Surat Al-Waqi'ah Ayat 43

QS. Al-Waqi'ah: 43 · Juz 27 · Makkiyah

وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ

Wa ẓillim miy yaḥmūm(in).

dan dalam naungan asap yang hitam.

Baca dalam Surat Al-Waqi'ah

Tafsir QS. Al-Waqi'ah: 43

Penjelasan ayat 41–48 sekaligus.

"Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu. Dalam (sik-saan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam. Tidak sejuk dan tidak me-nyenangkan. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar. Dan mereka selalu mengatakan, 'Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?'" (Al-Waqi'ah: 41-48).

(41-44) Yang dimaksud dengan golongan kiri ialah para penghuni neraka dan orang-orang yang beramal buruk. Dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bagi mereka siksaan yang berhak mereka dapatkan, di mana Allah mengabarkan bahwasanya me-reka, ﴿ فِي سَمُومٖ ﴾ "dalam (siksaan) angin yang amat panas," yakni, angin panas yang (terhembus) dari panasnya api Neraka Jahanam, yang membuat mereka sesak nafas dan gundah yang teramat sangat, ﴿ وَحَمِيمٖ ﴾ "dan air yang panas yang mendidih," yaitu air mendidih yang dapat melelehkan usus-usus mereka, ﴿ وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ ﴾ "dan dalam naung-an asap yang hitam" yakni jilatan api yang bercampur dengan asap panas, ﴿ لَّا بَارِدٖ وَلَا كَرِيمٍ ﴾ "tidak sejuk dan tidak menyenangkan." Maksudnya bahwa asap yang hitam tersebut tidak mengandung kesejukan sama sekali dan tidak pula menyenangkan. Maksud ayat ini adalah bahwa dalam kondisi tersebut (me-reka ditimpa) kegundahan, kegalauan, dan kesengsaraan yang tidak mengandung kebaikan sama sekali. Karena penafian sesuatu berarti penetapan sesuatu yang berlawanan dengannya.

(45-48) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan para penghuni neraka yang telah menghantarkan mereka kepada balasan tersebut dengan berfirman, ﴿ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُتۡرَفِينَ ﴾ "Sesung-guhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah." Maksudnya bahwa dunia telah membuat mereka lalai, mereka beramal (hanya untuk mendapatkan kesenangannya) dan mereka telah bersuka ria serta berhura-hura dengannya, sehingga angan-angan (terhadap kesenangan dunia) telah melalaikan mereka dari amal shalih. Inilah kemewahan hidup yang telah dicela oleh Allah سبحانه وتعالى,﴿ وَكَانُواْ يُصِرُّونَ عَلَى ٱلۡحِنثِ ٱلۡعَظِيمِ ﴾ "Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar," mak-sudnya bahwa mereka melakukan dosa-dosa besar dan tidak ber-taubat darinya serta tidak menyesalinya, bahkan mereka terus menerus melakukan perbuatan-perbuatan yang membuat Rabb mereka murka, mereka telah mempersembahkan kepadaNya dosa yang begitu banyak yang tidak mungkin untuk diampuni. Dan (di samping itu) mereka juga mengingkari Hari Pembalasan, di mana mereka mengatakan (sebagai bentuk ketidakpercayaan mereka kepadanya), ﴿ أَئِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ 47 أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ 48 ﴾ "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesung-guhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?" Maksudnya, bagai-mana mungkin kami akan dibangkitkan kembali setelah kematian kami, sedangkan kami telah hancur lebur menjadi tanah dan tulang belulang?! Ini adalah suatu yang mustahil.

Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman menjawab perkataan mereka,

Tafsir As-Sa'di (Taisir al-Karim ar-Rahman), Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di. Terjemahan Indonesia.

Hukum Tajwid QS. Al-Waqi'ah: 43

Ayat ini memuat 2 bacaan bertajwid: idgham (2).

Idgham

Huruf mati dileburkan ke huruf berikutnya yang bertasydid.

  • وَظِلّٖ مِّنTanwin bertemu م
  • مِّن يَحۡمُومٖNun mati bertemu ي

Pasang Quranj di layar utama

Buka Al-Quran sekali ketuk, tampil penuh seperti aplikasi biasa.

  1. 1

    Ketuk di Safari, lalu Bagikan.

    Ketuk Bagikan di Safari.

  2. 2

    Gulir ke bawah, pilih Tambahkan ke Layar Utama.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Ketuk Bagikan di samping alamat situs.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Layar Utama. Belum ada? Buka halaman ini di Safari.

  3. 3

    Ketuk Tambah. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Aplikasi ini belum bisa memasang situs. Ketuk di pojok layar.

  2. 2

    Pilih Buka di browser, atau salin tautannya dan tempel di Safari atau Chrome.

  3. 3

    Di sana, buka menu lalu Pasang aplikasi lagi.

  1. 1

    Ketuk menu browser.

  2. 2

    Pilih Pasang aplikasi atau Tambahkan ke layar utama.

  3. 3

    Ketuk Pasang. Ikon Quranj muncul di layar utama.

  1. 1

    Klik Bagikan di bagian atas jendela Safari, atau buka menu Arsip.

  2. 2

    Pilih Tambahkan ke Dock.

  3. 3

    Klik Tambah. Quranj terbuka dari Dock seperti aplikasi lain.

Ketuk Bagikan di sini