Surat Taha Ayat 131

QS. Taha: 131 · Juz 16 · Makkiyah

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيۡنَيۡكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعۡنَا بِهِۦٓ أَزۡوَٰجٗا مِّنۡهُمۡ زَهۡرَةَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا لِنَفۡتِنَهُمۡ فِيهِۚ وَرِزۡقُ رَبِّكَ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰ

Wa lā tamuddanna ‘ainaika ilā mā matta‘nā bihī azwājam minhum zahratal-ḥayātid-dun-yā, linaftinahum fīh(i), wa rizqu rabbika khairuw wa abqā.

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

Baca dalam Surat Taha

Tafsir QS. Taha: 131

"Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan di dunia agar Kami menguji mereka dengan (kesenangan) itu. Dan karunia Rabbmu adalah lebih baik dan lebih kekal." (Thaha: 131).

(131) Maka janganlah engkau membelalakkan ﴿ عَيۡنَيۡكَ ﴾ "kedua matamu," dengan penuh keheranan dan janganlah engkau berulang-ulang memandang dengan simpatik ke pernak-pernik dunia dan orang-orang yang larut dalam kemewahan padanya, dalam ma-kanan, minuman yang lezat, pakaian yang mewah, hunian-hunian yang sarat dengan keindahan, dan wanita-wanita yang cantik-cantik. Semua itu merupakan kembang ﴿ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ﴾ "kehidupan dunia," mak-sudnya jiwa orang-orang yang terperdaya begitu riang dengannya, dan (kehidupan dunia) itu menarik kekaguman orang-orang yang berpaling (dari peringatan). Orang-orang zhalim menikmatinya tanpa menengok kondisi alam akhirat. Kemudian, kembang dunia itu pun hilang dengan begitu cepat dan berlalu semua, membunuhi para pecintanya dan perundungnya. Mereka akan menyesal di saat sesal tidak berguna lagi. Mereka mengetahui tindak-tanduk mereka ketika memasuki Hari Kiamat. Allah hanyalah menjadikannya se-bagai sumber fitnah dan ujian, supaya dapat dideteksi orang-orang yang diam dan terpukau dengannya dan orang-orang yang lebih baik amalannya. Sebagaimana Allah تعالى berfirman, ﴿ إِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَى ٱلۡأَرۡضِ زِينَةٗ لَّهَا لِنَبۡلُوَهُمۡ أَيُّهُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗا 7 وَإِنَّا لَجَٰعِلُونَ مَا عَلَيۡهَا صَعِيدٗا جُرُزًا 8 ﴾ "Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan Kami benar-benar akan menjadikan se-suatu yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering." (Al-Kahfi: 7-8). ﴿ وَرِزۡقُ رَبِّكَ ﴾ "Dan karunia Rabbmu," yang segera (dapat diraih), berupa ilmu, iman, dan hakikat-hakikat amalan yang shalih. Dan karunia yang ditunda (di akhirat) berupa kenikmatan yang lestari dan kehidupan yang nyaman di sisi Rabb Yang Maha Penyayang ﴿ خَيۡرٞ ﴾ "adalah lebih baik," daripada sesuatu yang Kami limpahkan kepada kelompok-kelompok itu pada dzat dan sifat-sifatnya. ﴿ وَأَبۡقَىٰ ﴾ "dan lebih kekal," lantaran tidak pernah terputus. Buah-buahnya dan kesejukannya langgeng. Seperti Firman Allah, ﴿ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا 16 وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓ 17 ﴾ "Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Se-dang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal." (Al-A'la: 16-17). Dalam ayat ini terselip sebuah isyarat bahwa seorang hamba jika menyaksikan pada dirinya terdapat kerakusan terhadap pesona dunia dan sorotan kepadanya, maka dia wajib mengingatkan dirinya dengan kenikmatan-kenikmatan yang ada di depannya (di akhirat) dari karunia Rabbnya, dan dia harus membandingkan antara ini dan itu.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Taha: 131

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: idgham (2), ghunnah (1), qalqalah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • أَزۡوَٰجٗا مِّنۡهُمۡTanwin bertemu م
  • خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰTanwin bertemu و

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • تَمُدَّنَّNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَأَبۡقَىٰب mati