Surat Al-Baqarah Ayat 48

QS. Al-Baqarah: 48 · Juz 1 · Madaniyah

وَٱتَّقُواْ يَوۡمٗا لَّا تَجۡزِي نَفۡسٌ عَن نَّفۡسٖ شَيۡـٔٗا وَلَا يُقۡبَلُ مِنۡهَا شَفَٰعَةٞ وَلَا يُؤۡخَذُ مِنۡهَا عَدۡلٞ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ

Wattaqū yaumal lā tajzī nafsun ‘an nafsin syai'aw wa lā yuqbalu minhā syafā‘atuw wa lā yu'khażu minhā ‘adluw wa lā hum yunṣarūn(a).

Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.

Baca dalam Surat Al-Baqarah

Tafsir QS. Al-Baqarah: 48

Penjelasan ayat 45–48 sekaligus.

"Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan se-sungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya. Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. Dan jagalah dirimu dari (azab) Hari (Kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong." (Al-Baqarah: 45-48).

(45) Allah memerintahkan kepada mereka untuk meminta pertolongan dalam (menyelesaikan) segala urusan mereka dengan kesabaran dalam segala bentuknya, yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah hingga dia mampu menunaikannya, sabar dari ke-maksiatan hingga dia menghindarinya, dan sabar dalam mengha-dapi takdir-takdir Allah yang menyakitkan agar dia tidak menge-camnya. Dengan kesabaran dan menahan diri terhadap segala yang diperintahkan oleh Allah untuk bersabar atasnya adalah sebuah pertolongan yang besar dalam setiap perkara dari perkara-perkara yang ada, dan barangsiapa yang bersabar, niscaya Allah akan mem-buatnya menjadi sabar. Demikian juga shalat yang merupakan timbangan dari keimanan dan dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, dapat dijadikan penolong dalam segala perkara ke-hidupan. ﴿ وَإِنَّهَا ﴾ "Dan sesungguhnya yang demikian itu," yaitu shalat, ﴿ لَكَبِيرَةٌ ﴾ "sungguh berat," maksudnya sulit, ﴿ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ﴾ "kecuali bagi orang-orang yang khusyu'." Shalat itu adalah mudah bagi mereka dan sangat ringan, karena kekhusyu'an, takut kepada Allah, dan mengharap apa yang ada di sisiNya mengharuskan adanya realisasi perbuatan itu dengan dada yang lapang demi mencari ganjaran dan takut dari hukuman. Berbeda dengan orang yang tidak demi-kian, karena tidak ada pendorong baginya yang mengajaknya kepada hal tersebut, dan bila pun dia melakukannya, maka hal itu menjadi suatu perkara yang paling berat yang dia rasakan. Khusyu' adalah ketundukan hati, ketenteraman dan kete-nangannya karena Allah تعالى, serta kepasrahannya di hadapan Allah dengan segala bentuk menghinakan diri, rasa butuh, dan iman kepadaNya dan kepada pertemuan denganNya. Oleh karena itu Allah berfirman,

(46) ﴿ ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ ﴾ "Yaitu orang-orang yang meyakini," yakni yang yakin serta percaya, ﴿ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴾ "bahwa mereka akan menemui Rabbnya," lalu Dia akan membalas perbuatan-perbuatan mereka, ﴿ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ ﴾ "dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya." Inilah yang meringankan mereka dalam beribadah, yang mewajibkan bagi mereka untuk berhibur diri dalam segala musibah, berlapang dada dalam segala kesulitan, dan mencegah mereka dari berbuat keburukan. Maka mereka itulah orang-orang yang mendapatkan kenikmatan yang abadi dalam ruangan-ruangan yang tinggi. Ada-pun orang yang tidak beriman kepada pertemuan dengan Rabbnya, maka shalat dan ibadah-ibadah lainnya adalah suatu hal yang paling sulit bagi mereka.

(47) Kemudian Allah mengulangi peringatanNya kepada Bani Israil tentang nikmat-nikmatNya sebagai suatu nasihat, pe-ringatan, dan anjuran bagi mereka.

