Surat Al-Isra' Ayat 97

QS. Al-Isra': 97 · Juz 15 · Makkiyah

وَمَن يَهۡدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلۡمُهۡتَدِۖ وَمَن يُضۡلِلۡ فَلَن تَجِدَ لَهُمۡ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِهِۦۖ وَنَحۡشُرُهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ عُمۡيٗا وَبُكۡمٗا وَصُمّٗاۖ مَّأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ كُلَّمَا خَبَتۡ زِدۡنَٰهُمۡ سَعِيرٗا

Wa may yahdillāhu fa huwal-muhtad(i), wa may yuḍlil falan tajida lahum auliyā'a min dūnih(ī), wa naḥsyuruhum yaumal-qiyāmati ‘alā wujūhihim ‘umyaw wa bukmaw wa ṣummā(n), ma'wāhum jahannam(u), kullamā khabat zidnāhum sa‘īrā(n).

Dan barang siapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang Dia sesatkan, maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu, dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.

Baca dalam Surat Al-Isra'

Tafsir QS. Al-Isra': 97

Allah swt menerangkan dalam ayat ini bahwa Dialah yang menguasai dan menentukan segala sesuatu. Dia yang memberi petunjuk dan taufik kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Orang yang tidak menerima petunjuk dan taufik-Nya, adalah orang yang sesat dan tidak akan memperoleh penolong selain Allah.

Orang-orang sesat itu akan dikumpulkan Allah pada hari kiamat di suatu tempat untuk dihisab. Mereka dibangkitkan dari kubur dalam keadaan buta, bisu, dan tuli, sebagaimana mereka dahulu di dunia tidak melihat dan mendengarkan kebenaran yang disampaikan.

Nabi saw bersabda:

Seorang bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah bagaimana manusia berjalan dengan wajah mereka?" Rasulullah menjawab, "Dia yang menjalankan mereka dengan kaki mereka, tentu berkuasa pula menjalankan mereka dengan wajah mereka". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)

Abu Dawud dan at-Tirmidzi meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah:

Bahwa manusia itu ada tiga macam pada hari berkumpul di padang Mahsyar, ada yang berjalan, ada yang berkendaraan dan ada pula yang berjalan dengan wajah mereka.

Setelah selesai dihisab, mereka dimasukkan ke dalam neraka Jahanam dan dibakar dengan api yang menyala-nyala karena setiap akan padam, nyala api itu ditambah lagi. Setiap kali kulit dan tubuh menjadi hangus, dan daging-daging mereka menjadi musnah, Allah menggantinya kembali dengan kulit, daging, dan tubuh yang baru, sehingga mereka kembali merasakan azab yang tidak putus-putusnya.

Tafsir Kementerian Agama RI.

Hukum Tajwid QS. Al-Isra': 97

Ayat ini memuat 10 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (5), ghunnah (2), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • فَلَن تَجِدَNun mati bertemu ت
  • مِن دُونِهِۦۖNun mati bertemu د

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَمَن يَهۡدِNun mati bertemu ي
  • وَمَن يُضۡلِلۡNun mati bertemu ي
  • عُمۡيٗا وَبُكۡمٗاTanwin bertemu و
  • وَبُكۡمٗا وَصُمّٗاۖTanwin bertemu و
  • وَصُمّٗاۖ مَّأۡوَىٰهُمۡTanwin bertemu م

Ghunnah

Nun atau mim bertasydid didengungkan sekitar dua harakat.

  • وَصُمّٗاۖMim bertasydid
  • جَهَنَّمُۖNun bertasydid

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • زِدۡنَٰهُمۡد mati