Surat Al-Ma'arij Ayat 16
QS. Al-Ma'arij: 16 · Juz 29 · Makkiyah
نَزَّاعَةٗ لِّلشَّوَىٰ
Nazzā‘atal lisy-syawā.
yang mengelupaskan kulit kepala,
Baca dalam Surat Al-Ma'arijQS. Al-Ma'arij: 16 · Juz 29 · Makkiyah
نَزَّاعَةٗ لِّلشَّوَىٰ
Nazzā‘atal lisy-syawā.
yang mengelupaskan kulit kepala,
Baca dalam Surat Al-Ma'arijTidak akan diterima tebusan apa pun dari perbuatan dosa yang telah dikerjakan orang kafir. Allah tidak memerlukan tebusan, Dia Mahakaya dan tidak memerlukan sesuatu apa pun.
Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang di antara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya dia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong. (Ali Imran/3: 91)
Azab yang disediakan bagi orang kafir ialah neraka. Tidak seorang pun yang selamat dan dapat melepaskan diri dari azabnya. Neraka itu memanggil orang kafir untuk diazab, begitu juga orang-orang yang membelakang dan lari dari kebenaran, suka berbuat curang atau jahat, dan suka mengumpulkan harta, tetapi tidak mau mengeluarkan sedekah dan hak-hak Allah, seperti yang telah ditetapkan-Nya.
Ayat ini tidak bertujuan untuk melarang kaum Muslimin mengumpulkan harta. Ayat ini hanya melarang mengumpulkan harta tanpa mengeluarkan hak-hak Allah yang ada dalam harta yang telah dikumpulkan itu.
Penjelasan ayat 8–18 sekaligus.
"Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak. Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan). Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya, padahal mereka saling melihat. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan istrinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia), dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya. Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang berge-jolak, yang mengelupaskan kulit kepala, yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama), serta me-ngumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya." (Al-Ma'arij: 8-18).
(8-9) ﴿ يَوۡمَ ﴾ "Pada hari" kiamat, terjadilah peristiwa-peristiwa besar ini, ﴿ تَكُونُ ٱلسَّمَآءُ كَٱلۡمُهۡلِ ﴾ "ketika langit menjadi seperti luluhan perak," yakni seperti perak meleleh karena terbelah dan begitu gentingnya, ﴿ وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ كَٱلۡعِهۡنِ ﴾ "dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang be-terbangan)," yakni seperti bulu yang beterbangan kemudian setelah itu menjadi debu yang beterbangan dan lenyap.
(10-14) Bila huru-hara dan kondisi genting ini dialami oleh makhluk besar dan kuat, lantas bagaimana engkau membayang-kannya terhadap manusia lemah yang punggungnya diperberat oleh berbagai kesalahan dan dosa? Bukankah hatinya akan terlepas dan akalnya akan tergoncang dan tidak akan sempat memikirkan orang lain? Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَلَا يَسۡـَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمٗا 10 يُبَصَّرُونَهُمۡۚ ﴾ "Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya, padahal mereka saling melihat," yakni teman akrab melihat temannya tapi hatinya tidak memungkinkannya untuk bertanya tentang kondisi-nya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan rasa cinta mereka; yang ada dalam benaknya hanyalah diri pribadi. ﴿ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ ﴾ "Orang kafir ingin," yakni orang kafir yang berhak men-dapatkan azab, ﴿ لَوۡ يَفۡتَدِي مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِئِذِۭ بِبَنِيهِ 11 وَصَٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ 12 وَفَصِيلَتِهِ ﴾ "kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan istrinya dan saudaranya, dan kaum familinya," yakni kera-batnya, ﴿ ٱلَّتِي تُـٔۡوِيهِ ﴾ "yang melindunginya (di dunia)," yakni seperti biasa terjadi di dunia untuk saling menolong dan membantu satu sama lain. Pada Hari Kiamat, tidak seorang pun yang bisa menolong lain-nya dan tidak ada seorang pun yang bisa memberi syafa'at kecuali atas izin Allah سبحانه وتعالى. Bahkan jika pun orang berdosa yang berhak mendapatkan siksa menebus siksaan dengan seluruh yang ada di bumi agar bisa selamat dari siksaan tersebut, hal itu tidak berguna baginya.
(15-18) ﴿ كـَلَّآۖ ﴾ "Sekali-kali tidak," yakni, tidak ada cara dan tempat berlari bagi mereka, kalimat Rabbmu telah berlaku bagi mereka. Bantuan kerabat dan teman sudah tidak ada. ﴿ إِنَّهَا لَظَىٰ 15 نَزَّاعَةٗ لِّلشَّوَىٰ 16 ﴾ "Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala," yakni api yang bergejolak karena begitu dahsyatnya hingga mengelupas bagian tubuh yang nampak dan yang tidak, ﴿ تَدۡعُواْ ﴾ "yang memanggil," menuju dirinya, ﴿ مَنۡ أَدۡبَرَ وَتَوَلَّىٰ 17 وَجَمَعَ فَأَوۡعَىٰٓ 18 ﴾ "orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama), serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya," yakni, orang yang berpaling untuk mengikuti kebenaran dan tidak memiliki keinginan untuk ke sana. Mereka saling mengumpulkan harta satu sama lain, dikumpulkan dan tidak diinfakkan yang seharusnya bisa bermanfaat baginya dan melindunginya dari siksa neraka. Neraka menyeru orang-orang seperti itu kepada dirinya serta siap untuk membakar mereka.
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: idgham (1).
Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.