Surat Al-Isra' Ayat 20

QS. Al-Isra': 20 · Juz 15 · Makkiyah

كُلّٗا نُّمِدُّ هَٰٓؤُلَآءِ وَهَٰٓؤُلَآءِ مِنۡ عَطَآءِ رَبِّكَۚ وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحۡظُورًا

Kullan numiddu hā'ulā'i wa hā'ulā'i min ‘aṭā'i rabbik(a), wa mā kāna ‘aṭā'u rabbika maḥẓūrā(n).

Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu. Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhan-mu. Dan kemurahan Tuhan-mu tidak dapat dihalangi.

Baca dalam Surat Al-Isra'

Tafsir QS. Al-Isra': 20

Penjelasan ayat 18–21 sekaligus.

"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehen-daki bagi orang yang Kami kehendaki, kemudian Kami tentukan baginya Neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang dia adalah Mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Rabbmu. Dan kemurahan Rabbmu tidak dapat dihala-ngi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari me-reka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya." (Al-Isra`: 18-21).

(18) Allah تعالى memberitahukan bahwasanya ﴿ مَّن كَانَ يُرِيدُ ﴾ "ba-rangsiapa menghendaki," (kehidupan) dunia ﴿ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴾ "kehidupan se-karang," yang akan berakhir lagi fana, kemudian dia bekerja dan ber-usaha untuk meraihnya sehingga dia lupa tempat asal dan tujuan akhir hidupnya (akhirat), maka Allah akan segera memberikan sebagian kekayaan dan perhiasan dunia yang dia inginkan dan kehendaki, (sesuai jatah) yang telah Allah tulis baginya di Lauhul Mahfuzh. Hanya saja, semua itu bukanlah kenikmatan yang mem-punyai nilai manfaat lagi tidak kekal baginya. Kemudian di akhirat kelak, Allah menyediakan baginya ﴿ جَهَنَّمَ يَصۡلَىٰهَا ﴾ "Neraka Jahanam, dia memasukinya," maksudnya dia merasakan langsung siksaanNya ﴿ مَذۡمُومٗا مَّدۡحُورٗا ﴾ "dalam keadaan tercela dan terusir," dalam keadaan ke-hinaan, terbongkar seluruh aibnya dan tercela di hadapan Allah dan para makhluk (juga) jauh dari rahmat Allah. Maka Allah menyatu-kan baginya antara deraan siksa dengan kehinaan bagi orang itu.

(19) ﴿ وَمَنۡ أَرَادَ ٱلۡأٓخِرَةَ ﴾ "Dan barangsiapa yang menghendaki kehi-dupan akhirat," kemudian dia menyukai dan mengutamakannya daripada kehidupan dunia ﴿ وَسَعَىٰ لَهَا سَعۡيَهَا ﴾ "dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh," (tempat) yang mana kitab samawi dan atsar nabi mengajak kepadanya, lalu dia beramal sesuai dengan batas (maksimal) kemampuannya ﴿ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ ﴾ "sedang dia orang yang beriman," kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, dan Hari Akhir, ﴿ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعۡيُهُم مَّشۡكُورٗا ﴾ "maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik," maksudnya, amalnya diterima, berkembang dan tersimpan. Bagi mereka pahala dan ganjaran di sisi Rabbnya.

(20) Walaupun demikian, jatah mereka di dunia tidak terle-watkan. Masing-masing pihak dibantu oleh Allah dari bagian kenik-matan dunia, karena itu merupakan cerminan curahan karunia dan kebaikan Allah تعالى.

(21) ﴿ ٱنظُرۡ كَيۡفَ فَضَّلۡنَا بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ ﴾ "Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain)," di dunia dengan kelapangan rizki dan keterbatasannya, kemudahan dan kesusahan, pengetahuan dan kebodohan, kecerdasan dan ketololan, dan aspek-aspek lainnya yang mana Allah melebihkan sebagian orang dari sebagian yang lain dengannya. ﴿ وَلَلۡأٓخِرَةُ أَكۡبَرُ دَرَجَٰتٖ وَأَكۡبَرُ تَفۡضِيلٗا ﴾ "Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya." Maka tidak bisa di-perbandingkan antara kenikmatan dunia dengan kenikmatan akhi-rat dalam segala sudut. Alangkah jauh perbedaan antara orang yang berada di istana-istana yang tinggi, aneka kelezatan yang bermacam-macam, beragam jenis kebaikan, rangkaian kebahagiaan, dengan orang yang menggelepar-gelepar di dalam Neraka Jahim, tersiksa dengan azab yang pedih, dan kemurkaan Rabb Yang Maha Penya-yang sudah mengenainya. Dan masing-masing dari dua kampung itu (dunia dan akhirat) di hadapan para penghuninya mempunyai sisi-sisi perbedaan yang tidak terhitung jumlahnya oleh seseorang.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Isra': 20

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: idgham (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • كُلّٗا نُّمِدُّTanwin bertemu ن

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini