Surat Al-Mu'minun Ayat 20

QS. Al-Mu'minun: 20 · Juz 18 · Makkiyah

وَشَجَرَةٗ تَخۡرُجُ مِن طُورِ سَيۡنَآءَ تَنۢبُتُ بِٱلدُّهۡنِ وَصِبۡغٖ لِّلۡأٓكِلِينَ

Wa syajaratan takhruju min ṭūri sainā'a tambutu bid-duhni wa ṣibgil lil-ākilīn(a).

dan pohon kayu keluar dari Ṭūr Saynā`(pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi kuah bagi orang-orang yang makan.

Baca dalam Surat Al-Mu'minun

Tafsir QS. Al-Mu'minun: 20

Lalu dengan sebab air hujan itu Allah menumbuhkan untuk manusia kebun-kebun kurma dan anggur dan buah-buahan lain yang beraneka warna yang dapat di makan. Ada pula dari tanam-tanaman itu yang menjadi sumber penghidupan, seperti dari hasil pohon lada, pala, cengkeh dan sebagainya.

Dijadikan pula untuk manusia sejenis pohon kayu yang keluar dari gunung Sinai yaitu pohon zaitun yang banyak tumbuh di sekitar gunung itu, yang banyak menghasilkan minyak dan sering digunakan untuk melezatkan hidangan dan pada akhir-akhir ini dapat pula dijadikan bahan kosmetik dan obat-obatan karena minyak zaitun tidak mengandung kolesterol yang berbahaya bagi tubuh.

Tafsir Kementerian Agama RI.

Hukum Tajwid QS. Al-Mu'minun: 20

Ayat ini memuat 5 bacaan bertajwid: ikhfa (2), idgham (1), iqlab (1), qalqalah (1).

Ikhfa

Nun mati atau tanwin (juga mim mati sebelum ba) dibaca samar sambil berdengung.

  • وَشَجَرَةٗ تَخۡرُجُTanwin bertemu ت
  • مِن طُورِNun mati bertemu ط

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَصِبۡغٖ لِّلۡأٓكِلِينَTanwin bertemu ل

Iqlab

Nun mati atau tanwin sebelum ba berubah bunyi menjadi mim, berdengung.

  • تَنۢبُتُNun mati bertemu ب

Qalqalah

Huruf ق ط ب ج د yang mati, atau di akhir bacaan, dibaca memantul.

  • وَصِبۡغٖب mati