Surat Al-Qalam Ayat 6
QS. Al-Qalam: 6 · Juz 29 · Makkiyah
بِأَييِّكُمُ ٱلۡمَفۡتُونُ
Bi'ayyikumul-maftūn(u).
siapa di antara kamu yang gila.
Baca dalam Surat Al-QalamQS. Al-Qalam: 6 · Juz 29 · Makkiyah
بِأَييِّكُمُ ٱلۡمَفۡتُونُ
Bi'ayyikumul-maftūn(u).
siapa di antara kamu yang gila.
Baca dalam Surat Al-QalamKedua ayat ini merupakan peringatan kepada kaum musyrikin dan menyatakan dengan pasti bahwa mereka benar-benar dalam keadaan sesat, karena tidak berapa lama lagi akan kelihatan kebenaran ajaran agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. Akan kelihatan kekuatan Islam dan kelemahan kaum musyrikin itu. Kaum Muslimin akan mengalahkan mereka, dan agama Islam menjadi ajaran yang tersebar luas.
Dengan keterangan ini jelaslah bahwa Nabi Muhammad saw tidak gila, tetapi orang-orang kafir yang menolak kebenaran dan terus menerus mengikuti hawa nafsu itulah yang kehilangan akal sehat. Hal ini justru berbahaya bagi mereka karena sikap dan pendirian yang salah ini akan membawa kehancuran dan kehinaan bagi mereka. Di dunia mereka akan kehilangan pengaruh dan kekuasaan seperti terjadi pada beberapa kali peperangan dengan orang Islam yaitu pada Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq. Di akhirat mereka pasti akan menyesali kesesatan mereka karena akan mendapat siksa yang pedih karena penolakan mereka pada dakwah Nabi Muhammad saw.
Pada hari Kiamat, semua perbuatan manusia dihisab, ditimbang, dan diperlihatkan kepada masing-masing mereka. Di saat itu, kaum musyrikin melihat dengan nyata, siapakah di antara mereka yang benar, apakah Rasul yang mereka tuduh gila ataukah mereka sendiri? Di sini tampak dengan jelas bahwa Nabi Muhammad saw adalah yang benar, sedangkan mereka dilemparkan ke dalam neraka Jahanam. Firman Allah:
Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu. (al-Qamar/54: 26)
Penjelasan ayat 1–7 sekaligus.
"Nun. Demi pena dan apa yang mereka tulis. Berkat nikmat Rabbmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. Dan se-sungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila. Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalanNya; dan Dia-lah Yang Paling Menge-tahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-Qalam: 1-7).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-2) Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan pena yang merupakan kata benda umum (isim jenis) yang mencakup seluruh macam pena yang dipakai untuk mencatat berbagai disiplin ilmu dan dipakai untuk menulis prosa dan puisi. Pena dan perkataan apa saja yang ditulis dengan pena merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang besar, yang berhak untuk dijadikan obyek sumpah Allah سبحانه وتعالى atas terbebasnya Nabi Muhammad a dari sifat gila yang dituduhkan pada beliau oleh musuh-musuh beliau. Sumpah Allah سبحانه وتعالى ini menafikan sifat gila yang dituduhkan itu karena nikmat dan kebaikan RabbNya, karena Dia menganugerahkan akal yang sem-purna, pandangan yang arif, dan perkataan yang fasih yang meru-pakan hal terbaik yang ditulis pena dan dicatat oleh manusia. Dan inilah kebahagiaan di dunia.
(3) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kebahagiaan Nabi Muhammad a di akhirat seraya berfirman, ﴿ وَإِنَّ لَكَ لَأَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُونٖ ﴾ "Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya." Yaitu pahala besar sebagaimana yang disebutkan oleh kata nakirah (indevinite) dalam ayat ini. Pahala besar yang tidak ada putusnya, namun tetap mengalir. Hal itu dikarenakan amal shalih, akhlak yang sempurna, dan petunjuk menuju kebaikan yang dilakukan oleh Rasulullah a.
(4) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ ﴾ "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." Maksud-nya, agung dan tinggi dengan budi pekerti yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى kepadamu. Secara garis besar tentang akhlaknya yang agung dijelaskan oleh Ummul Mukminin, Aisyah i, ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah a, ia menjawab, كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ. "Akhlaknya adalah al-Qur`an." Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴿ خُذِ ٱلۡعَفۡوَ وَأۡمُرۡ بِٱلۡعُرۡفِ وَأَعۡرِضۡ عَنِ ٱلۡجَٰهِلِينَ 199 ﴾ "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh." (Al-A'raf: 199). ﴿ فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ 159 ﴾ "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu-lah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya." (Ali Imran: 159). ﴿ لَقَدۡ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ عَزِيزٌ عَلَيۡهِ مَا عَنِتُّمۡ حَرِيصٌ عَلَيۡكُم بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ 128 ﴾ "Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sen-diri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin." (At-Taubah: 128). Dan ayat-ayat lain yang menunjukkan sifat-sifat mulia Rasu-lullah a dan berbagai ayat yang mendorong untuk berakhlak yang baik. Beliau memiliki akhlak yang paling sempurna dan agung. Beliau selalu berada di puncak tertinggi pada masing-masing akhlak baik. Rasulullah a adalah sosok lembut, mudah (bergaul) dan dekat dengan orang, mendatangi undangan orang, memenuhi keperluan orang yang meminta sebagai pelipur lara orang yang meminta, beliau selalu memberi dan tidak menolak dalam keadaan gagal (tidak membawa hasil). Apabila sahabat-sahabat beliau menginginkan sesuatu dari Rasulullah a, beliau mengiyakan dan mengikuti mereka jika tidak ada halangan. Jika bertekad melaku-kan sesuatu, beliau tidak pernah memutuskan sendiri, namun berembug dengan para sahabat. Rasulullah a adalah sosok yang menerima kebaikan orang, memaafkan kesalahan orang dan selalu memperlakukan teman secara baik dan sempurna. Beliau tidak pernah bermuka kusam, tidak pernah berkata kasar, tidak bersikap dingin, tidak pernah terselip lidah, tidak pernah dendam dengan perlakuan dingin orang, namun justru dibalas dengan kebaikan dan beliau sangat penyabar, semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada beliau.
(5-6) Karena Allah سبحانه وتعالى menempatkan Rasulullah a di posisi tertinggi dalam berbagai hal sedangkan para musuhnya menuduh sebagai orang gila dan sakit, maka Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴿ فَسَتُبۡصِرُ وَيُبۡصِرُونَ 5 بِأَييِّكُمُ ٱلۡمَفۡتُونُ 6 ﴾ "Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila." Jelas sudah, Rasulullah a adalah orang yang paling lurus dan paling sempurna terhadap dirinya dan orang lain, sedangkan musuh-mu-suhnya adalah orang-orang yang paling sesat dan buruk. Mereka adalah orang-orang yang memfitnah dan menyesatkan hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى dari jalanNya. Cukuplah Allah سبحانه وتعالى yang mengetahui tentang hal itu, karena Dia-lah yang akan memberi perhitungan dan membalas segala perbuatan.
(7) ﴿ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ ﴾ "Sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." Dalam ayat ini terdapat ancaman untuk orang-orang zhalim, janji baik untuk mereka yang mendapatkan petunjuk, dan penjelasan tentang hikmah Allah سبحانه وتعالى yang memberi hidayah pada orang yang layak mendapatkannya, bukan pada lainnya.
Tafsir Kementerian Agama RI.
Ayat ini tidak memuat hukum ikhfa, idgham, iqlab, ghunnah, maupun qalqalah; hurufnya dibaca jelas (izhar) sesuai makhrajnya.