Surat Yusuf Ayat 109

QS. Yusuf: 109 · Juz 13 · Makkiyah

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالٗا نُّوحِيٓ إِلَيۡهِم مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰٓۗ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۗ وَلَدَارُ ٱلۡأٓخِرَةِ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ

Wa mā arsalnā min qablika illā rijālan nūḥī ilaihim min ahlil-qurā, afalam yasīrū fil-arḍi fa yanẓurū kaifa kāna ‘āqibatul-lażīna min qablihim, wa ladārul-ākhirati khairul lil-lażīnattaqau, afalā ta‘qilūn(a).

Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?

Baca dalam Surat Yusuf

Tafsir QS. Yusuf: 109

Penjelasan ayat 108–109 sekaligus.

"Katakanlah, 'Inilah jalanku (agamaku). Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.' Kami tidak mengutus sebelum kamu, melain-kan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepada mereka di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?" (Yusuf: 108-109).

(108) Allah berfirman kepada NabiNya Muhammad, ﴿ قُلۡ ﴾ "Katakanlah", kepada manusia ﴿ هَٰذِهِۦ سَبِيلِيٓ ﴾ "Inilah jalanku (agamaku)", yaitu jalanku yang aku mengajak (orang) ke sana. Ia adalah lintasan yang mengantarkan menuju kepada Allah dan menuju tempat ke-muliaanNya, yang mengandung adanya pengetahuan tentang ke-benaran dan pengamalannya serta lebih mendahulukan kebenaran itu (daripada segala sesuatu), memurnikan agama hanya untuk Allah semata, tiada sekutu bagiNya. ﴿ أَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۚ ﴾ "Aku mengajak (kamu) kepada Allah", maksudnya aku menganjurkan umat manusia dan para hamba untuk berjalan menuju Rabb mereka, dan aku meng-himbau mereka untuk me-nyambutnya dan memperingatkan mereka dari perkara-perkara yang menjauhkan mereka dariNya. Ditambah lagi, bahwa aku ﴿ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ ﴾ "(mengajak) dengan hujjah yang nyata", yang berasal dari aga-maku. Maksudnya, aku bertumpu pada ilmu dan keyakinan tanpa ada unsur syak, kebimbangan dan keraguan. Begitu pula, ﴿ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِيۖ ﴾ "orang-orang yang mengikutiku", mereka mengajak kepada Allah se-bagaimana aku mengajak berdasarkan hujjah yang nyata tentang urusan (yang mereka dakwahkan). ﴿ وَسُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ ﴾ "Mahasuci Allah", dari hal-hal yang dinisbatkan kepada Allah dari sesuatu yang tidak pantas dengan keagungannya atau menafikan kesempurnaanNya. ﴿ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴾ "Dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik", pada semua urusanku. Bahkan aku hanya menyembah Allah dengan memurnikan agama bagiNya.

(109) Selanjutnya Allah berfirman, ﴿ وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالٗا ﴾ "Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki", mak-sudnya Kami tidak mengutus dari golongan malaikat dan tidak pula selain mereka dari golongan makhluk-makhluk lainnya. Mengapa kaummu menganggap aneh risalah (yang engkau bawa) dan meng-klaim bahwa dirimu tidak memiliki keutamaan apa pun atas me-reka. Engkau memiliki teladan yang baik dari para rasul yang diutus sebelummu, ﴿ نُّوحِيٓ إِلَيۡهِم مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰٓۗ ﴾ "yang Kami berikan wahyu kepada me-reka di antara penduduk negeri", maksudnya bukan dari perdusunan. Justru dari penduduk negeri yang mana mereka itu akal-akalnya lebih sempurna dan pikirannya pun lebih akurat, supaya urusan mereka menjadi jelas dan kepentingan mereka menjadi terang. ﴿ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴾ "Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi", jika mereka tidak mempercayai perkataanmu, ﴿ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۗ ﴾ "lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul)", bagaimana Allah membinasakan mereka atas pendustaan yang mereka lakukan. Maka berhati-hati-lah, (jangan sampai) kalian berkubang pada kebiasaan yang mereka kerjakan, akibatnya kalian akan ditimpa azab yang telah menimpa mereka ﴿ وَلَدَارُ ٱلۡأٓخِرَةِ ﴾ "dan sesungguhnya kampung akhirat", surga de-ngan seisinya berupa kenikmatan yang lestari ﴿ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْۚ ﴾ "adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa", kepada Allah dengan me-naati perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Karena kenikmatan dunia menyusahkan, menyulitkan, dan pasti akan berhenti. Sedangkan kenikmatan akhirat adalah sempurna, paripurna tidak lenyap selamanya. Bahkan abadi dengan selalu mengalami pertambahan dan kontinyu, dan pemberian yang tiada pernah terputus. ﴿ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴾ "Maka tidakkah kamu memikirkannya?" Tidakkah kalian mempunyai akal sehat yang mau mengedepankan sesuatu yang lebih baik daripada yang kenikmatan yang lebih rendah?

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Yusuf: 109

Ayat ini memuat 8 bacaan bertajwid: ikhfa (3), idgham (3), qalqalah (2).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • مِن قَبۡلِكَNun mati bertemu ق
  • فَيَنظُرُواْNun mati bertemu ظ
  • مِن قَبۡلِهِمۡۗNun mati bertemu ق

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • رِجَالٗا نُّوحِيٓTanwin bertemu ن
  • إِلَيۡهِم مِّنۡMim mati bertemu م
  • خَيۡرٞ لِّلَّذِينَTanwin bertemu ل

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • قَبۡلِكَب mati
  • قَبۡلِهِمۡۗب mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini