Surat Al-Muddassir Ayat 10
QS. Al-Muddassir: 10 · Juz 29 · Makkiyah
عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٖ
‘Alal-kāfirīna gairu yasīr(in).
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.
Baca dalam Surat Al-MuddassirQS. Al-Muddassir: 10 · Juz 29 · Makkiyah
عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٖ
‘Alal-kāfirīna gairu yasīr(in).
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.
Baca dalam Surat Al-MuddassirDalam ayat ini ditegaskan lagi bahwa tidak mudah bagi orang-orang kafir menghadapi suasana hari Kiamat yang dahsyat dan menakutkan itu. Sebab, pada hari itulah mereka menerima segala hasil perbuatan mereka dalam buku amalan dari sebelah kiri sebagai tanda masuk neraka. Tidak ada lagi kebahagiaan bagi orang kafir pada hari tersebut. Semuanya serba susah dan pedih, tidak seperti kesenangan yang pernah mereka nikmati di dunia dahulu.
Kenapa mereka mengalami kesulitan? Selain pernah menerima buku di sebelah kiri, mereka juga harus mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan mereka di hadapan Mahkamah Allah Yang Mahaadil, yang tidak seorang pun dapat mengelak dan tidak seorang pun yang merasa dirugikan. Sebab, di hari itu pula segala anggota tubuh ikut berbicara mengajukan kesaksian dengan sendirinya terhadap yang pernah dikerjakan, padahal mulut yang di dunia pandai bicara, pada hari itu terkunci rapat diam membisu seribu bahasa. Semua manusia pada hari Kiamat menundukkan kepala di hadapan Allah, mengakui kesalahan dan kekhilafan masa lalu, tetapi pintu penyesalan sudah ditutup. Adapun orang mukmin yang telah menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk berjihad di jalan Allah, menghadapi kiamat dengan perasaan cerah, tanpa diliputi ketakutan sedikit pun. Mereka tidak akan dipersulit perhitungan amalnya, dan berjalan berbaris serta bersaf-saf menuju Mahkamah Ilahi dengan wajah cerah.
Penjelasan ayat 8–10 sekaligus.
"Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit bagi orang-orang kafir lagi tidak mu-dah." (Al-Muddatstsir: 8-10).
(8-10) Yaitu bila sangkakala ditiup untuk bangkit dari kubur, semua manusia dikumpulkan untuk dibangkitkan, ﴿ فَذَٰلِكَ يَوۡمَئِذٖ يَوۡمٌ عَسِيرٌ ﴾ "maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit," karena banyaknya huru hara dan kedahsyatannya, ﴿ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٖ ﴾ "bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah," karena mereka telah putus asa dari berbagai kebaikan dan yakin akan binasa. Kontekstualnya, hari itu mudah bagi orang-orang yang beriman sebagaimana yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴿ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ ﴾ "Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang sulit'."
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.