Surat Al-'Ankabut Ayat 36

QS. Al-'Ankabut: 36 · Juz 20 · Makkiyah

وَإِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيۡبٗا فَقَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱرۡجُواْ ٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ

Wa ilā madyana akhāhum syu‘aibā(n), faqāla yā qaumi‘budullāha warjul-yaumal-ākhira wa lā ta‘ṡau fil-arḍi mufsidīn(a).

Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan, saudara mereka Syuʻayb, maka ia berkata, "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan".

Baca dalam Surat Al-'Ankabut

Tafsir QS. Al-'Ankabut: 36

Allah mengutus Nabi Syuaib kepada kaum yang berdiam di negeri Madyan, supaya mereka beribadah kepada Allah Yang Maha Esa dengan ikhlas. Ibadah tersebut akan bermanfaat untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Dalam ayat ini dikatakan "harapkanlah (pahala) hari akhir", berarti hendaklah kamu merasa takut dengan kedatangan hari itu dan persiapkanlah dirimu dengan amal saleh sebanyak-banyaknya guna menghadapinya. Di samping seruan untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, dan memperbanyak amal untuk perbekalan di kampung akhirat, Syuaib juga menganjurkan supaya meninggalkan segala perbuatan yang bersifat merusak dan membinasakan. Jangan saling merugikan antara sesama manusia, seperti mengurangi takaran dan timbangan, dan merampok kafilah yang sedang lalu. Kemudian mereka juga diperintahkan untuk memperbanyak tobat kepada Tuhan sambil mengembalikan diri kepada-Nya dengan jalan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

Tafsir Kementerian Agama RI.

Hukum Tajwid QS. Al-'Ankabut: 36

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: ikhfa (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • شُعَيۡبٗا فَقَالَTanwin bertemu ف

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • مَدۡيَنَد mati