Surat Yasin Ayat 75

QS. Yasin: 75 · Juz 23 · Makkiyah

لَا يَسۡتَطِيعُونَ نَصۡرَهُمۡ وَهُمۡ لَهُمۡ جُندٞٞ مُّحۡضَرُونَ

Lā yastaṭī‘ūna naṣrahum, wa hum lahum jundum muḥḍarūn(a).

Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.

Baca dalam Surat Yasin

Tafsir QS. Yasin: 75

Penjelasan ayat 74–75 sekaligus.

"Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka; Padahal berhala-berhala itu (bagaikan) tentara yang (akan) dihadirkan kepada mereka." (Yasin: 74-75).

(74-75) Ini adalah penjelasan tentang kepalsuan sembahan-sembahan kaum musyrikin yang mereka angkat (ambil) selain Allah سبحانه وتعالى, mereka harapkan pertolongan dan syafa'atnya. Sesungguhnya sembahan-sembahan tersebut benar-benar sangat rapuh, ﴿ لَا يَسۡتَطِيعُونَ نَصۡرَهُمۡ ﴾ "tidak dapat menolong mereka," dan bahkan mereka tidak dapat menolong diri mereka sendiri. Kalau mereka tidak mampu meno-long diri mereka sendiri, lalu bagaimana mereka akan menolong para penyembahnya?! Pertolongan itu harus memenuhi dua syarat, yaitu kemampuan dan (kuasa). Apabila ia mampu, maka masih ada lagi syarat lain, yaitu apakah ia mau menolong penyembahnya atau tidak? Dengan demikian, penafian kemampuan menafikan dua hal ini sekaligus. ﴿ وَهُمۡ لَهُمۡ جُندٞ مُّحۡضَرُونَ ﴾ "Padahal berhala-berhala itu bagai tentara yang (akan) dihadirkan kepada mereka." Maksudnya, mereka akan dihadir-kan dan juga para penyembahnya di dalam satu siksaan, dan satu sama lain saling berlepas diri. Lalu kenapa mereka tidak berlepas diri di dunia dari penyembahan kepada sembahan-sembahan tersebut dan kemudian mengikhlaskan ibadah hanya kepada yang di TanganNya kerajaan, pemberian manfaat, mara bahaya, pem-berian rizki dan menahannya, yaitu Dia Yang Maha Pelindung lagi Maha Penolong.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Yasin: 75

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ikhfa (1), idgham (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • جُندٞNun mati bertemu د

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • جُندٞ مُّحۡضَرُونَTanwin bertemu م