Surat Yunus Ayat 103

QS. Yunus: 103 · Juz 11 · Makkiyah

ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيۡنَا نُنجِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Ṡumma nunajjī rusulanā wal-lażīna āmanū każālik(a), ḥaqqan ‘alainā nunjil-mu'minīn(a).

Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.

Baca dalam Surat Yunus

Tafsir QS. Yunus: 103

Penjelasan ayat 101–103 sekaligus.

"Katakanlah, 'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman.' Tidaklah mereka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, 'Maka tunggu-lah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu.' Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (Yunus: 101-103).

(101) Allah mengajak hamba-hambaNya agar melihat se-suatu yang ada di langit dan di bumi, maksudnya adalah melihat dengan merenungkan, memikirkan dan mengambil pelajaran ter-hadap apa yang ada padanya dan apa yang dikandungnya, karena di dalamnya terdapat tanda-tanda bagi kaum yang beriman dan pelajaran bagi kaum yang meyakini. Ia menunjukkan bahwa hanya-lah Allah semata yang disembah, yang dipuji, Pemilik keagungan dan kebesaran, dan Pemilik Asma` dan Sifat yang agung.﴿ وَمَا تُغۡنِي ٱلۡأٓيَٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوۡمٖ لَّا يُؤۡمِنُونَ ﴾ "Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman." Mereka tidak mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah karena me-reka berpaling dan menyombongkan diri.

(102-103) ﴿ فَهَلۡ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثۡلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلِهِمۡۚ ﴾ "Tidaklah me-reka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu se-belum mereka." Maksudnya, tidaklah orang-orang yang tidak beriman itu menunggu-nunggu ayat-ayat Allah setelah ia jelas melainkan seperti orang-orang yang berlalu sebelum mereka yaitu hari-hari kebinasaan dan azab, karena mereka melakukan yang mereka la-kukan dan Sunnatullah berlaku untuk orang-orang terdahulu dan yang datang berikutnya. ﴿ قُلۡ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ﴾ "Katakanlah, 'Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu'." Kamu akan mengetahui siapa yang akan mendapatkan akhir yang baik dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ia hanya untuk para Rasul dan pengikut-pengikutnya. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴿ ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ ﴾ "Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman", dari kesulitan dan marabahaya dunia dan akhirat. ﴿ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيۡنَا ﴾ "Demikianlah menjadi kewajiban atas Kami", yang Kami wajibkan atas Diri Kami ﴿ نُنجِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴾ "menyelamatkan orang-orang yang beriman." Allah membela orang-orang yang beriman, berdasarkan keimanan yang dimiliki oleh seorang hamba, maka tercapailah keselamatan untuknya dari mara-bahaya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Yunus: 103

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ikhfa (1), ghunnah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • نُنجِNun mati bertemu ج

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ثُمَّMim bertasydid