(48) Dan Allah mempertakutkan mereka dengan Hari Kiamat, yang ﴿ لَّا تَجۡزِي ﴾ "tidak dapat membela" pada hari itu, maksud-nya, tidaklah, ﴿ نَفۡسٌ ﴾ "seseorang" bisa menolong walaupun dia ada-lah seorang yang mulia seperti para Nabi dan orang-orang shalih, bagi ﴿ عَن نَّفۡسٖ ﴾ "orang lain" walaupun keluarga paling terdekat seka-lipun, ﴿ شَيۡـٔٗا ﴾ "walau sedikit pun," tidak besar dan tidak pula kecil. Akan tetapi seorang manusia hanya dapat memanfaatkan per-buatan-perbuatan yang telah dia kerjakan, ﴿ وَلَا يُقۡبَلُ مِنۡهَا ﴾ "dan begitu pula tidak diterima darinya," yaitu dari seseorang, ﴿ شَفَٰعَةٞ ﴾ "syafa'at" bagi seseorang pun tanpa ada izin dari Allah dan keridhaanNya terhadap orang yang diberi syafa'at, dan tidaklah Allah meridhai suatu amal perbuatan kecuali dilakukan karena hanya mengharap ridhaNya dan perbuatan itu sesuai dengan jalan dan sunnah. ﴿ وَلَا يُؤۡخَذُ مِنۡهَا عَدۡلٞ ﴾ "Dan tebusan darinya tidak diambil," yakni pembayaran tebusan. Dan kalau setiap diri yang zhalim itu mempunyai segala yang ada di bumi ini dan ditambah yang seperti itu lagi, niscaya mereka tidak akan bisa menebus diri mereka dengannya dari azab Allah. Allah tidaklah menerima itu dari mereka, ﴿ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ﴾ "dan tidaklah mereka akan ditolong," maksudnya, mereka tidak akan dibela dari ancaman hal-hal yang dibenci, maka Allah menghilangkan segala bentuk bantuan dari makhluk dalam bentuk apa pun. FirmanNya, ﴿ لَّا تَجۡزِي نَفۡسٌ عَن نَّفۡسٖ شَيۡـٔٗا ﴾ "Seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun," adalah dalam mendapatkan manfaat, ﴿ وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ ﴾ "dan tidaklah mereka akan ditolong," adalah dalam meng-hilangkan kemudaratan. Maka peniadaan ini adalah untuk perkara masa yang akan datang bagi orang bersangkutan. ﴿ وَلَا يُقۡبَلُ مِنۡهَا شَفَٰعَةٞ وَلَا يُؤۡخَذُ مِنۡهَا عَدۡلٞ ﴾ "Dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya." Ini adalah peniadaan akan manfaat yang diminta kepada orang yang memilikinya dengan suatu kompensasi, seperti dengan tebusan atau selainnya seperti syafa'at. Berdasarkan semua ini wajiblah atas seorang hamba untuk memutuskan ketergan-tungan hatinya kepada makhluk karena mengetahui bahwasanya makhluk itu tidaklah memiliki manfaat walaupun seberat biji dzarrah, dan agar dia hanya menggantungkan dirinya kepada Allah saja dalam mendapatkan manfaat-manfaat dan menolak mudarat-mudarat, sehingga dia menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya dan memohon pertolongan hanya kepadaNya dalam beribadah kepadaNya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Baqarah: 48

Ayat ini memuat 10 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (5), qalqalah (3).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • نَّفۡسٖ شَيۡـٔٗاTanwin bertemu ش
  • يُنصَرُونَNun mati bertemu ص

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • يَوۡمٗا لَّاTanwin bertemu ل
  • عَن نَّفۡسٖNun mati bertemu ن
  • شَيۡـٔٗا وَلَاTanwin bertemu و
  • شَفَٰعَةٞ وَلَاTanwin bertemu و
  • عَدۡلٞ وَلَاTanwin bertemu و

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • تَجۡزِيج mati
  • يُقۡبَلُق mati
  • عَدۡلٞد mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini