Surat Qaf Ayat 11

QS. Qaf: 11 · Juz 26 · Makkiyah

رِّزۡقٗا لِّلۡعِبَادِۖ وَأَحۡيَيۡنَا بِهِۦ بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗاۚ كَذَٰلِكَ ٱلۡخُرُوجُ

Rizqal lil-‘ibād(i), wa aḥyainā bihī baldatam maitā(n), każālikal-khurūj(u).

untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.

Baca dalam Surat Qaf

Tafsir QS. Qaf: 11

Penjelasan ayat 6–11 sekaligus.

"Maka apakah mereka tidak melihat kepada langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasi-nya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaat-nya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rizki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebang-kitan." (Qaf: 6-11).

(6) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan serta mencela mereka, Allah سبحانه وتعالى menyerukan mereka untuk merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى yang ada di atas langit agar mereka bisa mengambil pelajaran dan petunjuk kepada apa yang didasarkan olehnya. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ أَفَلَمۡ يَنظُرُوٓاْ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَوۡقَهُمۡ ﴾ "Maka apakah mereka tidak melihat kepada langit yang ada di atas mereka." Artinya, perenungan itu tidak memerlukan usaha keras serta perjalanan berat tapi perenungan itu benar-benar mu-dah, sehingga mereka bisa memperhatikan, ﴿ كَيۡفَ بَنَيۡنَٰهَا ﴾ "bagaimana Kami meninggikannya," berbentuk langit, semua sisinya lurus, kokoh bangunannya, dihiasi dengan bintang yang tetap berada di tempat-nya serta meteor yang melesat dari satu ufuk ke ufuk lainnya, di-buat dengan bentuk yang paling sempurna, engkau tidak melihat adanya cacat, cela dan kerusakan padanya. Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai atap bagi penduduk bumi serta meletakkan di dalamnya berbagai kepentingan vital.

(7) Dan agar mereka memperhatikan bumi bagaimanakah Kami membentangkan serta meluaskannya hingga memungkinkan semua yang hidup untuk menempatinya serta bersiap-siap me-ngumpulkan seluruh kepentingannya. Allah سبحانه وتعالى juga mengokohkan bumi dengan gunung-gunung agar aman dari guncangan dan ge-lombang, ﴿ وَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجِۭ بَهِيجٖ ﴾ "dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata." Artinya, dari seluruh jenis tanaman yang membuat orang-orang yang memandangnya senang dan kagum, membuat orang yang memandang tanaman-tanaman itu senang dan untuk dimakan oleh manusia, bintang ternak mereka, serta untuk berbagai kepentingan mereka.

(8-11) Allah سبحانه وتعالى secara khusus menyebutkan berbagai kebun dari berbagai manfaat tersebut, kebun yang mencakup berbagai jenis buah-buahan lezat seperti anggur, delima, lemon, apel dan jenis buah-buahan lainnya, terdapat juga pohon kurma yang tinggi, yang manfaatnya untuk waktu yang panjang, tinggi menjulang ke langit hingga tingginya tidak bisa dicapai oleh berbagai pohon lain, dari mayangnya keluar buah sebagai rizki untuk para hamba sebagai makanan, lauk dan buah yang bisa dimakan dan disimpan untuk mereka dan bintang ternak mereka. Begitu juga yang dike-luarkan oleh Allah سبحانه وتعالى melalui hujan serta pengaruhnya yang berupa sungai yang ada di permukaan bumi yang di bawahnya terdapat ﴿ وَحَبَّ ٱلۡحَصِيدِ ﴾ "biji-biji tanaman yang diketam," yang berupa gandum, jagung, beras, jewawut dan lainnya. Memandang dan merenungkan semua hal itu adalah, ﴿ تَبۡصِرَةٗ ﴾ "untuk menjadi pelajaran," yang bisa membuka mata hati orang yang diliputi kebodohan dan ﴿ وَذِكۡرَىٰ ﴾ "peringatan," yang dijadikan sebagai peringatan yang berguna di dunia dan akhirat, dijadikan sebagai peringatan terhadap berita yang disampaikan Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya. Namun hal itu tidak berlaku bagi semua orang, ia hanya berlaku bagi, ﴿ لِكُلِّ عَبۡدٖ مُّنِيبٖ ﴾ "tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)." Menghadap kepadaNya dengan rasa cinta, takut, pengharapan serta terkabulnya doanya. Adapun orang-orang yang mendustakan atau berpaling itu, maka ayat-ayat dan berbagai peringatan tidaklah berguna bagi orang-orang yang tidak beriman. Kesimpulannya, semua penciptaan menawan, kekuatan dan kekokohan merupakan bukti kesempurnaan Kuasa Allah سبحانه وتعالى. Semua keindahan, kerapian, keelokan bentuk serta ciptaan merupakan bukti bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang paling bijaksana, Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Semua manfaat dan kepentingan untuk para hamba merupakan bukti kasih sayang Allah سبحانه وتعالى yang meliputi segala sesuatu, kemuliaanNya meliputi semua makhluk hidup. Semua keagungan bentuk serta rapinya peraturan merupakan bukti bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah Maha Esa, yang tidak memiliki sekutu sama sekali, Dia-lah Dzat yang semua bentuk ibadah, ketundukan, dan kecintaan hanya ditujukan padaNya. Bumi yang dihidupkan setelah sebelumnya mati dan gersang merupakan bukti bahwa Allah سبحانه وتعالى Kuasa menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati, agar Allah سبحانه وتعالى bisa memberikan balasan atas mereka, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَأَحۡيَيۡنَا بِهِۦ بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗاۚ كَذَٰلِكَ ٱلۡخُرُوجُ ﴾ "Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (kembali nanti)." Setelah mereka diingatkan dengan berbagai tanda-tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى yang ada di langit dan bumi, setelah ditakut-takuti dengan siksaan yang menimpa berbagai umat sebelumnya agar mereka tidak terus menerus mendustakan sehingga akan tertimpa sebagaimana yang pernah menimpa saudara-saudara mereka yang juga mendustakan, Allah سبحانه وتعالى berfirman,

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Qaf: 11

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (2), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مَّيۡتٗاۚ كَذَٰلِكَTanwin bertemu ك

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • رِّزۡقٗا لِّلۡعِبَادِۖTanwin bertemu ل
  • بَلۡدَةٗ مَّيۡتٗاۚTanwin bertemu م

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • ٱلۡخُرُوجُج di akhir ayat (waqaf)

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini