Surat Yunus Ayat 49

QS. Yunus: 49 · Juz 11 · Makkiyah

قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي ضَرّٗا وَلَا نَفۡعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ فَلَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ

Qul lā amliku linafsī ḍarraw wa lā naf‘an illā mā syā'allāh(u), likulli ummatin ajal(un), iżā jā'a ajaluhum falā yasta'khirūna sā‘ataw wa lā yastaqdimūn(a).

Katakanlah, "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah". Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).

Baca dalam Surat Yunus

Tafsir QS. Yunus: 49

Penjelasan ayat 47–49 sekaligus.

"Tiap-tiap umat mempunyai rasul, maka apabila telah da-tang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil, dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya. Mereka mengatakan, 'Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?' Katakanlah, 'Aku tidak berkuasa mendatangkan ke-mudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.' Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat meng-undurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan-(nya)." (Yunus: 47-49).

(47) Allah تعالى berfirman, ﴿ وَلِكُلِّ أُمَّةٖ ﴾ "Tiap-tiap umat", dari umat-umat yang telah berlalu ﴿ رَّسُولٞۖ ﴾ "mempunyai rasul", yang meng-ajak kepada tauhid dan agamaNya. Jika ﴿ رَسُولُهُمۡ ﴾ "Rasul mereka" telah datang dengan ayat-ayat Allah, maka ada yang membenarkan dan ada pula yang mendustakan, maka Allah memutuskan di antara mereka dengan adil dengan menyelamatkan orang-orang Mukmin dan membinasakan orang-orang yang mendustakan. ﴿ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ﴾ "Dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya", dengan disiksa sebelum diutusnya Rasul dan penegakan hujjah atau mereka diazab tanpa ada dosa.

(48-49) Hendaknya orang-orang yang mendustakanmu mewaspadai sikap menyerupai umat-umat yang dibinasakan se-hingga mereka bisa ditimpa azab yang telah menimpa mereka (yang terdahulu), janganlah menantang azab Allah dan mengatakan, ﴿ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ﴾ "Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?" Karena ini adalah kezhaliman dari mereka di mana mereka menuntutnya dari Nabi, padahal dia tidak sedikit pun memiliki hak dalam urusan ini, tugasnya hanyalah menyam-paikan dan menjelaskan kepada manusia. Adapun hisab mereka dan penurunan azab atas mereka maka ia dari Allah, Dia menurun-kannya kepada mereka jika tiba waktu dan saat yang ditentukan dan diletakkan olehNya yang sesuai dengan hikmah Ilahiyah. Jika waktu tersebut telah hadir maka mereka tidak bisa menunda dan memajukannya sesaat pun. Orang-orang yang mendustakan hen-daklah mewaspadai sikap menuntut turunnya azab karena mereka menuntut disegerakannya azab Allah yang mana jika ia turun maka azabnya tidak tertolak dari orang-orang yang berdosa. Oleh karena itu, Dia berfirman,

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Yunus: 49

Ayat ini memuat 5 bacaan bertajwid: idgham (3), ghunnah (1), qalqalah (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • قُلل mati
  • ضَرّٗا وَلَاTanwin bertemu و
  • سَاعَةٗ وَلَاTanwin bertemu و

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • أُمَّةٍMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • يَسۡتَقۡدِمُونَق mati