rahman (sebagai tamu), dengan mengharap rahmatNya dan curahan ke-baikanNya yang merata, serta keberuntungan memperoleh berbagai macam karuniaNya di tempat keridhaanNya (surga). Hal ini lantaran mereka telah mempersembahkan amalan-amalan dengan penuh takwa dan mengikuti keridhaanNya. Dan Allah pun telah menjanjikan ganjaran pahala buat mereka ini me-lalui lisan para rasulNya. (Di Hari Kiamat) mereka berjalan menuju Rabb mereka dengan ketenangan dan penuh keyakinan (akan memperoleh) karuniaNya.

(86) Sedangkan orang-orang yang berbuat jahat digiring ﴿ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرۡدٗا 86 ﴾ "ke dalam Neraka Jahanam dalam keadaan dahaga," maksudnya merasakan kehausan. Ini merupakan keadaan menge-naskan (yang dialami seseorang), dihalau dalam keadaan hina dan rendah menuju penjara terbesar dan siksa paling buruk yaitu Neraka Jahanam. Dalam keadaan haus dan keletihan, mereka meminta tolong, namun tidak ditolong. Mereka memohon namun tidak dikabulkan. Mereka meminta syafa'at namun tidak diberi.

(87) Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴿ لَّا يَمۡلِكُونَ ٱلشَّفَٰعَةَ ﴾ "Me-reka tidak berhak mendapat syafa'at," maksudnya syafa'at bukanlah milik mereka, dan mereka pun tidak memiliki syafa'at sama sekali. Syafa'at itu hanya milik Allah, ﴿ قُل لِّلَّهِ ٱلشَّفَٰعَةُ جَمِيعٗاۖ ﴾ "Katakanlah, 'Hanya kepunyaan Allah-lah syafa'at itu semuanya'." (Az-Zumar: 44). Allah telah memberitahukan bahwa syafa'at dari para pemberi syafa'at itu tidak akan bermanfaat bagi mereka. Pasalnya, mereka tidak pernah membuat perjanjian (ikatan) dengan Allah dengan cara beriman kepadaNya dan kepada para rasulNya. Kalau mereka tidak demikian, maka siapa saja yang sudah membuat perjanjian dengan Allah dengan cara beriman kepadaNya, para rasulNya serta mengikuti mereka, niscaya mereka termasuk orang-orang yang diridhai Allah dan akan meraih syafa'at. Sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴿ وَلَا يَشۡفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرۡتَضَىٰ ﴾ "Dan mereka tidak memberi syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah." (Al-Anbiya`: 28). Allah menamakan "iman kepadaNya" dan "mengikuti para rasulNya" sebagai perjanjian. Karena itu merupakan janji Allah (yang termaktub) dalam kitab-kitabNya (dan dijelaskan) lewat lisan para rasulNya, berupa ganjaran pahala yang indah bagi orang yang mengikuti para rasul itu.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Maryam: 86

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ghunnah (1), qalqalah (1).

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • جَهَنَّمَNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • ٱلۡمُجۡرِمِينَج mati