Surat Al-Qalam Ayat 10

QS. Al-Qalam: 10 · Juz 29 · Makkiyah

وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٖ مَّهِينٍ

Wa lā tuṭi‘ kulla ḥallāfim mahīn(in).

Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina,

Baca dalam Surat Al-Qalam

Tafsir QS. Al-Qalam: 10

Penjelasan ayat 8–16 sekaligus.

"Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendusta-kan (ayat-ayat Allah). Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari menghambur fitnah, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya, karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, '(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala.' Kelak akan Kami beri tanda dia di belalai(nya)." (Al-Qalam: 8-16).

(8) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada Nabi Muhammad a, ﴿ فَلَا تُطِعِ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ﴾ "Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah)," yakni, orang-orang yang mendustakanmu dan menentang kebenaran, karena mereka adalah orang-orang yang tidak patut untuk diikuti, karena mereka hanya memerintah sesuai kehendak hawa nafsu mereka. Yang mereka inginkan hanyalah kebatilan. Orang yang menaati mereka adalah orang yang mem-persembahkan marabahaya pada dirinya sendiri. Hal ini bersifat umum pada setiap pendusta dan dalam setiap ketaatan yang ber-sumber dari kebohongan, meski tekstual ayat berlaku pada masa-lah khusus, yaitu ketika orang-orang musyrik meminta Nabi a agar tidak mencela tuhan-tuhan dan agama mereka.

(9) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَدُّواْ ﴾ "Maka mereka meng-inginkan," yakni, orang-orang musyrik, ﴿ لَوۡ تُدۡهِنُ ﴾ "supaya kamu bersi-kap lunak," maksudnya, setuju terhadap sebagian keyakinan mereka, baik dengan perkataan, tindakan, maupun bersikap diam dari apa yang seharusnya dikatakan, ﴿ فَيُدۡهِنُونَ ﴾ "lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)." Tapi tegaklah dengan perintah Allah سبحانه وتعالى dan tam-pakkan Agama Islam, karena kesempurnaan penampakan Islam adalah kebalikan dari lawannya dan mencela agama yang menen-tangnya.

(10) ﴿ وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٖ ﴾ "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah," yaitu orang yang sering bersumpah. Karena hal itu hanya dilakukan oleh pendusta. Dan pendusta itu adalah orang ﴿ مَّهِينٍ ﴾ "hina," yakni buruk jiwanya, kecil semangatnya, dan tidak memiliki keinginan untuk kebaikan, tapi seluruh keinginan-nya hanya untuk kepentingan syahwat dirinya yang tercela.

(11) ﴿ هَمَّازٖ ﴾ "Yang banyak mencela," yaitu banyak mencela dan menuduh orang dengan cara ghibah, mengolok-olok atau yang lainnya. ﴿ مَّشَّآءِۭ بِنَمِيمٖ ﴾ "Yang kesana kemari menghambur fitnah," maksud-nya, menyebarkan namimah (adu domba) di antara sesama manu-sia. Namimah adalah menukil perkataan sebagian orang untuk di-sampaikan pada orang lain dengan tujuan untuk merusak hubungan di antara mereka serta menimbulkan permusuhan dan kebencian.

(12) ﴿ مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ ﴾ "Yang sangat enggan berbuat baik," yang seha-rusnya dilakukan, seperti nafkah wajib, kaffarat, zakat, dan lainnya, ﴿ مُعۡتَدٍ ﴾ "yang melampaui batas" terhadap sesama dengan cara men-zhalimi darah, harta, maupun kehormatan, ﴿ أَثِيمٍ ﴾ "lagi banyak dosa," yakni banyak dosa yang berkaitan dengan hak-hak Allah سبحانه وتعالى.

(13) ﴿ عُتُلِّۭ بَعۡدَ ذَٰلِكَ ﴾ "Yang kaku kasar, selain dari itu," yakni kasar dan berperangai kaku, keras, tidak tunduk pada kebenaran. ﴿ زَنِيمٍ ﴾ "Yang terkenal kejahatannya," yaitu orang jahat yang tidak memiliki pangkal serta kesiapan untuk melakukan kebaikan namun perangainya adalah akhlak yang paling buruk dan tidak bisa diha-rapkan adanya keberuntungan darinya serta memiliki tanda-tanda keburukan yang dikenal.

(14) Kesimpulannya, Allah سبحانه وتعالى melarang untuk menaati orang-orang tukang bersumpah, pendusta, berjiwa dan berperangai buruk, khususnya perangai yang mencakup rasa ujub terhadap diri sendiri, bersikap sombong terhadap kebenaran dan sesama manusia, menghina orang lain dengan ghibah dan namimah, menu-duh orang lain, dan banyak berbuat maksiat.

(15) Ayat-ayat ini meski turun berkenaan dengan perihal sebagian orang-orang musyrik seperti al-Walid bin al-Mughirah atau lainnya, berdasarkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ أَن كَانَ ذَا مَالٖ وَبَنِينَ 14 إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ 15 ﴾ "karena dia mempunyai (banyak) harta dan anak. Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, '(Ini adalah) dongeng-dongengan orang-orang dahulu kala'," yaitu disebab-kan oleh banyaknya harta dan anak, ia pun melampaui batas dan bersikap sombong terhadap kebenaran serta menolaknya ketika kebenaran itu datang padanya dan dianggap sebagai dongeng orang-orang dahulu yang bisa dipercaya dan juga bisa didustakan, tapi ayat ini bersifat umum dan berlaku pada siapa saja yang me-miliki sifat serupa, karena al-Qur`an turun untuk memberi petun-juk pada seluruh manusia, sehingga umat yang pertama dan yang terakhir masuk dalam cakupan ayat-ayat ini yang bisa saja sebagian ayat-ayat al-Qur`an turun karena sebab tertentu atau permasalahan sebagian orang, agar kaidah umum bisa terlihat jelas sehingga masalah-masalah cabang yang tercakup dalam permasalahan-permasalahan umum bisa diketahui.

(16) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang sifat-sifat-nya sesuai dengan yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى di atas akan diberi tanda ﴿ عَلَى ٱلۡخُرۡطُومِ ﴾ "di belalai(nya)," di dalam siksaan, di mana Allah akan menyiksanya secara nyata hingga menjadi tanda pada sesuatu yang paling berat baginya, yaitu wajahnya.

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Qalam: 10

Ayat ini memuat 1 bacaan bertajwid: idgham (1).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • حَلَّافٖ مَّهِينٍTanwin bertemu م

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini