Surat Al-Isra' Ayat 57

QS. Al-Isra': 57 · Juz 15 · Makkiyah

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ يَبۡتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلۡوَسِيلَةَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ وَيَرۡجُونَ رَحۡمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُورٗا

Ulā'ikal-lażīna yad‘ūna yabtagūna ilā rabbihimul-wasīlata ayyuhum aqrabu wa yarjūna raḥmatahū wa yakhāfūna ‘ażābah(ū), inna ‘ażāba rabbika kāna maḥżūrā(n).

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhan-mu adalah suatu yang (harus) ditakuti.

Baca dalam Surat Al-Isra'

Tafsir QS. Al-Isra': 57

Penjelasan ayat 56–57 sekaligus.

"Katakanlah, 'Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (ke-pada Allah) dan mengharapkan rahmatNya dan takut akan azab-Nya. Sesungguhnya azab Rabbmu adalah suatu yang (harus) di-takuti'." (Al-Isra`: 56-57).

(56) Allah تعالى berfirman, ﴿ قُلِ ﴾ "Katakanlah," kepada kaum musyrikin yang telah menjadikan tandingan bagi Allah, mereka beribadah kepada tandingan-tandingan itu sebagaimana peribadat-an mereka kepada Allah, berdoa kepada tandingan-tandingan itu sebagaimana mereka berdoa kepada Allah disertai tuntutan keharus-an kepada mereka untuk mengoreksi apa yang mereka sangka dan yakini jika mereka benar, ﴿ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم ﴾ "Panggillah mereka yang kamu anggap," sesembahan selain Allah. Lantas, saksikanlah apakah me-reka mampu memberi manfaat atau menolak bahaya dari kalian? Sesungguhnya mereka itu tidak ﴿ يَمۡلِكُونَ كَشۡفَ ٱلضُّرِّ عَنكُمۡ ﴾ "mem-punyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu," berupa penya-kit, kemiskinan, kesulitan dan yang semisalnya. Tidaklah mereka mampu menghilangkan semuanya itu, tidak pula mereka mampu memindahkannya dari seseorang kepada orang lain, ataupun meng-ganti dari satu kesulitan dengan kesulitan yang lebih ringan. Apa-bila ternyata demikian sifat-sifat sesembahan kalian, maka buat apa kalian berdoa kepada selain Allah. Sesungguhnya mereka tidak mempunyai kesempurnaan, tidak pula perbuatan-perbuatan yang bermanfaat. Oleh karenanya, tindakan mengangkat mereka (sebagai sesembahan selain Allah) adalah bentuk kedangkalan agama dan akal serta kebodohan dalam pola pikir. Di antara hal yang mengherankan, tindakan bodoh yang sudah membudaya dan terbiasa, dan menerimanya dengan membabi buta dari para leluhur mereka yang sesat, kemudian pelakunya menilai-nya sebagai pendapat yang lurus dan pemikiran yang paling ber-guna dan memandang bahwa memurnikan agama (hanya) untuk Allah yang Maha Esa, Maha Sempurna, Yang Memberi nikmat yang lahir maupun batin, itulah kedunguan dan perkara yang aneh. Se-bagaimana perkataan mereka, ﴿ أَجَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عُجَابٞ 5 ﴾ " dalam perkataan yang tidak baika untuk tidak mentaati mereka n agama para hamba. paling baik dari keduanya apabila _____Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu tuhan yang satu saja? Se-sungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan." (Shad: 5).

(57) Kemudian Allah تعالى juga memberitahukan bahwasanya sesembahan selain Allah –yang disembah orang-orang musyrik itu– sibuk sendiri lalai dari mereka, bersamaan dengan perhatian me-reka untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencari sarana untuk itu. Maka Allah berfirman, ﴿ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدۡعُونَ ﴾ "Orang-orang yang mereka seru itu," dari kalangan para nabi, orang-orang shalih maupun para malaikat ﴿ يَبۡتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلۡوَسِيلَةَ أَيُّهُمۡ أَقۡرَبُ ﴾ "mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah)," maksudnya mereka berlomba-lomba dalam mendekatkan diri kepada Rabbnya. Mereka mengerahkan segala kemampuan berupa amal-amal shalih yang bisa mendekatkan diri kepada Allah تعالى dan kepada rahmatNya ﴿ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓۚ ﴾ "dan takut akan azabNya," kemudian mereka menghindari penyebab datangnya azab Allah. ﴿ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحۡذُورٗا ﴾ "Sesungguhnya azab Rabbmu adalah suatu yang (harus) ditakuti," maksudnya itulah yang harus betul-betul diwaspa-dai dan memelihara diri dari sebab-sebabnya. Tiga sifat ini, sifat khauf (rasa takut), raja` (pengharapan) dan mahabbah (cinta) yang Allah sematkan kepada orang-orang yang didekatkan kepadaNya ini, merupakan asal dan bahan dasar dari segala kebaikan. Barang-siapa yang memiliki tiga sifat ini dengan sempurna, maka sempur-nalah segala urusannya. Dan apabila hati kosong dari sifat-sifat ini, maka kebaikan-kebaikan pergi darinya hingga akhirnya dipenuhi berbagai keburukan. Dan tanda kecintaan seorang hamba, sebagaimana yang di-sebutkan Allah adalah kesungguhan seorang hamba untuk melaku-kan apa saja yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, berlomba-lomba untuk dekat denganNya dengan mengikhlaskan semua amalan (hanya) untuk Allah semata, tulus dalam mengerjakannya dan berusaha mengerjakannya dalam bentuk yang sempurna, sesuai dengan batas kemampuannya. Barangsiapa yang mengaku cinta kepada Allah tanpa melakukan hal-hal di atas, maka dia adalah se-orang pendusta.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hadits terkait QS. Al-Isra': 57

Hukum Tajwid QS. Al-Isra': 57

Ayat ini memuat 4 bacaan bertajwid: ghunnah (1), qalqalah (3).

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • إِنَّNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • يَدۡعُونَد mati
  • يَبۡتَغُونَب mati
  • أَقۡرَبُق mati

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini