Surat Yunus Ayat 45

QS. Yunus: 45 · Juz 11 · Makkiyah

وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ كَأَن لَّمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةٗ مِّنَ ٱلنَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيۡنَهُمۡۚ قَدۡ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ

Wa yauma yaḥsyuruhum ka'allam yalbaṡū illā sā‘atam minan-nahāri yata‘ārafūna bainahum, qad khasiral-lażīna każżabū biliqā'illāhi wa mā kānū muhtadīn(a).

Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.

Baca dalam Surat Yunus

Tafsir QS. Yunus: 45

"Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengum-pulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk." (Yunus: 45).

(45) Allah mengabarkan tentang cepatnya dunia berakhir, bahwa jika Allah membangkitkan dan mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya maka mereka seolah-olah tidak hidup kecuali hanya sesaat saja di siang hari. Seolah-olah mereka tidak merasakan nikmat atau kesengsaraan, mereka saling mengenal seperti keadaan mereka di dunia. Pada hari itu, orang-orang yang bertakwa beruntung, dan merugilah ﴿ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ ﴾ "orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk", kepada jalan yang lurus dan agama yang benar di mana mereka kehilangan nikmat dan berhak masuk neraka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Yunus: 45

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: idgham (2), ghunnah (1), qalqalah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • كَأَن لَّمۡNun mati bertemu ل
  • سَاعَةٗ مِّنَTanwin bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • ٱلنَّهَارِNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَدۡد mati