Surat Yunus Ayat 51

QS. Yunus: 51 · Juz 11 · Makkiyah

أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ

Aṡumma iżā mā waqa‘a āmantum bih(ī), āl'āna wa qad kuntum bihī tasta‘jilūn(a).

Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?

Baca dalam Surat Yunus

Tafsir QS. Yunus: 51

Penjelasan ayat 50–52 sekaligus.

"Katakanlah, 'Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaanNya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?' Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan? Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu, 'Rasakanlah oleh-mu siksaan yang kekal, tidaklah kamu diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan'." (Yunus: 50-52).

(50) Allah تعالى berfirman, ﴿ قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُهُۥ بَيَٰتًا ﴾ "Katakanlah, 'Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu sekalian siksaanNya di waktu malam," pada waktu kamu tidur di malam hari. ﴿ أَوۡ نَهَارٗا ﴾ "Atau di siang hari", pada waktu kamu lalai. ﴿ مَّاذَا يَسۡتَعۡجِلُ مِنۡهُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ﴾ "Apakah orang-orang yang berdosa itu minta disegerakan juga?" Maksudnya berita apa yang ingin mereka segerakan kehadirannya, dan azab apa yang mereka inginkan?

(51) ﴿ أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ﴾ "Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya?" Iman tidak lagi berguna pada waktu azab Allah turun. Dikatakan kepada mereka sebagai bentuk penyalahan dan pencacian dalam kondisi tersebut yang mana me-reka mengaku beriman. ﴿ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴾ "Apakah sekarang", kamu beriman dalam kondisi sulit dan susah. ﴿ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴾ "Padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?" Karena Sunnah Allah yang berlaku bagi hamba-hambaNya adalah bahwa Dia memperingat-kan mereka ketika mereka minta diturunkan peringatan sebelum azab itu turun dan jika azab telah turun, maka iman seseorang tidak lagi berguna sebagaimana Firman Allah tentang Fir'aun pada saat dia tenggelam. ﴿ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِيٓ ءَامَنَتۡ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ 90 ﴾ "Berkatalah dia, 'Saya percaya bahwa tidak ada Rabb melainkan Rabb yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (Yunus: 90). Maka dikatakan kepadanya, ﴿ ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ 91 ﴾ "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?" (Yunus: 91). Dan Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فَلَمۡ يَكُ يَنفَعُهُمۡ إِيمَٰنُهُمۡ لَمَّا رَأَوۡاْ بَأۡسَنَاۖ سُنَّتَ ٱللَّهِ ٱلَّتِي قَدۡ خَلَتۡ فِي عِبَادِهِۦۖ ﴾ "Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa Kami. Itulah Sunnah Allah yang telah berlaku terhadap ham-ba-hambaNya." (Al-Mu`min: 85). Di sini Allah تعالى berfirman, ﴿ أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓۚ ءَآلۡـَٰٔنَ ﴾ "Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kamu baru mempercayainya? Apa-kah sekarang", kamu mengaku beriman ﴿ وَقَدۡ كُنتُم بِهِۦ تَسۡتَعۡجِلُونَ ﴾ "padahal sebelumnya kamu selalu meminta supaya disegerakan?" Ini adalah akibat perbuatanmu, inilah yang kamu tuntut agar ia disegerakan.

(52) ﴿ ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ﴾ "Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu", manakala amal mereka dibalas pada Hari Kiamat, ﴿ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلۡخُلۡدِ ﴾ "Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal", yakni azab di mana kamu kekal di dalamnya tidak terhenti sesaat pun da-rimu. ﴿ هَلۡ تُجۡزَوۡنَ إِلَّا بِمَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ﴾ "Tidaklah kamu diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan", dari kekufuran, pendustaan, dan kemaksiatan.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Yunus: 51

Ayat ini memuat 6 bacaan bertajwid: ikhfa (4), ghunnah (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • ءَامَنتُمNun mati bertemu ت
  • ءَامَنتُم بِهِۦٓۚMim mati bertemu ب
  • كُنتُمNun mati bertemu ت
  • كُنتُم بِهِۦMim mati bertemu ب

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • أَثُمَّMim bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَقَدۡد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini