Surat Taha Ayat 92

QS. Taha: 92 · Juz 16 · Makkiyah

قَالَ يَٰهَٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذۡ رَأَيۡتَهُمۡ ضَلُّوٓاْ

Qāla yā hārūnu mā mana‘aka iż ra'aitahum ḍallū.

Berkata Musa, "Hai Hārūn, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,

Baca dalam Surat Taha

Tafsir QS. Taha: 92

Penjelasan ayat 90–94 sekaligus.

"Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka se-belumnya, 'Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu, dan sesungguhnya Rabbmu ialah (Rabb) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku, dan taatilah perintahku.' Mereka menjawab, 'Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.' Musa berkata, 'Hai Harun, apa yang menghalangimu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku.' Harun menjawab, 'Hai putra ibuku, janganlah kamu pegang janggutku, dan jangan (pula) kepalaku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku), 'Kamu telah memecah antara Bani Isra`il, dan kamu tidak memelihara amanatku'." (Thaha: 90-94).

(90-91) Maksudnya: dengan beribadah kepada anak sapi, mereka itu bukanlah orang yang bisa diberi (toleransi) udzur. Sesungguhnya mereka meskipun ada syubhat yang muncul pada mereka tentang penyembahannya, akan tetapi Harun telah mela-rang mereka dari tindakan tersebut, memberitahu mereka bahwa ia merupakan fitnah, dan Rabb mereka ialah (Rabb) Yang Maha Pemurah. DariNya bersumber kenikmatan-kenikmatan yang lahi-riah maupun batiniah, Dzat Yang Berkuasa untuk menyingkirkan malapetaka. Harun memerintahkan mereka untuk mengikuti diri-nya dan meninggalkan anak sapi, namun mereka enggan sembari mengatakan, ﴿ لَن نَّبۡرَحَ عَلَيۡهِ عَٰكِفِينَ حَتَّىٰ يَرۡجِعَ إِلَيۡنَا مُوسَىٰ 91 ﴾ "Kami akan tetap me-nyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami."

(92-93) Musa mendatangi saudaranya, Harun dengan mencelanya. Beliau berkata, ﴿ يَٰهَٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذۡ رَأَيۡتَهُمۡ ضَلُّوٓاْ 92 أَلَّا تَتَّبِعَنِۖ ﴾ "Hai Harun, apa yang menghalangimu ketika kamu melihat mereka telah sesat, (sehingga) kamu tidak mengikuti aku?" untuk memberitahuku hingga aku pun bersegera untuk kembali menemui mereka, ﴿ أَفَعَصَيۡتَ أَمۡرِي 93 ﴾ "maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku," yaitu me-ngenai ucapanku, ﴿ ٱخۡلُفۡنِي فِي قَوۡمِي وَأَصۡلِحۡ وَلَا تَتَّبِعۡ سَبِيلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ 142 ﴾ "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan." (Al-A'raf: 142). Maka Musa memegang kepala dan janggut Harun, menarik-nya lantaran marah dan mencelanya.

(94) Harun menjawab, ﴿ يَبۡنَؤُمَّ ﴾ "Hai putra ibuku," untuk me-lunakkan hatinya, namun walaupun bukan demikian (tujuannya), dia memang saudara kandungnya. ﴿ لَا تَأۡخُذۡ بِلِحۡيَتِي وَلَا بِرَأۡسِيٓۖ إِنِّي خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقۡتَ بَيۡنَ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَلَمۡ تَرۡقُبۡ قَوۡلِي 94 ﴾ "Janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku), 'Kamu telah memecah belah antara Bani Isra`il, dan kamu tidak memelihara amanatku'." Sesungguhnya engkau memerin-tahkanku untuk menggantikanmu (memimpin) mereka. Jika aku menyusulmu (untuk memberitahukan kejadian tersebut), berarti aku telah meninggalkan apa yang engkau perintahkan kepadaku agar tetap dikonsisteni. (Dengan itu) aku khawatir makianmu (kepadaku) dan komentarmu, "Engkau telah memecah belah antara Bani Isra`il lantaran engkau tinggalkan mereka tanpa pembimbing dan pengganti." Sesungguhnya hal ini telah memecah dan mencerai-beraikan keutuhan mereka. Maka, janganlah engkau mengategori-kanku ke dalam orang-orang yang berbuat aniaya. Dan janganlah menjadikan para musuh menertawakan kita. Musa pun menyesal atas tindakannya kepada saudaranya, padahal dia tidak berhak menerima perlakuan itu. Beliau berkata, ﴿ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِأَخِي وَأَدۡخِلۡنَا فِي رَحۡمَتِكَۖ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ 151 ﴾ "Ya Rabbku, ampunilah aku dan saudaraku, dan masukkanlah kami ke dalam rahmatMu, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Al-A'raf: 151).

Kemudian Musa berpaling kepada Samiri,

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Taha: 92

Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini