Surat Yasin Ayat 37

QS. Yasin: 37 · Juz 23 · Makkiyah

وَءَايَةٞ لَّهُمُ ٱلَّيۡلُ نَسۡلَخُ مِنۡهُ ٱلنَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظۡلِمُونَ

Wa āyatul lahumul-lailu naslakhu minhun-nahāra fa'iżā hum muẓlimūn(a).

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan,

Baca dalam Surat Yasin

Tafsir QS. Yasin: 37

Penjelasan ayat 37–40 sekaligus.

"Dan suatu tanda bagi mereka adalah malam; di mana Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengeta-hui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan garis-garis peredaran, sehingga kembalilah ia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya." (Yasin: 37-40).

(37) Maksudnya, ﴿ وَءَايَةٞ لَّهُمُ ﴾ "dan satu tanda bagi mereka" yang membuktikan terjadinya kehendak Allah, kesempurnaan KuasaNya dan bahwa Dia akan menghidupkan kembali orang-orang yang sudah mati setelah kematian mereka, adalah ﴿ ٱلَّيۡلُ نَسۡلَخُ مِنۡهُ ٱلنَّهَارَ ﴾ "malam; di mana Kami tanggalkan siang dari malam itu." Artinya, Kami hapus cahaya besar yang telah meliputi bumi dan menggan-tikannya dengan kegelapan, dan menempatkan kegelapan itu pada tempat cahaya, ﴿ فَإِذَا هُم مُّظۡلِمُونَ ﴾ "maka dengan serta merta mereka dalam kegelapan."

(38) Dan demikian pula Kami menghilangkan kegelapan yang telah menutupi dan meliputi mereka, Kami terbitkan matahari lalu ia menerangi seluruh penjuru (bumi), dan manusia pun berte-baran untuk kepentingan hidup dan maslahat hidup mereka. Maka dari itu Dia berfirman, ﴿ وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِي لِمُسۡتَقَرّٖ لَّهَاۚ ﴾ "Dan matahari ber-jalan di tempat peredarannya." Maksudnya, selalu berputar pada pusat orbitnya yang telah ditetapkan oleh Allah سبحانه وتعالى, ia tidak akan menyalahinya dan tidak pula menyimpang darinya, dan matahari pun tidak mempunyai kemampuan mengatur dirinya dan tidak pula bisa menolak Kuasa Allah. ﴿ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ﴾ "Demikianlah ketetapan Yang Mahaperkasa," yang dengan keperkasaanNya, Dia mengendalikan semua makhluk yang begitu besar ini dengan pengendalian yang paling sempurna dan aturan yang paling baik, ﴿ ٱلۡعَلِيمِ ﴾ "lagi Maha Mengetahui," Yang dengan ilmu pengetahuanNya Dia menjadikan makhluk agung ini sebagai maslahat bagi hamba-hambaNya dan manfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia mereka.

(39) ﴿ وَٱلۡقَمَرَ قَدَّرۡنَٰهُ مَنَازِلَ ﴾ "Dan telah Kami tetapkan bagi bulan garis-garis peredaran," yang ia tempati. Pada setiap malam ia me-nempati satu garis darinya, ﴿ حَتَّىٰ ﴾ "sehingga" ia menjadi kecil sekali dan kembalilah dia ﴿ كَٱلۡعُرۡجُونِ ٱلۡقَدِيمِ ﴾ "sebagai bentuk tandan yang tua." Maksudnya, seperti tandan buah kurma yang karena ketuaannya ia menjadi kering, makin kecil dan melengkung. Kemudian, se-sudah itu bulan itu bertambah besar sedikit-demi sedikit hingga cahayanya sempurna dan sinarnya makin merata.

(40) Masing-masing dari matahari, bulan, malam, dan siang telah ditetapkan oleh Allah pada ketetapan yang tidak akan dilam-pauinya, dan masing-masing mempunyai kekuatan dan waktu tertentu, yang apabila ia ada (muncul), maka yang lain menjadi tiada. Maka dari itu Dia berfirman, ﴿ لَا ٱلشَّمۡسُ يَنۢبَغِي لَهَآ أَن تُدۡرِكَ ٱلۡقَمَرَ ﴾ "Tidak-lah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan," yaitu yang di dalam kekuasaannya, yaitu malam. Maka tidak mungkin matahari ada di malam hari, ﴿ وَلَا ٱلَّيۡلُ سَابِقُ ٱلنَّهَارِۚ ﴾ "dan malam pun tidak dapat mendahului siang," lalu ia memasukinya sebelum kekuasaannya berakhir, ﴿ وَكُلّٞ ﴾ "dan masing-masing" dari matahari, bulan, dan bintang ﴿ فِي فَلَكٖ يَسۡبَحُونَ ﴾ "beredar pada garis edarnya." Maksudnya, mereka selalu bergerak bolak-balik terus menerus. Semua ini adalah bukti nyata dan argu-men yang luar biasa atas keagungan sang Pencipta dan keagungan sifat-sifatNya, terutama sifat Kuasa (qudrat), hikmah, dan ilmu pada tempat ini.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Yasin: 37

Ayat ini memuat 3 bacaan bertajwid: idgham (2), ghunnah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَءَايَةٞ لَّهُمُTanwin bertemu ل
  • هُم مُّظۡلِمُونَMim mati bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ٱلنَّهَارَNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini