Surat Yusuf Ayat 85

QS. Yusuf: 85 · Juz 13 · Makkiyah

قَالُواْ تَٱللَّهِ تَفۡتَؤُاْ تَذۡكُرُ يُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوۡ تَكُونَ مِنَ ٱلۡهَٰلِكِينَ

Qālū tallāhi tafta'u tażkuru yūsufa ḥattā takūna ḥaraḍan au takūna minal-hālikīn(a).

Mereka berkata, "Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yūsuf sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa".

Baca dalam Surat Yusuf

Tafsir QS. Yusuf: 85

Penjelasan ayat 84–86 sekaligus.

"Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf', dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan, dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya). Mereka berkata, 'Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidap penyakit yang berat atau kamu termasuk orang-orang yang binasa.' Ya'qub menjawab, 'Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tiada mengetahuinya'." (Yusuf: 84-86).

(84) Ya'qub عليه السلام berpaling dari anak-anaknya usai mereka mengabarkan berita ini. Kesedihan dan dukanya semakin besar. Dua matanya memutih lantaran deraan kesedihan di kalbu, dan kepilu-annya yang membuat beliau sering menangis di mana dua matanya menjadi putih. ﴿ فَهُوَ كَظِيمٞ ﴾ "Dan dia adalah seorang yang menahan ama-rahnya (terhadap anak-anaknya)", maksudnya, hatinya penuh dengan kesedihan yang menyayat ﴿ وَقَالَ يَٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ ﴾ "Dia berkata, 'Aduhai duka citaku terhadap Yusuf'," maksudnya tampak pada beliau perasaan yang tersembunyi (di hatinya) berupa kesedihan yang sudah lama dan kerinduan yang selalu menghampiri. Musibah yang ringan ini -ditilik dari (beratnya) musibah pertama- mengingatkan memori beliau terhadap musibah yang pertama (hilangnya Yusuf dari beliau).

(85) Maka lantaran keheranan melihat keadaan beliau, putra-putra beliau berkomentar, ﴿ تَٱللَّهِ تَفۡتَؤُاْ تَذۡكُرُ يُوسُفَ ﴾ "Demi Allah, senan-tiasa kamu mengingati Yusuf", engkau masih saja mengingat Yusuf di setiap kondisimu ﴿ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا ﴾ "sehingga kamu mengidap penyakit yang berat", maksudnya sampai engkau tua renta, tidak punya ge-rakan dan juga kekuatan untuk berucap, ﴿ أَوۡ تَكُونَ مِنَ ٱلۡهَٰلِكِينَ ﴾ "atau kamu termasuk orang-orang yang binasa", maksudnya kamu tidak akan melupakannya selama kamu mampu mengingatnya selama-lamanya.

(86) Ya'qub berkata, ﴿ إِنَّمَآ أَشۡكُواْ بَثِّي ﴾ "Sesungguhnya aku menga-dukan kesusahanku", yaitu perkataan yang aku munculkan ﴿ وَحُزۡنِيٓ ﴾ "dan kesedihanku" yang berada dalam hati ﴿ إِلَى ٱللَّهِ ﴾ "hanya kepada Allah", semata, tidak kepada kalian, dan tidak pula kepada orang lain. Berbicaralah sekehendak kalian ﴿ وَأَعۡلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ﴾ "dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya", bahwa Dia akan memulangkan mereka semua kepadaku dan menyejuk-kan pandanganku dengan berkumpul kembali dengan mereka.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Yusuf: 85

Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.