Surat Yunus Ayat 20

QS. Yunus: 20 · Juz 11 · Makkiyah

وَيَقُولُونَ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦۖ فَقُلۡ إِنَّمَا ٱلۡغَيۡبُ لِلَّهِ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ

Wa yaqūlūna lau lā unzila ‘alaihi āyatum mir rabbih(ī), faqul innamal-gaibu lillāhi fantaẓirū, innī ma‘akum minal-muntaẓirīn(a).

Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Tuhan-nya?" Maka katakanlah, "Sesungguhnya yang gaib itu kepunyaan Allah sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.

Baca dalam Surat Yunus

Tafsir QS. Yunus: 20

Penjelasan ayat 19–20 sekaligus.

"Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau bukanlah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Rabbmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu. Dan mereka berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Rabbnya?' Maka katakanlah, 'Sesung-guhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu'." (Yunus: 19-20).

(19) ﴿ وَمَا كَانَ ٱلنَّاسُ إِلَّآ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ ﴾ "Manusia dahulunya hanyalah satu umat", mereka bersepakat pada agama yang benar, akan tetapi (setelah itu) mereka berselisih. ﴿ فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّـۧنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ بِٱلۡحَقِّ لِيَحۡكُمَ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخۡتَلَفُواْ فِيهِۚ ﴾ "Maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang per-kara yang mereka perselisihkan." (Al-Baqarah: 213). ﴿ وَلَوۡلَا كَلِمَةٞ سَبَقَتۡ مِن رَّبِّكَ ﴾ "Kalau bukanlah karena suatu ketetap-an yang telah ada dari Rabbmu dahulu", dengan memberikan tempo kepada orang-orang yang durhaka dan tidak menyegerakan azab kepada mereka, ﴿ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡ ﴾ "pastilah telah diberi keputusan di antara mereka", dengan menyelamatkan orang-orang Mukmin dan mem-binasakan orang-orang kafir yang mendustakan, dan itu menjadi pembeda antara mereka ﴿ فِيمَا فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ﴾ "tentang apa yang mereka perselisihkan itu." Akan tetapi Dia ingin menguji sebagian dari me-reka dengan sebagian yang lain agar jelas mana yang benar dan mana yang dusta.

(20) ﴿ وَيَقُولُونَ ﴾ "Dan mereka berkata", yakni orang-orang yang mendustakan lagi menentang, ﴿ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ ءَايَةٞ مِّن رَّبِّهِۦۖ ﴾ "mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Rabbnya?" Mereka memaksudkan ayat-ayat yang mereka usulkan seperti ucapan mereka, ﴿ لَوۡلَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مَلَكٞ فَيَكُونَ مَعَهُۥ نَذِيرًا 7 ﴾ "Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malai-kat itu memberikan peringatan bersama-sama dengannya?" (Al-Furqan: 7). Dan perkataan mereka, ﴿ وَقَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ ٱلۡأَرۡضِ يَنۢبُوعًا 90 ﴾ "Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami'." (Al-Isra`: 90). ﴿ فَقُلۡ ﴾ "Maka katakanlah", kepada mereka jika mereka menun-tut ayat-ayat kepadamu, ﴿ إِنَّمَا ٱلۡغَيۡبُ لِلَّهِ ﴾ "sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah." Maksudnya, Dia-lah yang ilmuNya meliputi sega-la keadaan manusia, Dia mengatur mereka sesuai dengan tuntutan ilmuNya dan hikmahNya yang indah, tak seorang pun memiliki hak mengatur hukum, dalil, tujuan akhir dan penjelasan alasan hu-kum. ﴿ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُنتَظِرِينَ ﴾ "Sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersamamu termasuk orang-orang yang menunggu." Maksudnya, masing-masing menunggu apa yang akan diperoleh oleh kawannya, lihatlah siapa pemilik akibat (baik).

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Yunus: 20

Ayat ini memuat 8 bacaan bertajwid: ikhfa (3), idgham (3), ghunnah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • أُنزِلَNun mati bertemu ز
  • فَٱنتَظِرُوٓاْNun mati bertemu ت
  • ٱلۡمُنتَظِرِينَNun mati bertemu ت

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • ءَايَةٞ مِّنTanwin bertemu م
  • مِّن رَّبِّهِۦۖNun mati bertemu ر
  • مَعَكُم مِّنَMim mati bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّمَاNun bertasydid
  • إِنِّيNun bertasydid