Surat Al-'Ankabut Ayat 12

QS. Al-'Ankabut: 12 · Juz 20 · Makkiyah

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبِعُواْ سَبِيلَنَا وَلۡنَحۡمِلۡ خَطَٰيَٰكُمۡ وَمَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍۖ إِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ

Wa qālal-lażīna kafarū lil-lażīna āmanuttabi‘ū sabīlanā walnaḥmil khaṭāyākum, wa mā hum biḥāmilīna min khaṭāyāhum min syai'(in), innahum lakāżibūn(a).

Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman, "Ikutilah jalan kami dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu" dan mereka (sendiri) sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta.

Baca dalam Surat Al-'Ankabut

Tafsir QS. Al-'Ankabut: 12

Penjelasan ayat 12–13 sekaligus.

"Dan berkatalah orang-orang yang kafir kepada orang-orang yang beriman, 'Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu,' dan mereka (sendiri) sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar pendusta. Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban mereka, dan beban-beban di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan." (Al-Ankabut: 12-13).

(12) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan tentang perbuatan mengada-ada kaum kafir dan seruan mereka kepada kaum Mukminin agar masuk kepada agama mereka; dan di dalamnya terdapat peri-ngatan terhadap kaum Mukminin untuk tidak terpedaya dengan mereka dan terjerumus di dalam makar mereka, seraya berfirman, ﴿ وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّبِعُواْ سَبِيلَنَا ﴾ "Dan berkatalah orang-orang yang kafir kepada orang-orang yang beriman, 'Ikutilah jalan kami'," maka tinggalkanlah agama kalian atau sebagian ajarannya, dan ikutilah agama kami, karena kami memberikan jaminan kepada kalian atas segala perkara itu dan kami akan menanggung ﴿ خَطَٰيَٰكُمۡ ﴾ "dosa-dosa kalian." Sesungguhnya masalah ini bukan wewenang mereka, maka dari itu Allah berfirman, ﴿ وَمَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍۖ ﴾ "Dan mereka sendiri sedikit pun tidak memikul dosa-dosa mereka," tidak (memikul) sedikit dan tidak pula banyak. Pemikulan (penanggungan dosa) ini, sekalipun yang bersangkutan rela dengannya, namun ia sama sekali tidak berguna, karena kebenaran itu milik Allah semata. Allah سبحانه وتعالى tidak akan memberikan kemampuan kepada seseorang untuk bertindak dalam haknya kecuali atas dasar perintah dan keputusanNya, sedangkan keputusanNya adalah bahwa tidak satu jiwa pun yang bisa menanggung dosa jiwa yang lain.

(13) Ketika FirmanNya, ﴿ وَمَا هُم بِحَٰمِلِينَ مِنۡ خَطَٰيَٰهُم مِّن شَيۡءٍۖ ﴾ "Dan mereka sendiri sedikit pun tidak (sanggup) memikul dosa-dosa mereka" kadang bisa dipahami bahwasanya orang-orang kafir yang me-nyeru kepada kekafirannya –dan orang-orang yang semisal mereka yang menyerukan kepada kebatilannya– tidak (sanggup) memikul dosa kecuali dosa-dosa yang mereka lakukan, tanpa dosa-dosa yang dilakukan oleh orang lain sekalipun mereka adalah penyebabnya, maka Allah berfirman seraya menolak kemungkinan pemahaman keliru itu, ﴿ وَلَيَحۡمِلُنَّ أَثۡقَالَهُمۡ وَأَثۡقَالٗا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡۖ ﴾ "Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban mereka," yaitu dosa-dosa yang mereka perbuatan ﴿ وَأَثۡقَالٗا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡۖ ﴾ "dan beban-beban di samping beban-beban mereka sendiri," yaitu dosa-dosa yang disebabkan oleh mereka. Jadi, dosa yang dilakukan oleh sang pengikut, maka masing-masing pengikut dan orang yang diikuti mempunyai bagian darinya. Hal itu karena si pengikut yang bertindak sebagai pelaku dan yang langsung me-lakukannya, sedangkan orang yang diikuti telah menyebabkan orang lain melakukan dosa dan karena ia menyerukan kepadanya. Demikian pula halnya dengan kebaikan, apabila dilakukan oleh pengikut, maka ia akan mendapatkan pahalanya, karena ia secara langsung telah melakukannya, dan orang yang mengajak orang lain melakukannya pun mendapat pahala juga, karena ia telah menjadi sebab bagi orang lain, ﴿ وَلَيُسۡـَٔلُنَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَمَّا كَانُواْ يَفۡتَرُونَ ﴾ "dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan," yaitu berupa kejahatan dan mempropa-gandakannya, serta ucapan mereka, ﴿ وَلۡنَحۡمِلۡ خَطَٰيَٰكُمۡ ﴾ "Dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu."

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-'Ankabut: 12

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (1), ghunnah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • هُم بِحَٰمِلِينَMim mati bertemu ب
  • مِّن شَيۡءٍۖNun mati bertemu ش

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • خَطَٰيَٰهُم مِّنMim mati bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّهُمۡNun bertasydid

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini